
Suara ketukan pintu beberapa kali terdengar, alih alih mengetuk pintu Lily masuk begitu saja kedalam kamar Miko. Sebenarnya Miko kurang menyukai kalau ada seseoran yang masuk kedalam kamarnya tanpa ijin, bahkan Miko pun tak suka jika orang tuanya masuk begitu saja, Pelayan yang bekerja di rumah ini juga boleh masuk jika Miko yang meminta untuk membereskan kamar. Namun berbeda dengan Amoy dan Lily yang keluar masuk seenaknya, kadang Miko marah namun mereka berdua tak mendengarkannya. Karena capek memperingatinya akhirnya Miko membiarkan Amoy dan Lily.
"Kak Miko". Lily memanggil Miko, namun ia malah melihat Amoy yang sedang duduk di sofa.
" Miko nya lagi mandi Li ".
" Kak Amoy". Lily senang melihat Amoy dan memeluknya seperti orang yang jarang bertemu.
"Ya ampun Li, pelan pelan aja meluknya". Amoy mencoba melepaskan pelukan Lily yang membuat lehernya seperti tercekik.
"Maaf kak hhehe, abis nya aku seneng banget ada kakak".
"Tumben, biasanya juga B aja".
"Aku mau curhat kak". belum selesai Lily berbicara, omongannya terpotong oleh Miko.
"Sana pergi, jangan cerita si penguntit". Usir Miko pada Lily
"Ih kakak nyebelin banget, ade kan mau ceritanya sama kak Amoy".
__ADS_1
"Penguntit siapa ?". Tanya Amoy dengan bingung.
"Dia itu bukan penguntit tapi,". Lily teridiam tersipu sebelum ia melanjutkan perkataannya.
"Udah sana pergi". Miko mengambil makanan yang ia beli tadi, dan memberikan es krim pada Lily." Ambil nih".
Walaupun Lily kesal dengan Miko tapi ia tetap mengambil es krimnya dan keluar dari kamar Miko.
"Penguntit siapa Ko". karena Amoy penasaran ia bertanya lagi pada Miko.
"Itu orang yang suka sama Lily".
" Oh iya, siapa". Amoy penasaran bagaimana reaksi Miko ketika adeknya ada yang ngedeketin.
"Nggak mau yang bekas, takut ada ****** yang nempel di bekas handuk lu".
"Lu kira gue buang ****** dihanduk".
"Ya kali aja lu nggak sengaja ngeluarin spermanya tanpa lu sadar".
__ADS_1
"Gimana lu aja deh. Ambil aja sendiri handuk yang barunya".
Amoy berjalan menuju tempat pakaian Miko, yang sudah seperti toko saja.
"Dimana Ko, lu nya lesini". Amoy berteriak memanggil Miko.
"Nih". Miko menyodorkan handuk pada Amoy.
"Sekalian gue pinjem baju lu". Miko memberikan pakaian ganti untuk Amoy.
"Pakean dalem gue ada di sini nggak".
Miko berpikir sejenak dimana ia menaruhnya. Setelah ingat dia membuka laci yang berada di hadapannya dan mengeluarkan celana dalam dan Bh berwarna Pink. Amoy hanya mengambil celana dalamnya saja.
"Bh nya ?". Miko menggantungkan Bh milik Amoy dengan jari manisnya.
"Udah malem ini, lagian kan mau tidur". Amoy meningalkan Miko dan berjalan ke kamar mandi.
Ketika pelayan menggambil dan mencuci pakain kotor Miko. Saat menemukan ada pakaian dalam perempuan, tidak ada seorang pun yang berani menanyakan milik siapa itu ? Karena Miko juga tidak suka jika ada orang lain yang menanyakan masalah pribadi tentang dirinya dan itu termasuk aturan untuk orang yang bekerja di rumahnya. Jika ingin bekerja di sini maka ia harus menuruti semua perintahnya.
__ADS_1
Amoy keluar dari kamar mandi menggunakan celana pendek yang tertutup oleh kaos putih yang kebesaran, dengan rambutnya yang masih basah karena habis keramas membuat penampilannya menjadi terlihat menggiurkan.
Gila si Amoy jadi keliatan sexy banget kalau penampilannya gitu. Astaga sadar Miko jangan mikir yang bukan bukan. Miko.