
Amoy melambaikan tangannya pada Miko, yang kemudian pergi meninggalkan rumahnya.
"Selamat malam nona, baru pulang kuliah." Sapa seorang penjaga rumah dengan sopan.
"Selamat malam juga pak." Amoy tersenyum. lalu meninggalkan gerbang Utama.
Udara malam yang menghembus, membuat rasa dingin menyergap tubuh Amoy. pergantian cuaca hari ini memang cukup ekstrim. tadi siang sangat panas sekarang sangatlah dingin. Amoy menyatukan kedua tangannya dan menggosokan kedua telapaknya agar sedikit tercipta rasa hangat.
Setelah memasuki ruangan. Udara yang dingin perlahan menghilang. Sunyi, hal pertama yang selalu Amoy katakan saat ia memasuki pintu rumahnya.
Sebelum Amoy masuk kedalam kamar, ia memasuki ruangan dapur terlebih dahulu. Menyiapkan makan untuk dirinya sendiri, karena memang tidak ada pembantu yang selalu ada dirumah. Amoy memang tidak membutuhkannya, kecuali untuk beres beres rumah, baru ia akan memanggil seseorang.
__ADS_1
Uap sup ayam hangat dan bau yang menggoda membuat ruangan ini tercium aroma yang menggiurkan. Ayam yang dimasak sempurna yang disatukan dengan sayuran segar yang Amoy tanam sendiri, membuat kelezatannya tidak bisa untuk di tolak.
"Kuliah apa jam segini baru pulang." Sella tiba tiba muncul dari pintu dapur. Amoy tidak menjawabnya sibuk dengn makanan yang ada dihadapannya. "kebiasaan banget kalau ditanya gak jawab. Gak heran kenapa Ibu selalu marah sama lu."
Amoy menyodorkan semangkuk sup pada Sella, karena memang tadi Amoy membuatnya cukup banyak. Setelah selesai dengan makannanya Amoy beranjak pergi dari dapur.
"Gue tau lu gak suka sama gue, tapi bisa nggak di hadapan calon suami gue lu bersikap normal, layaknya manusia." Sella berbicara untuk menghentikan Amoy.
"Mau kalian tuh apa sih, Gue ngomong salah diem juga salah." setelah bicara Amoy meninggalkan Sella.
~Pagi menuju siang. terdengar suara bising dari dapur. Amoy sangat sibuk dengan aktivitas yang sedang ia lakukan. Celemek yang melingkar di lehernya membuat Amoy terlihat seperti seorang Ibu yang sedang sibuk menyiapakan makanan untuk keluarganya . Pagi tadi Miko mendadak menelpon, sebelum pergi ke kampus Miko meminta Amoy untuk dibuatkan makan siang. Miko memang sering meminta Amoy untuk memasakan makanan untuk dirinya. Padahal dirumah Miko juga banyak makanan enak.
__ADS_1
Krena bagi Miko makan masakan Amoy seperti mampu mengobati rasa rindu pada Ibunya.
Miko datang ketika makanan telah siap semua. Amoy memang tidak masak begitu banyak makanan, ia hanya memasak secukupnya saja. Karena yang makan memang Miko saja, sedangkan Sella dari pagi buta sudah tak terlihat.
"Wihh baunya enak nih." Miko muncul begitu saja. menggap rumah Amoy seperti rumahnya sendiri. Kecuali kalau sedang ada keluarganya. Amoy selalu melarang Miko untuk mampir kerumah.
"Lu makan dulu aja gue mau mandi."
"Lu gak ikut makan Moy."
"Masih kenyang, belum lama gue sarapan."
__ADS_1
"Ohh." Sambil menganggukan kepalanya
Miko teridam tidak mengambil makanan yang telah Amoy siapkan, lalu ia menatap Amoy. Amoy paham maksud dan kebiasaan Miko, ia berjalan mendekati Miko lalu mengambilkan nasi dan lauk yang ia taruh rapih pada piring. lalu Menuangkan air putih pada gelas kosong dan meletaknnya di depan Miko. Amoy memperlakukan Miko selayaknya ia mengambil makanan untuk seorang suami. Miko tersenyum pada Amoy menatapnya dengan rasa terimakasih.