I Love My Friend

I Love My Friend
Akhir dari sebuah hubungan.


__ADS_3

Setelah janji untuk bertemu dengan Cessa, Miko lalu datang ketempat yang telah mereka sepakati. Miko datang ke sebuah Restoran yang dulu biasa ia dan Cessa kunjungi.


Miko rasa ia telat, namun setelah sampai restoran Miko tidak menemukan Cessa dan ternyata Cessa juga tidak bisa datang tepat waktu karena terjebak macet nya Ibu kota.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya muncul lah seseorang dari balik pintu, bukan hanya orang lain yang terpukau dengan cantiknya Cessa, Miko juga sesaat teralihkan pandangannya, Cessa dengan penampilan barunya, terutama gaya rambut dan warna yang begitu cocok dengan warna kulit Cessa, membuat Cessa tampil semakin cantik.


"Haii, lama enggak ketemu, maaf aku telat." Cessa duduk bersebrangan dengan Miko.


"Aku juga telat, kapan kamu pulang ?"


"Beberapa bulan yang lalu."


"S2 nya gimana ?"


"Lancar, aku juga udah lulus dan udah dapat pekerjaan di perusahaan yang aku mau."


"Selamat akhrinya impian kamu tercapai, ngomong-ngomong apa yang mau kamu bicarakan ?"


Cessa memberikan surat undangan pada Miko.


"Kamu mau nikah ?"


"Iya, aku juga enggak percaya nikah di usia yang masih muda." Ujar Cessa dengan sedikit tawa.


" Aku turut senang, semoga pernikahannya lancar dan untuk kedepannya juga."


"Hubungan kamu sama dia gimana, kalian pacaran ?"


"Kita enggak pacaran "


" Kenapa ? bertepuk sebelah tangan ?"


"Bisa di bilang gitu haha."


"Aku enggak tau harus senang apa turut bersedih, tapi rasanya puas aja gitu haha."


"Apa ini ? tertawa karena dendam." Miko dan Cessa saling tertawa, Miko mengira ia dan Cessa akan saling canggung, tetapi nyatanya tidak.


"Aku harap kamu bisa datang bareng Amoy, aku udah siapin dua undangan."


"Aku enggak bisa janji ya dateng nya bareng Amoy, hubungan aku sama dia lagi kurang baik."


" Masa sih ? menyedihkan sekali." Cessa kembali menertawakan Miko.


"Dari tadi kayanya puas banget ya ketawa."


"Haha, maaf maaf, eh aku harus pulang sekarang, banyak yang belum di persiapkan, duluan ya Miko."


"Iya hati hati dijalan."


Miko mengirimkan sebuah foto undangan pada Amoy, Miko tidak yakin Amoy mau pergi bersamanya.


📩Miko : 'Undangan pernikahan Cessa, mau datang bareng ?'


📩Amoy : 'Ya'


📩Miko : 'Nanti aku jemput.'


Miko tidak menyangka Amoy menerima ajakannya, Miko kira Amoy akan menolak.


............


~Hari pernikahan Cessa~


Miko menjemput Amoy ke rumah nya, sudah lama Miko tidak datang ke rumah ini, tak lama menunggu, Amoy kemudian masuk kedalam mobil Miko.


Terlihat wajah Amoy yang sedang badmood, Miko tidak menanyakan apapun, karena saat seperti ini Amoy biasanya tidak ingin di ajak berbicara, Miko mengambil sekantung camilan yang ia beli tadi kemudian memberikannya pada Amoy. "Makan ini, banyak makanan manis." Saat sedang badmood, makanan manis selalu menjadi andalan untuk menenangkan Amoy.


Amoy menerimanya dan tidak berbicara apapun, ia hanya memakan makanan yang di beri oleh Miko. Miko hanya tersenyum melihat Amoy yang seperti itu, karena banyak yang tidak berubah dari sifat Amoy.

__ADS_1


Miko dan Amoy memasuki sebuah gedung tempat di selengarakannya pernikahan Cessa. Amoy merasa takjub ketika melihat sang pengantin.


"Itu Cessa." Ucap Amoy yang berbicara pada Miko.


"Hmm."


