I Love My Friend

I Love My Friend
Menjenguk


__ADS_3

Suasana kelas sangat ramai, semua orang telah masuk, mungkin Amoy yang paling telat. Amoy duduk disamping Miko dan Alex.


"Lama banget sih, bentar lagi masuk, kaya enggak tau bu Riek aja." Miko mengomel pada Amoy yang masuk lebih dari 1 menit.


"Ibunya juga belum dateng." Amoy menatap ke sekelilinya untuk mecari Salsa.


"Lex, Salsa mana."


"Dia sakit."


"Oh iya." Amoy menengok ke arah Miko. "Miko ayo jenguk Salsa, selesai Mk nanti langsung ke rumah Salsa pokonya."


Miko tak menjawab apapun, karena walaupun Miko bilang enggak, Amoy akan tetap memaksanya.


"Eh Ibu nya udah masuk, jangan berisik." Ujar Kevin sebagai ketua kelas.


~Rumah Salsa.


Saat menjenguk Salsa hanya Ada Amoy dan Miko, sedangakn Kevin dan Alex tidak bisa ikut karena sedang ada urusan.


"Sore tante."Ucap Amoy dan Miko dengan ramah.


"Eh Amoy sama Miko, ayo masuk." Ibu Salsa mempersilahkan kedua teman anaknya untuk masuk dan mengantar ke kamar Salsa.


"Salsa katanya sakit tan."


"Iya dia demam, padahal kemarin baik baik aja."


"Sal, ada Miko sama Amoy, masuk dulu aja, tante mau ambil minum."


"Duhh, enggak usah repot repot tan." Ujar Miko yang merasa tak enak.

__ADS_1


"Enggak repot ko, udah ya tante tinggal dulu."


"Iya."


"Sal gimana keadaan lu sekarang." Miko dan Amoy duduk di tepi tempat tidur.


"Udah baikan kok, padahal kalian enggak usah repot repot kesini, gue cuma demam aja."


"Ya abisnya gue telpon enggak diangkat."Ujar Amoy yang marah karena memang khawatir.


"Sorry, gue emang lagi enggak megang hp."


Amoy meninggalkan Miko dan Salsa untuk mengobrol. Sementara itu ia berjalan ke balkon, Amoy melihat melihat halaman rumah di samping rumah Salsa.


Rumah itu kayanya nyaman banget, banyak tanamamnya, gue juga pengen punya rumah kaya gitu. Ayo Amoy semangat belajarnya supaya jadi orang sukses terus bisa beli rumah kaya gitu. Amoy.


Amoy masih menatap ke halaman rumah itu, dan terkejut melihat siapa orang yang muncul di balik pintu. Malvin, ya itu Malvin, Amoy menajamkan tatapan matanya untuk benar benar memastikan orang itu. Salsa memang tetanggaan dengan Malvin, tapi Amoy benar benar tak menyangka kalau rumah mereka berdampingan, Amoy yang berdiri disini bisa dengan jelas melihat Malvin.


Amoy sangat senang melihat Malvin yang sedang bercanda dengan anak kecil itu, mungkin ia adiknya, usianya sekitar 2 tahun, Malvin terlihat sangat menyayangi adiknya mereka kelihatan dekat, Amoy jadi membayangkan reaksi Malvin ketika mengetahui adiknya memasukan hpnya kedalam akuarium, Malvin pasti tak akan tega memarahinya, membayangkannya saja begitu menggemaskan.


Miko tiba tiba berada disamping Amoy dan membuat Amoy kaget.


"Ngapain sih lu senyum senyum sendiri, udah kaya orang gila aja." Miko melihat ke arah tatapn Amoy. "Tunggu, itu bukannya Malvin."


"Iya itu Malvin, gue benar benar enggak nyangka bisa ngeliat dia sini."


"Dia ngapain di situ."


"Itu rumahnya."


"Hah ?"

__ADS_1


"Enggak percaya kan, gue jadi pengen tinggal bareng Salsa biar bisa liat Malvin setiap hari."


Sepertinya gue malah makin sakit. Salsa.


Salsa melihat Amoy yang sedang tersenyum senyum.


Malvin masuk kedalam rumahnya.


"Yahh, jangan masuk dulu."


"Udah pulang yu, udah sore." Miko menyeret Amoy yang tak mau pergi. "Sal gue balik ya."


"Sal, kayanya gue bakal sering main kerumah lu." Ujar Amoy, kemudian ia menutup pintu kamar Salsa.


Salsa membiarkan tubuhnya terjatuh.


~Miko seperti biasa mengantarkan Amoy pulang.


"Makasih Miko."


"Bentar." Amoy yang akan keluar mobil namun Miko memyuruhnya untuk tinggal sebentar.


"Kenapa ?"


Miko memeluk Amoy, melakukan hal yang biasa ia lakukan, Amoy menepuk pundak Miko dengan lembut.


"Udah 15 menit." Ujar Amoy, yang melihat Miko masih memeluknya. "Miko lu tidur ya."


"Enggak." Miko berbicara sangat dekat dengan leher Amoy. Hembusan nafasnya terasa begitu hangat. "Bentar lagi." Ujar Miko yang masih tak rela berpisah dengan Amoy.


Biar author semangat updatenya jangan lupa like nya ya 😊

__ADS_1


__ADS_2