I Love My Friend

I Love My Friend
Miko..Ayo kita Pacaran (part 2)


__ADS_3

" Miko Ayo. "


" Ayo kemana Moy. "


" Ayo kita pacaran. " Bukannya menjawab Miko malah mendekatkan wajah nya hingga kening mereka saling menempel, lalu Miko mencium bibir Amoy dengan lembut beberapa kecupan Miko lakukan, sejenak Amoy melupakan tujuan nya kemari, dan malah menikmati ciuman yang diberikan Miko. Amoy mulai membalas ciuman itu membuka sedikit mulut nya agar ciuman mereka lebih dalam lagi tapi Miko malah menghentinkan nya, lalu beranjak dari tempat tidur.


Amoy menatapi punggung Miko. Ia kecewa karena Miko menghentikan ciuman nya begitu saja. Lalu Ia teringat apa yang mau ia katakan pada Miko dan mengikutinya dari belakang. " Ayo ko, ayo kita coba pacaran. "


Masih mengikuti Miko hingga ia sekarang ada di dalam kamar mandi. " Koko. " Amoy terus saja mengoceh tapi Miko masih belum menjawabnya.


Satu per satu Miko mulai menanggalkan pakaian nya hingga hanya tersisa boxer yang menempel dibadan. Semenatara Amoy belum sadar dan masih terus berbicara.


" Mau ikut mandi Moy. " Miko memegang dagu Amoy dan menggodanya.


" Ih Koko. " berkata sambil malu malu. Amoy baru tersadar laki laki di depan nya ini sudah bertelanjang dada hanya sehelai bahan pendek yang menutupi bagian bawah nya, lalu ia pergi meninggalkan kamar mandi dan menutup pintu. Sementara itu Miko hanya tersenyum melihat ekspresi muka Amoy yang terlihat malu.


Menggodanya memang paling menyenangkan. Miko.

__ADS_1


Ya ampun apa apan sih koko. buat jantung gue mau copot aja. Amoy.


Amoy menidurkan tubuh nya di tempat tidur Miko. Ia teringat pertemuan tadi pagi dengan Dion hingga membuat Amoy kesal kembali. Isak tangis mulai terdengar, ia sudah menahan diri untuk tak menangis namun tetap saja air matanya keluar. Amoy merasa hari ini sangat lelah , hingga rasa kantuk menyerang membiarkan tubuh nya terlelap dan berharap saat bangun nanti ia lupa akan semua kejadian pagi tadi.


" Moy ". Miko keluar kamar mandi pandangan nya mencari Amoy. Miko melihat Amoy sedang meringkuk di tempat tidur lalu mendekati. " Eh lu tidur. " Miko melihat mata Amoy yang sembab hingga setetes air mata keluar dari pejaman mata nya. Miko menghapus pelan air mata Amoy, menyekanya dengan jari dan membenarkan posisi tidur Amoy agar badan nya tak sakit.


Miko keluar dari kamar untuk mencari makan, langkah kakinya menuju dapur Mengambil segelas air lalu ia bersandar pada lemari es , memikirkan apa yang terjadi pada sahabatnya sampai Ia menangis.


" Awas jangan ngalangin jalan ". ketus Lily, hingga menyadarkan Miko dari lamunan nya.


" Pagi de, eh siang maksudnya. " Miko mencoba bercanda, karena sadar adik nya lagi ngambek. Lily hanya melirik Miko dengan jutek. Lalu ia membuka lemari es dan mengambil sekotak es krim dan meninggalkan Miko tanpa melihat lagi kakaknya.


" Siapa yang ngikutin, aku bukan dia yang seorang penguntit. " Miko terus mengejek Lily niat hati mau berbaikan tapi apadaya mulut tak bisa terkontrol.


" Sana pergi. " Lily mendudukan badan nya di sofa dan menyalakan Tv.


" Ade mau kakak pergi kemana ? "

__ADS_1


" Pergi kemana aja, jangan menampakan muka depan ade. " Masih dengan nada ketus, namun bukannya pergi Miko malah ikut mendudukan badan nya di samping Lily mengambil es krim dipangkuannya dan mengambil sendok yang masih di dalam mulut Lily. " NYEBELINNN BANGET SIH. " Miko tidak mendengarkan malah menyuapkan es krim kemulutnya.


" Mau engga, buka mulutnya Aaa. " Miko menyendokan kembali es krim dan memasukannya ke mulut Lily. Lalu Lily mengambil es krim itu kembali dari tangan kakak nya.


" Ini kan punya ade. kalau kakak mau ambil sana. " Tak rela berbagi es krim kesukaan nya.


" Rasa yang ini udah abis dikulkas. " Miko mengambil lagi es krim yang disemubunyikan Lily di belakang badan nya.


" Kakak balikin es krim ade. " Lily mencoba merebut es krimnya kembali. Miko mengacungkan tangan nya hingga Lily tak bisa mengambil.


" Kalau ngga mau bagi, kakak abisin sendiri es krimnya. "


" Iya aku bagi. " Panik Lily. Miko tersenyum dengan kemenangan.


Kemudian Lily dan Miko menghabiskan es krimnya bersama, menonton Tv, lalu mengobrol dibarengi dengan berantem karena Miko tak henti mengejek Lily, lalu setelah Itu mereka saling tertawa.


Hari mulai sore Miko kembali ke kamar. Melihat Amoy yang sudah bangun lalu mendekatinya.

__ADS_1


" Kenapa Moy. "


Amoy kemudian memeluk Miko.


__ADS_2