I Love My Friend

I Love My Friend
Liburan bareng teman (Part 3)


__ADS_3

~Seperti nya cuaca hari ini akan cerah karena tidak menunjukan tanda akan turun hujan, sinar matahari membuat tempat ini menjadi lebih hangat dan tidak sedingin kemarin. Alex duduk di tepi danau buatan, menikmati pagi yang masih terasa segar. Terlihat wajah muram nya pada pantulan air yang sedikit bergelombang.


Salsa yang melihat Alex kemudian ikut duduk disampingnya.


"Menurut lu, hubungan mereka (Amoy dan Miko) gimana ?" Alex berbicara tanpa sedikit pun melihat Salsa, pandangannya masih tertuju kedepan dengan tatapan kosong.


"Lu tau kejadian semalam."


"Iya."


"Menurut lu seperti apa ?" Balik bertanya pada Alex.


"Gue pikir masih ada kesempatan buat gue deketin Amoy, walapun dia punya pacar gue enggak perduli karena gue tau Amoy enggak menjalaninya dengan serius, makanya gue selalu enggak perduli dengan siapa dia berpacaran." Alex berhenti sejenak sebelum melanjutkan kata berikutnya. "Gue tau Amoy begitu dekat dengan Miko, tau gue enggak tau hubungan mereka sejauh ini."


"Apa yang bakal lu lakuin kedepannya ?" Tanya Salsa dengan serius.


"Gue akan lupain semuanya, seperti enggak terjadi apa apa, gue anggap gue enggak pernah menyukai Amoy."


"Kenapa ?bukannya lu yang bilang, lu enggak perduli walaupun dia punya pacar."


"Dia punya pacar bukan masalah buat gue, tapi dia punya Miko dan gue sadar gue akan pernah dapetin Amoy."


~Pagi menjelang siang Amoy masih berada di tempat tidur, semalam ia tidak tidur bersama dengam Salsa dan memilih tidur di 1 kamar yang memang masih kosong. Amoy memikirkan kemungkinan yang akan tejadi kedepannya, ia takut Salsa akan bilang pada Malvin.


Miko merasa khawatir pada Amoy, tapi tidak bisa melakukan apapun karena situasinya sedang tidak memungkinkan untuk Miko berbicara pada Amoy, Miko hanya membuka pintu kamar yang di tempati Amoy, setelah melihat keberdaanya yang masih ditempat tidur kemudian Miko menutup kembali pintu itu. Pikirannya sungguh kacau, banyak hal yang begitu Miko cemaskan.


Rumput masih terasa basah karena embun pagi, Miko terus berlari berharap pikiran nya jernih kembali, bahkan ia memaksakan tubuhnya untuk mengikuti perintah otaknya, setelah benar benar menghabiskan energinya Miko kemudian membaringkan badannya pada rumput rumput itu.


"Nih minum." Kevin melemperkan botol minum pada Miko. kemudian ikut duduk disamping Miko. "Sejak kapan hubungan lu sama Amoy seserius itu ?" Kevin tau karena semalam ia mau mengambil minum dan tidak sengaja melihat Miko dan Amoy berciuman.


Miko tidak menjawab pertanyaan Kevin. "Rumit kalau dijelaskan."


"Gue ngerti pasti rumit, karena lu berdua masing-masing punya pacar. Gue kenal lu sama Amoy waktu awal masuk kuliah, dan yang gue liat lu emang udah deket banget sama Amoy, bahkan awalnya gue ngira kalian pacaran, awalnya gue enggak percaya kalau hubungan lu sama Amoy hanya sekedar teman, karena kalian berdua begitu saling perhatian, sampai lu kenal Cessa terus pacaran sama dia dan Amoy juga punya pacar, ya mungkin itu awal gue percaya kalian cuma temenan, tapi sekarang gue benar benar yakin persahabatan laki laki dan perempuan presentase nya sangat kecil jika dibilang beneran tulus hanya sebagai sahabat. pasti salah satu ada yang memiliki perasaan lebih atau emang keduanya saling menyukai."


Miko tidak menjawab apapun tapi ia mendengarkan Kevin.


"Cepet selesaikan masalah lu sama Amoy, karena kalian enggak bisa kaya gini terus." Kevin beranjak dari duduknya. "Ayo gabung sama yang lain, jangan galau terus kita ini lagi liburan jangan masing-masing dong."

__ADS_1


Miko kemudian mengikuti Kevin.


"Eh Miko kalau mau ciuman, harusnya di tempat yang lebih aman, ini ciuman di dapur, ya ada kemungkin orang lain tau lah, gimana sih lu enggak profesional banget." Mengingat pagi ini suasananya canggung, Kevin jadi kesal pada Miko yang ceroboh.


"Ya maaf, karena awalnya emang enggak ada niat buat lakuin."


"Gue sama Salsa udah tau, Alex tau enggak ya." Ujar Kevin yang sedikit khawatir karena Alex memang menyukai Amoy.


