
Sepanjang hari ini Miko sengaja tidak berbicara pada Amoy dan mengabaikannya.
Teman temannya yang melihat juga tidak memperdulikan mereka, karena seringnya mereka berantem.
"Miko lu marah sama gue ?" Amoy memaksa Miko untuk beribicara
"Nggak, gue cuma males aja ngomong sama lu." Membalikan kata kata yang pernah Amoy jadikan alasan saat marah padanya.
"Berantem mulu lu berdua." Ujar Kevin.
"Iya bosen gue juga liatnya." Salsa menimpali pembicaraan mereka.
"Nggak papa Moy, si Miko abaikan aja, kan masih ada gue ?" Alex mencari kesempatan untuk mendekati Amoy.
Miko berdiri dari duduknya, Amoy lalu mengejar Miko.
"Yah diabaikan lagi gue" kata Alex yang lagi lagi kecewa.
"Lu udah beberapa kali ditolak juga, cari aja yang lain." Salsa yang merasa kasihan pada Alex karena terus diabaikan.
"Mereka berdua kenapa sih ?" Tanya Kevin dengan penasaran
__ADS_1
"Biasa lah, besok juga baikan lagi."
~Amoy mengejar Miko, ia tak percaya Miko bakalan semarah ini padanya.
"Miko jangan marah." Amoy mecoba menyeimbangi jalannya dengan Miko, karena Miko berjalan sangat cepat. "Lagian lu duluan yang nyebelin." Mencoba meraih tangan Miko.
"Masa gitu aja marah."
"Gitu aja ? lu tau nggak, gue malu banget Moy, sepanjang jalan di liatin terus."
"Iya gue minta maaf." Amoy menyadari seharusnya di depan umum ia jangan melakukan itu, apalagi ini area kampus, yang tentu tidak sopan melakukan hal seperti itu.
Miko terus berjalan mendekati parkiran, ia masuk kedalam mobil lalu menyalakannya. Amoy yang melihat Miko akan pergi langsung buru buru masuk kedalam mobil, karena takut ditinggali.
"Lu gimana sih, harusnya kalau mau nyium jangan cuma sebelah dong, nanggung banget. Kalau lu cium dua duanya kan gue jadi nambah keliatan keren, bisa dapet ciuman dengan bekas yang membahana " Mendekatkan wajahnya pada Amoy.
"Sebelah lagi belum." menunjukan pipinya yang belum terkena ciuman.
Amoy yang mendengarkan jawaban Miko hanya terdiam tak percaya. Amoy kira Miko beneran marah padanya. "Merem."
Miko menuruti Amoy, lalu memejamkan matanya. Amoy menggambar bentuk bibir di pipi Miko dengan lipstik yang ia gunakan tadi.
__ADS_1
"Masa digambar, nggak mau kaya gini, pengen asli cap bibir." Protes Miko dengan manja.
"Lu punya malu nggak sih." Amoy bertanya penasaran pada temannya ini, kadang Amoy bingung denga pola pikir Miko ."Lu kok nggak marah."
"Mana bisa aku marah sama kamu."Mendekatkan lagi wajahnya pada Amoy. "Biar aku nggak marah, cium sebelah lagi."
"Lu gila ya, Miko lu Perlu kedokter Jiwa !" Amoy menjauhkan wajah Miko.
"Iya aku gila, gila karenamu." Mendekatkan lagi wajahnya.
"Ya tuhan gue punya temen kenapa jadi sinting kaya gini." Amoy Berteriak frustasi.
Miko yang mendengarkannya hanya tertawa terbahak bahak merasa puas mengerjai Amoy. Miko tau Amoy tidak akan berani lagi mengerjainya seperti tadi, dan Amoy juga merasa menyesal ia tidak akan bercanda seperti ini lagi, karena Miko memang kadang sedikit gila.
**Maaf sedikit dan juga telat Upload nya. Authornya lagi banyak tugas, jadi luangin waktunya susah.
biar semangat sepeti biasa jangan lupa tekan tomobol 👍*
*Vote juga ya.
yang belum kasih penilaian mohon untuk tekan bintang lima nya. Biar author semangat ngelanjutin ceritanya 😊****
__ADS_1
Makasih juga yang telah mendukung 😊