
Rasanya ingin melompat memeluk Malvin dan bilang 'Aku juga mencintai mu'. Tapi Amoy mengurungkan niatnya karena ia harus bersikap senormal mungkin.
"Aku kasih kesempatan 1 bulan, setelah itu baru ku putuskan jawabannya."
"Iya, makasih udah mau kasih aku kesempatan." Malvin tersenyum tulus pada Amoy.
Aisss jangan senyum gitu Vin, berasa lumer nih hati . Amoy.
"Udah sore." Ujar Amoy yang melihat ke arah jendela.
"Iya, kalau bareng kamu waktu berasa cepet banget."
"Sama."
"Apa ?"
"Enggak, haha apaan sih kok jadi gak jelas gini."
"Kamu bawa mobil ?"
"Enggak, tadi aku naik taxi."
"Ayo aku antar pulang."
Amoy beranjak dari duduknya, namun Malvin menggengam tangannya lalu menyuduktkan Amoy ke dinding.
Duhh Malvin mau apa ? masa mau nyium, Aghhh belum siap, di tempat umum lagi, ishhh tenang moy tenang, kenapa sih jantung dari tadi kaya habis lari lari. Amoy.
"Maaf." Malvin melepas tangannya yang masih menggenggam tangan Amoy.
Terlalu dekat, gugup banget, jangan malu maluin diri sendiri Moy. Amoy.
__ADS_1
"Kamu lagi haid ?" Ujar Malvin setengah berbisik.
"Hmm Iya, kenapa ?."
Malvin melepas jaketnya lalu melingkarkan dan mengikat lengan jaket tersebut pada pinggang Amoy.
Makin deket aja, mau pingsan rasanya, Wahh lengan Malvin kalau pake kaos pendek gini jadi keliatan berotot, Astaga Amoy apaansih dari tadi enggak jelas banget, jangan salah fokus gini, kembali ke kenyataan kenapa Malvin bersikap begitu ? Amoy.
"Kenapa Vin." Amoy masih belum sadar dengan situasinya karena dari tadi pikirannya seperti melompat kemana-mana.
Amoy menatap Malvin "Astaga masa sih." Amoy yang bertanya tapi menjawab sendiri dan mulai panik.
Uahhh malu banget, pengen nangis rasanya, kenapa bisa ceroboh gini, udah tau haid hari pertama lagi banyak banyaknya tapi malah pake pakain yang warnanya cerah. Amoy.
"Malvin maaf ya, aku malu maluin banget." Amoy merasa sangat kesal pada dirinya sendiri, karena kalau di depan Malvin, Amoy selalu bersikap bodoh dan konyol.
"Iya enggak papa Moy, ayo aku temenin buat cari pakain ganti."
"Aku tunggu di sini aja ya." Malvin memilih menunggu diluar ketika Amoy akan membeli celana dalam dan pembalut.
"Ahh Iya." Amoy masih berbicara dengan gugup. "Aku mau langsung ganti, nunggunya mungkin agak lama "
Setelah membeli semua yang di butuhkan Amoy langsung mencari toilet.
Ya ampun, banyak banget tembusnya, dasar ceroboh. Amoy.
"Maaf ya lama."Amoy mengganti pakaiannya dengan celana jins panjang berwarna biru tua dan kaos hitam.
Cantik, pakai pakaian apapun selalu cocok. Malvin.
"Malvin maaf ya jaket kamu jadinya kotor, nanti aku cuci dulu."
__ADS_1
"Amoy, Malvin ?" Salsa menghampiri mereka berdua.
"Hei Sal." Ujar Malvin
"Tunggu, kalian berdua saling kenal ?"
"Dia tetangga gue." Ujar Salsa.
"Ih kok kalian beruda enggak bilang."
"Lu nya enggak nanya, kalian berdua lagi ngapain."
Malvin melirik Amoy, ia takut salah jawab.
"Oh iya Moy,Kunci mobil lu, baru gue mau balikin." Salsa memberikan kuncinya pada Amoy. "Gue duluan ya."
"Iya hati-hati." Malvin melambaikan tangannya.
Tumben Salsa langsung pergi, biasanya suka kepo. Amoy.
"Malvin, aku pulang sendiri aja." Sebenarnya Amoy sedikit kecewa karna enggak jadi pulang bareng Malvin,
Salsa kenapa kasih kuncinya sekarang sih. Amoy.
"Oh iya, hati hati ya." Baru saja Amoy akan pergi namun Malvin memanggilnya. "Malam aku telpon ya."
"Iya." Amoy tersenyum melihat tingkah Malvin yang malu malu hingga terlihat menggemaskan.
~Salsa terus berjalan tak tentu arah lalu ia berhenti saat menginjak ranting.
Cukup ranting yang patah jangan hati. Salsa.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol like nya 😊