I Love My Friend

I Love My Friend
jatuh cinta


__ADS_3

"Moy." Malvin memanggil Amoy yang sedari tadi bengong.


"Iya." Berhenti membayangkan dan menjelajahi bagian tubuh Malvin. Amoy harap Malvin tidak menyadarinya kalau dari tadi ia memperhatikannya.


"Yang lain udah pulang, kamu nggak mau pulang gitu ?"


"Udah pada pulang ya." Amoy melihat kesekelilingnya baru menyadari karena saking sibuknya membayangkan hal yang bukan bukan.


"Bawa mobil enggak, apa ada yang jemput ?." Ucapnya dengan ramah.


" Aku enggak bawa mobil, lagian siapa juga yang mau jemput." Amoy langsung spontan menjawab. Lagi lagi berbohong, sebenarnya ia membawa mobil. Tapi ini adalah kesempatan yang tak boleh di sia siakan, kali saja Malvin mau mengantarnya pulang.


"Mau aku antar pulang." Menawari dengan sangat hati hati. Walaupun niatnya memang baik, tapi takut ada orang yang salah paham.


"Boleh, kalau emang nggak ngerepotin."


Akhhhhh seneng banget, akhrinya bisa berduaan sama Malvin. Amoy.


"Rumah kamu dimana." Amoy baru ingat kalau rumahnya dengan Malvin takut berbeda arah. Amoy akan merasa tidak enak karena jika berbeda arah maka ia harus bolak balik.


"Di perumahn XX, rumah kamu di mana." Malvin sudah menyalakan mobilnya, dan bersiap untuk mengantar Amoy pulang.


"Di perumahan XY." Merasa lega karena rumahnya dengan Malvin tidak terlalu jauh.


Saat di perjalanan mereka memang tidak banyak mengobrol, karena masih canggung juga.

__ADS_1


"Aku antar pulang nggak papakan ya."


"Ya nggak papa, Kok kamu kelihatnnya ragu gitu " Merasa bingung karena Malvin dari awal memang tampak ragu menawarinya pulang.


"Ya nggak enak aja, takutnya pacar kamu salah paham."


"Pacar ?" Amoy sedikit tertawa untuk memecahkan kecanggungan ini. "Aku nggak punya pacar."


" Miko pacarmu kan ?." Malvin sering melihat betapa lengketnya mereka berdua.


"Miko ? kamu kenal sama Miko."


"Haha ya tau nggak tau sih, Kamu sama geng kamu kan emang terkenal banget di fakultas. apalagi kedekatan kamu sama Miko, terus Miko juga anak dari Dekan."


"Hahaha, terkenal apanya, orang biasa aja juga." Merasa malu, ternyata ia dan gengnya memang beneran terkenal. "Aku sama Miko enggak pacaran, kita emang deket tapi bukan mengarah pada hal yang seperti itu, mungkin karena udah berteman lama jadi kelihatan sering bareng juga." Amoy menjelaskan dengan panjang lebar takut Malvin jadi salah paham.


"Belok kanan, berhenti di pagar gitu."


Malvin menghentikan mobilnya di depan gerbang yang biasa Miko lakukan.


"Makasih banyak ya. Mau mampir dulu nggak ?" Berani menawari Malvin masuk kerumahnya karena memang sedang tidak ada keluarganya Amoy.


"lain kali aja, aku mau langsung jemput Ibuku."


"Ohh, hati hati di jalan ya." Melambaikan tangan pada Malvin.

__ADS_1


Hari ini Amoy begitu senang karena bisa bersama dengan Malvin, ada hal yang di sesalinya. Seharunya Amoy balik bertanya pada Malvin, apa dia sudah mempunyai pacar ?


Malvin lu sexy banget sih, jadi kebayang terus kan. Amoy.


Hari semakin sore, Amoy masih bersantai sambil membaca buku dan materi yang akan besok di pelajari. Suasana hati Amoy seperti sedang di penuhi bunga bunga. Mulutnya tak berhenti bersenandu, sungguh ini hari yang menyenangkan.


Amoy melihat ke arah jendela, sebuah mobil mewah berwarna merah yang baru memasuki gerbang menghalikan perhatiannya. Sella keluar dari mobil tersebut.


Waw gila, Sella bawa mobil siapa tuh, keren banget, coba gue punya mobil itu juga. Amoy.


Membayangkan mobil baru, Amoy baru ingat mobilnya masih di parkiran kampus.


"Agghh mobil gue, temen hidup gue, kenapa sampai lupa gini sih." Amoy mengambil hp nya lalu menelpon Miko.


📞Amoy : 'Halo, lu dimana Ko.'


📞Miko : 'Gue baru aja nyampe rumah'


📞Amoy: ' Kerumah gue Ko sekarang, penting nih'


📞Miko: 'Kenapa ?'


Belum menyelesaikan perkataannya, telpon sudah terputus.


Kebiasaan banget sih lu Moy. Miko.

__ADS_1


Walau Miko kesal dan sedang merasa capek, tapi ia tetap menemui Amoy.


Yu di like 👍


__ADS_2