I Love My Friend

I Love My Friend
Makan siang (Part 2)


__ADS_3

Amoy menunggu Malvin di depan gerbang, setelah cukup lama memilih pakaian yang akan ia kenakan Amoy langsung menghubungi Malvin untuk menjemputnya, rasa tidak sabar ingin cepat bertemu dengannya, ingin melihat wajah dan senyumannya yang mempunyai daya tarik tersendiri.


Amoy melihat mobil Malvin dari kejauhan, ia lalu mengambil kaca kecil untuk memastikan riasan make up nya tidak berantakan dan berlebihan.


"Hai." Amoy masuk kedalama mobil Malvin.


"Haii, kita mau makan dimana."


"Ada restoran baru di dekat kampus, katanya makanan di situ enak enak."


"Ohh, aku juga ingin mencobanya."


"Malvin."


"Iya."


"Hmm enggak papa kan, aku ajakin kamu makan bareng."


"Ya enggak papa, emanya kenapa ?"


"Aku merasa enggak enak sama pacar mu"


"Pacar ?"


"Iya"


"Aku enggak punya pacar, jadi santai aja hehe."


"Yang waktu itu ? cewek yang bareng sama kamu."


"Oh Delis, dia sepupu ku."


"Aku kira itu pacarmu."

__ADS_1


"Memang banyak yang bilang aku pacaran sama Delis, dia orangnya emang suka kaya gitu, bikin orang lain jadi salah paham."


"Ah syukur deh, ada kesempatan." Amoy bicara dengan suara pelan.


"Kenapa, enggak kedengeran."


"Enggak kenapa napa kok."


Amoy sangat senang mendengar kenyataan ini, ia tidak harus menjadi perebut pacar orang, yang harus Amoy lakukan sekarang adalah membuat Malvin tertarik padanya.


"Moy." Ujar malvin yang melihat Amoy malah begong.


"Iya kenapa Vin."


"Ada yang telpon tuh, angkat dulu aja."


"Eh iya, bentar ya."


📞Amoy : 'Halo, kenapa ko ?"


📞Amoy : ' Ini baru mau makan.'


📞Miko : 'Oh ok, udah dulu ya gi lagi bareng Cessa.'


📞Amoy : 'Iya'


"Kamu deket bangat ya sama Miko."


"Cuma sebatas temen aja ko."


Malvin memarkirkan mobilnya lumayan jauh dari restoran tersebut karena memamg parkiran di sekitar sini selalu ramai, selain tempatnya yang memang strategis, wilayah ini juga dekat sekitaran kampus sehingga banyak mahasiswa yang berlalulalang.


Ketika akan masuk ke restoran tersebut Amoy melihat seseorang yang membuat dirinya seketika terdiam.

__ADS_1


"Kenapa Moy ?" Ujar Malvin pada Amoy yang malah berhenti di depan pintu.


"Ikuti saja alurnya." Amoy menggandeng tangan Malvin.


"Maksudnya ?" Malvin merasa masih bingung.


"Jadi pacarku" Ujar Amoy yang pandangannya masih tertuju kedepan.


"Hah." Malvin belum mengerti maksud Amoy.


Amoy menggandeng tangan Malvin sampai ia duduk.


"Sayang mau pesen makanan apa ?" Amoy menunjukan daftar menu pada Malvin.


"???????" Malvin.


"Ikuti saja ceritanya." Amoy setengah berbisik pada Malvin.


"Aku mau ini, sama ini juga, kamu mau apa sayang." Malvin mengikuti cerita yang sedang Amoy lakukan, walaupun masih belum paham situasinya.


Amoy yang mendengar Malvin bilang sayang padanya, membuat Amoy yang mendengarnya menjadi jadi baper sendiri, padahal secara tidak langsung Amoy sendiri yang menyuruh Malvin bersikap begitu padanya.


Sementara menunggu pesanan datang Amoy dan Malvin saling mengobrol.


"Eh iya aku lupa, ada salam dari Mamahku, katanya makasih, brownisnya enak, nanti kapan kapan kamu disuruh main kerumah." Ujar Malvin.


"Wahhh, aku jadi malu, nanti aku buatin lagi ya, buat kamu sama buat mamah." Amoy menyandarkan kepalanya di bahu Malvin. "Pasti nanti aku luangin waktu buat main kerumah."


"Makasih ya sayang, aku tunggu."


"Iya, sama-sama yang."


Amoy tidak sengaja melakukan eye contact dengan Dion.

__ADS_1


Sialan, kenapa harus ketemu sama Dion sih, kenapa juga meja yang kosong hanya yang ini. Dasar playboy ceweknya udah ganti lagi aja. Amoy.


Maaf telat up nya, author lagi sibuk ngerjain tugas kuliah, beberapa minggu kedepan mungkin nggak bakalan up setiap hari. 😧


__ADS_2