"Wahhh Cessa makin cantik aja." Amoy kemudian melirik Miko.


" Ko nyesel enggak udah mutusin Cessa."


"Dikit." Ujar Miko yang tersenyum, sepertinya mood Amoy kembali normal.


"Ayo samperin pengantinnya dulu."


Miko dan Amoy memberi selamat pada Cessa dan Suaminya.


"Selamat atas pernikahannya."


"Makasih, apa kabar Moy." Ujar Cessa yang tersenyum ramah.


"Baik." Amoy berpikir Cessa memang wanita yang luar biasa yang selalu berpikir positif, bagaimana Cessa dengan tenang bisa mengundang Amoy yang telah terlibat pada cinta masa lalunya.


"Hei mantan, enggak mau ngucapin selamat." Ujar Cessa pada Miko.


"Haha, selamat Cessa untuk pernikahannya."


"Makasih.Aku tinggal dulu ya." Ujar Cessa yang harus menemui tamu yang lain.


"Sekarang mau kemana." Miko bertanya pada Amoy.


"Makan lah." Amoy mencari makanan lalu Miko mengikutinya.


"Kue ini enak." Miko mengambilkan kue tersebut dan akan menyuapi Amoy. "Coba ini."


Amoy mengambil garpu yang dipegang Miko dan memakan kue tersebut sendiri.


"Aku datang karena mau numpang makan." Amoy kembali mencicipi makanan yang belum tersentuh.


"Kenapa ?" Miko menghentikan Amoy yang akan makan lagi


"Apa ?"


"Lagi ada masalah, kamu makan banyak."


"Setiap orang punya masalah."


"Lagi bertengkar sama orang di rumah ? atau sama Malvin."


Amoy tidak menjawab pertanyaan Miko.


"Heii berhenti makan, kamu makan kebanyakan." Perut Miko yang biasa terisi banyak saja sudah merasa kenyang. "Ayo duduk dulu." Miko menyuruh Amoy untuk duduk karena ada hal yang akan di ucapkan oleh pengantin kepada para tamu undangan.


Tangan Amoy sudah menyentuh makanan yang ada di meja, Miko yang melihat kemudian memukul punggung tangan Amoy agar Amoy berhenti untuk makan.


" Sakit Miko." Sekarang Miko memgang tangan Amoy. " Lepasin."


"Aku lepasin, kalau kamu mau berhenti makan."


"Iya."


"Terimakasih pada semua tamu undangan yang telah menyempatkan waktunya untuk datang ke pesta pernikahan kami, untuk malam ini mari kita bersenang senang." Ujar Cessa dan suaminya, tak lama kemudian alunan musik mulai terdengar dan semua orang mulai berdansa.


Miko melirik ke arah Amoy.


"Aku enggak mau dansa."Ucap Amoy yang mengerti makan lirikan mata Miko.


"Udah di tolak duluan, padahal aku belum bilang apa-apa."


Sudah semakin larut, Amoy dan Miko kemudian pamit untuk pulang.

__ADS_1


Saat di parkiran Amoy kemudian mendapat sebuah pesan dari nomer yang tidak di kenal, seseorang mengirim beberapa foto yang memperlihatkan Malvin sedang tidur bersama wanita lain.


Setelah melihat foto itu seketika kaki Amoy merasa lemas dan bahkan tidak bisa menahan bobot tubuhnya sendiri


Miko melihat kearah belakang dan melihat Amoy sudah terduduk pada lantai, Miko kemudian menghampiri Amoy yang sudah menangis.


"Kenapa nangis." Miko hanya menepuk punggung Amoy dengan pelan karena tidak memungkinkan jika Miko memeluk Amoy.


..........


~Beberapa hari ini Malvin sangat sulit di hubungi, karena tidak memdapat kabar apapun akhirnya Amoy memilih untuk datang ke rumah Malvin, saat sampai rumah Malvin gerbang itu terkunci, Amoy juga menghubungi Ibu nya Malvin namun nomernya sudah tidak aktif.


Salsa yang akan keluar rumah kemudian melihat Amoy dan menghampirinya.


"Dia pindah rumah, Malvin emang enggak bilang apapun sama lu Moy ?"