"Kaya nya enggak tau." Miko melihat Alex yang terlihat ceria seperti biasanya. "Gue mau ganti baju dulu." Ujar Miko yang tidak langsung bergabung dengan Salsa Alex dan kevin.


Setelah ganti baju, Miko memberikan diri pergi ke kamar Amoy.


"Moy gue masuk ya." Mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban, Miko tetap masuk karena khawatir. dan melihat Amoy yang masih berbaring. "Ayo gabung sama yang lain."


"Lu aja."


"Karena udah ada di sini aya liburan dulu enggak enak sama yang lain, gue tau lu mikirin situasi semalam, gue juga sama kepikiran terus, untuk sekarang ayo lupakan dulu, nanti setelah pulang kita selesaikan masalahnya, Moy ini masalah kita jadi jangan berimbas ke yang lain, gue tunggu di bawah, sana mandi dulu."


Mereka mengobrol seperti biasa walaupun kadang tidak bisa menyembunyikan rasa canggungnya, kecuali Kevin yang memang netral atau tidak terpengaruh dengan hubungan Amoy dan Miko.


"Salsa." Belum selesai Amoy berbicara tapi Salsa mengabaikan Amoy. "Ayo kita bicara sebentar." Amoy menarik Salsa untuk pergi menjauh dari Miko, Alex dan Kevin.


"Soal semalam."


"Gue enggak mau bahas."


"Tolong jangan kasih tau Malvin."


Salsa kemudian pergi meninggalkan Amoy yang akan menangis, lalu Salsa bergabung kembali dengan yang lainnya.


Amoy memaksakan bergabung dengan yang lain, walaupun sebenarnya Amoy ingin menghindar, namun Amoy takut membuat yang lainnya curiga.


Hari sudah semakin sore, waktu berjalan begitu lambat karena mereka tidak bisa menikmati liburannya.


"Cuacanya bagus, untuk makan malam, ayo kita makan diluar." Kevin


"Ayo siapin bahan-bahannya." Alex.

__ADS_1


Seharian ini Kevin melihat Salsa yang terus mengabaikan Amoy, setelah ada kesempatan berdua dengan Salsa kevin kemudian mengajak Salsa untuk berbicara.


"Kenapa lu kaya gitu sama Amoy." Kevin


"Bukan urusan lu."


"Bukan urusan lu juga ikut campur hubungan Miko sama Amoy, kenapa lu jadi marah sama mereka ?" Amoy dan Miko sudah bersikap biasa saja walaupun masih canggung, tapi Salsa begitu menunjukan rasa tidak sukanya.


"Vin, panggangannya udah di bersihkan." Alex yang tiba tiba muncul.


"Udah." Kevin


Suasan malam yang dingin dengan makanan yang serba hangat membuat keduanya jadi berimbang, tidak lengkap rasanya bila tidak di bumbui dengan game.


"Ayo main game truth or dare." Kevin mulai memutar botol tanpa persetujuan dari teman temannya, ujung tutup botol mengarah pada Salsa.


"Gue yang kasih pertanyaan." Ujar Alex dengan semangat "Truth or dare Sal."


"Truth." Ujar Salsa dengan tidak semangat.


"Siapa orang yang lu suka." Alex bertanya seperti ini karena Salsa tidak pernah ada skandal apapun dengan laki laki."


"Gue lupa peraturannya, enggak boleh bahas cinta cintaan." Ujar Kevin, karena dalam situasi sekarang membahas hal seperti itu bukan hal yang bagus.


"Gue suka sama Malvin." Ujar Salsa dengan tatapan kosongnya. Semua orang mentap Salsa dengan kaget, terutama Amoy ia sungguh tidak pecaya dengan hal yang barusan Salsa bilang.


Salsa akan masuk ke dalam Villa, kemudian Amoy mengikutinya.


"Kenapa enggak bilang dari awal."


"Karena lu pasti enggak perduli." Teriak Salsa yang sudah menangis. "Harusnya gue enggak biarin Malvin pacaran sama lu, seharusnya gue bilang lu cuma cewek murahan yang suka ganti ganti cowok."


Miko kemudian mendekat pada Amoy dan Salsa khawatir mereka akan bertengkar. "Cukup, harus ya lu bilang kaya gitu ? kalau lu suka sama Malvin harusnya lu bilang sejak awal, lu bisa omongin dengan baik baik, Amoy juga pasti akan mempertimbangkannya."


"Percuma ngomong sama kalian, kalian berdua itu sama aja enggak perduli perasaan orang lain, enggak usah ceramahin gue, lu lebih munafik.


Liburan yang seharus nya terencana 3 hari harus terpotong karena situasinya jadi semakin canggung. keesokan paginya mereka memelih untuk pulang.

__ADS_1


Jangan lupa liek setelah membaca.


__ADS_2