
Amoy telah siap dengan posisinya, ia hanya mengikuti kata hati tak peduli pada pikirannya yang terus berkata jangan melakukannya. keinginan hati Amoy lebih kuat dari pikiran normalnya. Saat akan mendekatkan wajahnya pada Miko. Tiba tiba Miko berdiri mengambil minum yang ada di meja di samping tempat tidur Amoy.
Sialannnnnn. Amoy.
Amoy mengambil dan membawa brownis yang masih tersisa banyak di piring.
"Moy gue belum selesai makan." Miko spontan berbicara karena melihat Amoy menggambil brownisnya.
"Ini brownis gue, jadi terserah gue dong ."
"Tapi kan gue baru makan sepotong." Masih tak rela Amoy menggambilnya.
"Gue buat bukan buat lu, tapi buat diri gue sendiri." Amoy menutup pintu dengan kasar sehingga terdengar suara gebrakan pintu.
Brownis gue .... Miko.
Amoy kembali lagi ke kamarnya untuk menggambil tas. Ia melihat Miko kembali pada laptopnya.
"Ayo berangkat." Masih kesal karena hal tadi.
"Bentar Moy, tugas gue ada yang salah, tadi salah baca soal."
__ADS_1
"Gimana sih, makanya jangan telponan mulu." Nada bicara Amoy mulai ketus.
"Apa hubungannya sama telponan." pandangannya masih fokus pada laptop yang ada di depannya.
"Cepetan dong, gue mau ngumpilin tugas yang lainnya juga."
"Sabar dong bentar lagi juga selesai."
"Lama." Amoy keluar dari kamarnya, masih menutup pintu dengan kasar.
Miko mengambil tas dan laptop yang masih menyala, ia mengikuti Amoy masuk ke mobil.
"Lu aja yang bawa." Miko menyuruh Amoy untuk menyetir, karena ia mau memperbaiki tugasnya.
"Gara gara lu tadi lama, sekarang jadi kena macetkan."
"Lu keluar kamarkan langsung gue ikutin, masa gara gara gue." Miko membela diri karena merasa ini bukan salahnya.
Amoy masih terdiam, ia yang biasanya bawel sekarang hanya diam saja.
"Moy." Miko memanggil Amoy, sebelum ia meneruskan kata katanya. Amoy menutup kedua telinganya dengan earphone untu pura pura mendengarkan musik.
__ADS_1
Miko menghela nafas bukannya marah ia malah tersenyum melihat kelakuan Amoy. Miko melihat ujung kabel earphone yang masih belum di sambungkan pada hp. Diambilnya ujung earphone tersebut lalu disambungkannnya dengan hp Miko, ia memutarkan lagu romantis yang biasa Amoy dengarkan. Amoy melirik Miko yang pura pura fokus pada jalan.
Niat mau marah tapi Amoy malah memejamkan mata, menikmati alunan musik yang menguasi pendengarannya sampai ia terlelap hingga membuatnya tertidur.
Jalanan yang macet membuat mobil Miko tak bergerak sama sekali sudah 20 menit berlalu, tapi lau lintas belum stabil juga.Untungnya Miko dan Amoy berangkat jauh sebelum mata kuliah dimulai. Perjalan yang biasa dilalui kurang lebih 1 jam tapi untuk kali ini menghabiskan waktu lebih dari 2 jam.
Setelah sampai kampus Miko membangunkan Amoy yang masih tertidur. Amoy membuka mata, lehernya terasa pegal karena tidur dengan posisi yang tak nyaman.
"Ahhh." Amoy memegang lehernya, memijatnya agar tidak terlalu kaku.
"Kenapa ? lehernya sakit ya." ketika Miko akan memijat dan memegang leher Amoy. tangannya malah di tepis.
Amoy keluar dari mobil , berjalan tanpa menunggu Miko. Miko mengejar Amoy dengan setengah berlari mencoba mensejajarkan jalannya dengan Amoy.
"Lu kenapa sih." Miko memegang tangan Amoy. membuat Amoy menghentikan jalannya. Amoy tak menjawab hanya menatap Miko dengan sinis. "Lu marah sama gue." Miko melanjutkan perkataannya yang tak dijawab Amoy. Tapi Amoy malah melanjutkan langkahnnya.
Miko terus berpikir apa kesalahan yang telah ia perbuat hingga membuat Amoy marah padanya.
Lu kenapa sih Moy dari tadi nyuekin gue terus. Gue kan jadi bingung karena gue merasa hari ini gak ngelakuin hal yang buat lu marah. Miko.
"Lagi PMS apa." Miko berbicara pada dirinya sendiri. Tapi itu bukan jadwal Amoy menstruasi. Miko bahkan hapal kapan Amoy datang bulan.Karena Miko menghitung siklus menstruasi Amoy, untuk berjaga jaga kapan ia harus berhenti mengejek Amoy pada saat datang bulan karena Amoy akan menjadi lebih buas dari biasanya.
__ADS_1
Gue kekanakan banget sih, masa gitu aja marah. Tapi kan kesel, gue udah ngumpulin keberanian buat cium Miko duluan tapi malah gagal.Amoy.
Saat kuliah selesai, hingga sampai Miko mengantar pulang Amoy. Amoy masih tak berbicara pada Miko. Miko sengaja membiarkan Amoy agar ia menjadi lebih tenang lagi. Besok baru Miko akan berbicara apa salahnya ?