"Apa ?" Setelah semua kejadian ini, tidak ada penjelasan apapun dari Malvin, ia menghilang begitu saja. Tidak ada kata maaf dan tidak ada ucapan perpisahan.


.......


Amoy sudah menghabisakan beberapa gelas alkohol karena begitu depresi, pergi nya Malvin dari kehidupannya membuat luka baru dan rasa trauma percayanya Amoy pada laki laki, begitu banyak yang harus Amoy korbankan untuk mencintai Malvin, bukan hanya kehilangan Malvin, Amoy juga merasa kehilangan sebuah keluarga terutama sosok seorang Ibu.


"Mau aku tuangkan minumannya." Miko ikut duduk di samping Amoy.


"Heii, kamu disini." Amoy memegang kedua pipi Miko. "Kenapa datang sekarang, aku begitu malu." Sekarang Amoy sudah hilang kesadarannya.


Miko membawa Amoy ke rumahnya, karena tidak memungkinkan untuk Miko mengantarkannya ke rumah Amoy.


"Ayo turun." Miko berjongkok untuk menggendong Amoy ke kamarnya.


"Miko."


"Hmm."


"Kamu masih mencintaiku ?"


"Ya."


" Kenapa kamu sebodoh itu, kenapa mau menyukai orang seperti ku, banyak perempuan yang dengan senang hati akan memberikan cinta nya padamu, kamu bebas memilihnya tapi kamu malah membuang semua itu, dasar bodoh. Bukan cuma kamu yang bodoh aku juga bodoh kenapa aku enggak bisa mencintaimu, kamu sangat baik padaku, bahkan saat aku mengacuhkan kamu, kamu masih memperhatikanku, terkadang aku juga merasa kasihan padamu, kamu pasti merasa lelah dengan cinta seperti ini, aku tau jika bisa memilih kamu ingin melupakan dan membuang semua perasaan kamu pada ku, tapi kamu enggak bisa melakukannya, sehingga kamu hidup seperti ini. Miko, maafkan aku."


Setelah mengatakan itu semua, Amoy kemudian tertidur, cukup lama Miko menatap Amoy.


"Amoy, maaf jika perasaanku menjadi sebuah beban untukmu."


~Matahari sudah memancarkan cahayanya, saat terbangun Amoy merasa kepalanya sangat pusing, Amoy tidak ingat apapun setelah Amoy memasuki bar. Saat mulai tersadar Amoy merasa kaget melihat sekeliling tempat ini dan kemudian Amoy melihat Miko yang sedang terduduk menatap nya.


Amoy menghampiri Miko, sambil memikirkan alasan apa yang harus Amoy katakan pda Miko.


"Minum ini, ini minuman perdeda mabuk."


Amoy mengambil minuman tersebut dan ikut duduk disamping Miko.


"Miko, aku semalam."


"Aku tau, enggak usah dijelasin lagi."


"Makasih." Ucap Amoy dengan pelan. "Aku pulang dulu."


" Ada yang ingin aku bicarakan." Miko memegang tangan Amoy agar Amoy duduk kembali.


" Kita udah enggak terikat dengan siapun, Amoy ayo kita memulai kehidupan yang baru, lupakan semua kejadian di masa lalu, aku enggak memaksamu untuk mencintaiku, kita bisa memulainya dari awal, berteman kembali dan biarkan semuanya mengalir, kita bisa saling bergantung, begitukan manusia ? mereka enggak akan bertahan sendiri dan akan saling bergantung satu sama lain, begitu pula dengn kita, hidup mandiri memang hal yang harus kita terapkan dalam kehidupan ini, tapi itu akan lebih mudah jika kita menghadapinya bersama sama, jagan pikirkan kedepannya akan seperti apa, untuk sekarang mari kita lewati senang dan sedih bersama."


Amoy kemudian menangis dan merasa sangat bodoh telah melepaskan Miko dalam kehidupannya.


"Ya, ayo kita memulainya dari awal, aku dan kamu." Amoy kemudian memeluk Miko dengan erat.


~Game selesai~


Jangan lupa like nya 😊

__ADS_1


__ADS_2