I Love My Friend

I Love My Friend
Love you


__ADS_3

Rumput dan bunga liar terlihat bagaikan suasana taman yang di penuhi bunga bunga indah, begitulah Amoy yang sedang jatuh cinta, apapun yang di lihatnya seperti sesuatu yang baik. Amoy berharap hubungannya dengan Malvin berjalan dengan lancar.


"Kenapa sih lu." Kevin merasa terganggu dengan sikap Amoy yang biasanya suka cemberut namun sekarang malah senyum-senyum sendiri, Salsa dan Miko ikut menatap Amoy


"Cuma lagi seneng aja, makan sekarang gue yang terkatir." Amoy tersenyum sangat lebar, memang terlihat cantik, namun bagi Kevin malah sedikit terlihat aneh.


"Wahh kenapa nih." Ujar Miko.


"Gue jadian sama Malvin."


"Serius, gue jadi orang pertama yang ucapin selamat." Miko mengulurkan tangannya pada Amoy.


"Malvin siapa ?" Kevin yang memang tidak mengenal Malvin.


"Anak agribisnis." Miko yang menjawab.


"Ohh, untung gak ada Alex, dia pasti patah hati." Ujar Kevin.


"Dia udah kebal." Miko menjawabnya lagi


"Benar juga." Miko dan kevin kemudian tertawa, sebenarnya merasa kasihan.


"Gue balik duluan ya, lagi enggak enak badan." Salsa beranjak dari duduknya.


"Alex nya enggak ada." Amoy menghawatirkan Salsa, karena saat pulang atau pergi Alex dan Salsa suka bareng. "Miko yang anterin "


Miko menatap Amoy yang suka bicara seenaknya.


"Gue enggak bawa mobil." Amoy menatap balik Miko. " Jadi lu aja yang anter."


"Thanks, gue naik taxi aja."


"Gue anterin, lu lagi sakit, nanti kenapa napa di jalan gimana." Miko menawarkan bantuannya, karena bagaimana pun Salsa masih temannya.


"Bareng gue juga ayo." Kevin juga ikut menawarkan bantuannya.


"Gue cuma enggak enak badan, udah ah gue balik ya guys." Salsa melambaikan tangannya lalu pergi.


~Kediaman rumah Malvin.

__ADS_1


Rani ibunya Malvin sedang melihat anaknya dengan curiga karena dari tadi terus melihat hp ny sambil senyum senyum sendiri.


"Hayo lagi ngapain."


"Astaga Mamah ngagetin aja." Malvin bahkan tidak mendengar suara langkah kaki ibu nya.


"Ada apa nih, kayanya Kakak lagi seneng." Kakak adalah panggilan Rani untuk Malvin.


"Enggak kenapa-napa kok."


"Ishh masa sih, coba sini Mamah liat hp nya."


"Ngapain, Mamah kepo ."


"Iya mamah kepo bingit, Kakak lagi liatin cewek ya." Rani terus menggoda Malvin.


"Enggak Mah. Aku mau makan, mamah masak apa." Mengalihkan pembicaraan.


"Heyy jangan alihkan ya, Mamah tau tadi kamu lagi liat foto cewek."


"Udah tau nanya." Kevin mengejek Ibunya.


"Tuh kan kepo lagi."


"Ihh Mamah serius, foto cewek tadi pacar kamu."


"Iya, ayo makan." Baru akan beranjak, namun Rani menarik Malvin, kesempatan seperti ini tidak boleh terlewatkan.


"Mamah pengen liat dong fotonya."


"Tadi katanya udah liat."


"Sekilas, jadi samar, mana sini Mamah pengen liat."


"Nanti aja."


"Mau sekarang." Rani memeluk lengan anak nya dengan manja.


Malvin tau karakter ibunya, ia tidak akan melepas Malvin jika hasrat ingin tau nya belum terpenuhi.

__ADS_1


"Nih." Malvin menunjukan sebentar, saking sebentarnya hanya kilatan cahaya hp yang terlihat.


Rani mengambil hp anak nya karena gemas Malvin terus menyembunyikan.


"Kyaaaa cantik banget kak." Teriak Rani dengan histeris.


"Iya dong cantik."


"Pokonya besok harus dibawa ke rumah titik."


"Baru sehari jadian." Ujar Malvin, takut berlebihan kalau ia harus mengajak Amoy main ke rumahnya.


"Iya enggak papa, mamah besok masak banyak, ajak dia makan siang."


"Mahh."


Malvin menghela napas nya, ibunya memang luar biasa. Malvin akan menelpon Amoy dan memberanikan diri.


📞 Malvin : 'Halo Moy lagi ngapain.'


📞Amoy : 'Lagi masak.'


📞Malvin : 'Wahh rajin banget,


📞Amoy : 'Iya dong hehe.'


📞Malvin : 'Besok siang sibuk enggak.'


📞Amoy : 'Enggak sibuk, lagian besok hari minggu jadi enggak ada tugas yang harus dikerjain.'


📞Malvin : 'Besok mau main ke rumah aku enggak, mamah ngajakin kamu makan siang, kalau enggak mau juga gak papa.'


📞Amoy : 'Boleh, asal kamu mau jemput.'


📞Malvin : 'Siap.' Malvin merasa lega, karena Amoy mau, Malvin kira Amoy akan menolaknya.


Dari seringnya Amoy pacaran, ini baru pertama kali ada yang mengajaknya main ke rumah, apalagi bertemu dengan orang tua pacar.


Amoy begitu gugup tapi ia sangat senang.

__ADS_1


Beri semangat Author dengan cada klik tombol like nya👍👍👍👍


__ADS_2