I Love My Friend

I Love My Friend
Keinginan


__ADS_3

Miko sangat menikmati makanan yang dimasak Amoy, Suap demi suap ia makan dengan rasa yang nikmat. Sebenarnya perutnya sudah merasa kenyang namun ia merasa sayang jika tidak menghabisakan makanan tersebut. Setelah puas mengisi perut, lalu Miko membereskan piring kotornya dan mencucinya sendiri, karena jika tidak membereskannya Amoy akan marah dan tidak akan memasak untuk dirinya lagi. Di rasa telah beres semuanya lalu Miko naik ke atas untuk menemui Amoy yang tak kunjung datang. Miko membuka pintu kamar Amoy yang memang tidak di kunci, ia melihat Amoy yang sedang duduk di depan cermin sambil merias diri. Amoy melihat kedatangan Miko dibalik cermin dan ia tak memperdulikan karena masih sibuk dengan make up nya.


"Udah kenyang." Amoy berbicara tanpa melihat ke arah Miko.


"Kenyang banget, makasih Monica." Miko memang kadang memanggil nama depannya Amoy, ketika ia berterimakasih dengan tulus.


Miko memperhatikan Amoy yang masih berias. ia kadang berpikir kapan wanita akan mulai bersiap jika akan berpergian, apakah 1 jam cukup ? karena Miko sering melihat Amoy sangat lama didepan Cermin.


"Lama banget sih." Miko yang sudah bosan menunggu, protes pada Amoy yang dari tadi belum selesai selesai.


"Bawel, bentar lagi juga selesai."


"Lu mau ngampus apa mau kondangan." merasa tak paham, harus ya make up setebal itu ketika ke kampus?


"ini juga selesai, cantik nggak ?" memasang wajah imut.

__ADS_1


"Biasa aja."


"lu nya aja yang nggak bisa bedain mana yang cantik mana yang nggak." Amoy berbicara lupa kalau pacarnya Miko cantik luar biasa.


"Mata gue masih normal ya, dibandingkan dengan Cessa lu bagaikan Upil."


Amoy memicingkan matanya merasa sebal jika dibanding bandingkan dengan Cessa, apalagi Miko membandingkan dirinya bagaikan upil yang hanya sebongkah kotoran hidung. Amoy tau secantik apapun dia memakai make up sebagus apapun pakaian yang ia kenakan. Amoy tidak akan mengalahkan cantiknya Cessa yang bahkan ketika baru bangun tidur.


Ketika akan pergi, hp Amoy berbunyi ia melihat ternyata pesan dari Dosen. Yang mengabarinya bahwa hari ini beliau tidak akan masuk digantikan dengan Pre Test.


"Untungnya belum pergi." Amoy berhenti melangkahan kakinya.


"Dosennya gak masuk, diganti sama Pre Test."


"Yess, nggak kuliah." Miko kembali lagi ke kamar Amoy.

__ADS_1


"Yahh gue udah makeup an."


Amoy menyebarkan informasi tadi ke grup kelas, karena memang ia penaggung jawab mata kuliah. Tak lupa ia juga memberitau waktu pengumpulkannya hari ini juga. Karena sore ini memang masih ada jadwal lagi.


"Kerjain Ko, sore dikumpulin." Amoy melihat Miko yang sudah berbaring di tempat tidurnya sambil memainkan hp.


"Sore ? emang ada jadwa lagi ya."


"Hari ini ada 2 MK (mata kuliah)."


"Oh iya, kirain gue cuma satu aja."


Amoy telah mengerjakan setengahnya sedangkan Miko masih sibuk dengan Hp, ia melemparkan tempat pensil pada Miko yang berisik karena sedang telponan dengan Cessa. Jika Miko tidak mengerjakannya bisakah menghargai orang yang sedang belajar. Setidaknya ia bisa telponan diluar, kalau begitu kan Amoy jadi tidak merasa iri.


"Selesai ." Meregangkan badannya, lalu melihat Miko yang selesai juga. (Selesai telponan). "Kerjain ko."

__ADS_1


"Iya gue kerjain."


Miko telah fokus dengan tugasnya. Amoy menatapnya lama, tapi tidak disadari oleh Miko. Amoy menyusuri setiap bagian wajah Miko dengan matanya, bagaimana tuhan bisa menciptakan bagian wajah dengan letak yang begitu sempurna ? Alisnya yang hitam namun tak seram melainkan menciptakan ketegasan. Matanya yang kadang kala terlihat teduh, hidung mancungnya yang tidak terlah besar dan tidak terlalu kecil. Sampai Amoy berhenti menatap bibirnya, yang cenderung tipis namun sexy. ia meneguk air ludahnya sekarang Amoy benar benar ingin menyentuh dengan bibirnya sendiri.


__ADS_2