I Love My Friend

I Love My Friend
-


__ADS_3

Amoy menunggu Miko di depan gerbang, hari sudah semakin sore, seharusnya Amoy mandi dulu tapi takut Miko keburu datang dan kalau Miko harus menunggu yang ada Miko akan marah padanya.


Sebuah mobil yang tak kalah mewah dari mobil merah tadi berhenti di samping Amoy, siapa lagi kalau bukan Miko.


Amoy membuka pintu mobil itu, duduk menyenderkan kepalanya untuk menikamti kenyamanan.


"Jalan ko, kita ke kampus." Amoy tak melihat raut wajah Miko yang kesal, ia di suruh datang buru buru hanya untuk balik lagi ke kampus.


"Gue kira lu kenapa." Menghela nafasnya, Miko tidak memarahi Amoy, percuma saja Amoy juga tak akan menyesal.


"Miko." Melihat ke arah Miko yang hanya diam, takut Miko memarahinya.


Tapi yang ada Miko malah menyenderkan kepalannya pada leher Amoy.


"Miko gue belum mandi." Amoy mendorong Miko, tapi tetap saja Miko kembali menghirup Aroma tubuhnya.


"Masih wangi kok." Miko semakin dalam memghirup Aromanya hingga terdengar tarikan nafas. "Gue capek banget Moy, ngantuk."


"Gue yang bawa mobilnya." menawari Miko yang memang terlihat lelah, Amoy jadi sedikit merasa bersalah, memanggil Miko karena bukan hal yang penting banget.

__ADS_1


"Ok, tukeran posisi duduk." Ujar Miko yang sudah melepaskan pelukannya.


Amoy dan Miko mencoba mengubah posisi duduk mereka tanpa ada yang keluar dari mobil, walapun agak susah mengganti posisi duduk didalam mobil tanpa ada yang keluar, tapi mereka sering melakuakannya, karena memang tidak ada yang mengalah untuk keluar dari mobil. (Kebayang nggak wkwk, takut berbelit kata katanya)


"Miko ayo geser." Amoy yang sudah sangat membungkukan badannya di depan Miko, tapi bukanya menggeser duduknya Miko malah menarik pinggang Amoy sampai ia duduk di pangkuan Miko.


"Mikoooo."


"Hmm." Memeluk Amoy dan mencium kembali leher Amoy.


"Ayo geser."


"Moy."


Miko mencium bibir Amoy, Amoy melepaskan bibirnya dari raupun mulut Miko. Tapi Miko malah menciumnya kembali. Namun Amoy masih berusaha melepaskannya, karena memang posisi duduknya tidak nyaman, terlalu menempel. Tapi semakin Amoy memberontak semakin Miko mendalami ciumannya, percuma saja Amoy mencoba melepaskan Miko, karena tenaganya memang jauh di atas Miko. Amoy yang habis tenaganya akhirnya mengalah, membiarkan Miko melakukan yang ia inginkan, hal yang harus Amoy lakukan adalah menikmatinya, ya karena memang itu yang hanya Amoy bisa lakukan, masalah rasa bersalah biarlah nanti mereka pikirkan.


Ciuman yang awalnya sekedar hanya kecupan lembut, kini berubah mengebu gebu bahakan Miko mencium bibir Amoy dengan sedikit kasar. Suara desahan kecil keluar dari mulut mereka berdua. Saat Miko melonggarkan pelukannya, Amoy memanfaakannya lalu melepas bibirnya dari bibir Miko yang masih sibuk mengecup, Amoy menghirup banyak oksigen, Miko juga melakukan hal yang sama. Di dalam mobil sungguh terasa sesak.


Terlihat Miko yang akan menciumnya kembali, namun Amoy memalingkan wajahnya, lalu Amoy memegang dan mengelus pipi kanan Miko dengan tangannya. Mencoba menenangkan Miko yang sudah haus akan nafsu.

__ADS_1


"Udah ya Ko."


"Masih pengen Moy." Mengelus punggung Amoy.


"Mau aku yang bawa mobilnya, apa kamu yang bawa."


"Moy." Miko merengek pada Amoy, karena Masih menginginkannya.


"Miko, aku aja yang bawa, sana geser duduknya." Mengalihkan pembicaraan, karena salah satu dari mereka harus ada yang waras ketika hal seperti tadi terjadi.


"Gak usah, aku aja yang bawa."


"Oh, yaudah." Saat Amoy akan kembali duduk pada posisi semula, tangan Miko masih melingkar pada pinggang Amoy.


"Gak usah pindah."


"Ngaco ih, bahaya kalau kamu nyetir aku masih duduk disini." Akhirnya Amoy duduk kembali pada posisi semula, terbebas dari Miko.


BERI SEMANGAT AUTHOR DENGAN CARA KLIK TOMBOL LIKE NYA

__ADS_1


__ADS_2