I Love My Friend

I Love My Friend
Jangan marah


__ADS_3

Sudah 1 minggu Miko mengabaikan Amoy dan terus menghindarinya, saat pergi kuliah pun mereka yang biasa berangkat bersama kini saling berpisah, saat dikelas Miko juga sangat bersikap acuh pada Amoy.


"Miko, lu mau sampai kapan ngehindarin gue." Amoy memegang tangan Miko yang hendak pergi.


Miko melepaskan tangan Amoy, lalu ia pergi.


"Lu berantem kenapa ?" Tanya Kevin pada Amoy. Bahkan yang lainnya pun merasa bingung, Amoy dan Miko memang sering berantem tapi tidak sampai separah ini, biasanya saat mereka marahan besoknya lagi baikan, namun sekarang sudah 1 minggu mereka berdua tidak saling berbicara.


"Gue duluan balik." Pamit Amoy pada Kevin, Salsa dan Alex. Mereka tidak bisa membuat Amoy dan Miko berbaikan karena tidak tau masalahnya, sehingg Kevin dan yang lainnya membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya sendiri.


Awalnya Amoy juga mengabaikan Miko yang tiba tiba marah, karena Amoy memang tidak tau kenapa Miko marah, Amoy kira semua akan baik baik saja dan Miko akan datang dan meminta maaf pada Amoy, namun situasinya diluar dugaan Amoy tidak menyangka Miko benar-benar mengabaikannya.


Amoy memutuskan untuk pergi ke rumah Miko, ia sudah tidak tahan dengan situasi seperti ini. Amoy memasuki kamar Miko dan melihat Miko yang akan pergi.


"Jangan pergi, jangan pergi Ko." Amoy memeluk Miko dari belakang, bahkan tangisannya sudah pecah. Amoy akan terus menangis jika memang bisa meluluhkan hati Miko, karena Amoy tau Miko tidak akan tahan melihatnya menangis.


"Lepas, gue mau keluar." Miko memang hendak pergi untuk menemui Cessa.

__ADS_1


"Kalau kamu enggak bicara, kalau kamu enggak jelasain, aku enggak tau salahnya dimana." Amoy masih menangis dengan tersedu sedu. "Jangan tinggalin aku, kamu udah janji enggak bakalan ninggalin aku, jadi jangan pergi seperti yang lain."


Melihat Amoy yang menangis membuat Miko tidak tega meninggalkannya.


"Maaf Moy, enggak seharusnya aku memperlakukan kamu seperti ini." Miko kemudian memeluk Amoy.


"Uahhhh." Amoy malah semakin kencang menangis.


Miko mengelus rambut Amoy, membiarkan Amoy menangis dipelukannya. "Udah Moy jangan nangis terus, ingus lu kemana mana tuh."


Amoy sedikit menaikan baju Miko, kemudian membersihkan sisa ingusnya "Heusss."


Amoy tersenyum pada Miko, kemudian memeluknya lagi, ia suka Miko yang seperti ini.


"Udah lepasin" Miko mencoba melepaskan tangan Amoy.


"Enggak mau." Semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Gue mau ke kamar mandi dulu, ma ganti baju, lu ma ikut emng." Setelah berbicara seperti itu Amoy baru melepas pelukannya.


📩 Miko ; 'Maaf Cess, perginya nanti aja, sekarang aku ada urusan lain.'


Miko mengirim pesan pada Cessa agar tidak menunggunya.


Amoy memanggil Miko untuk duduk disampingnya. Setelah Miko duduk, Amoy kemudian berbaring dan meletakan kepalanya pada paha Miko.


"Miko." Amoy mengelus pipi Miko dengan tangannya. "Kenapa marah ?" Penasaran kenapa Miko begitu marah padanya.


"Aku enggak mau bahas itu lagi."


"Ok, aku enggak akan bahas itu lagi." Amoy kemudian bangun dan bersandar pada dada Miko. "Apapun masalahnya, tolong jangan menghindar, aku tau aku suka nyebelin, tapi tolong jangan ninggalin aku kaya gitu lagi, kamu tau sendiri cuma kamu yang bertahan disampingku."


Baru 1 minggu Amoy berjauhan dengan Miko, tapi rasanya begitu lama, Amoy hanya bisa melihat Miko dari jauh tanpa bicara padanya dan itu sangat menyakitkan, rasanya seperti Miko akan meninggalkannya.


Tuhan, kamu menjauhkanku dari keluarga ku tapi tolong jangan jauhkan dia dari hidupku. Amoy.

__ADS_1


Yang belum like, jangan lupa ya cuma tinggal klik ini aja kok 👍 😊**


__ADS_2