
Setelah mengantarkan Amoy pulang, Miko telah bersiap siap untuk menemui Cessa. ia ingin cepat bertemu dengan Cessa untuk melepas rindu.
📞Miko :' Aku udah di depan gerbang.'
📞Cessa : 'Masuk aja, jangan di luar mainnya, di rumah aja.'
📞Miko : 'Kenapa emang .'
📞Cessa :' Masuk dulu aja, aku tunggu depan pintu.'
📞Miko: 'Oh yaudh.'
Cessa melambaikan tangannya pada Miko, menyambutnya dengan senyuman, membuat Miko sangat senang.
"Ayo masuk." Ujar Cessa sambil menggandeng tangan Miko.
"Mamah kamu mana." Miko ingin menyapa terlebih dahulu.
"Lagi jalan-jalan." Cessa membuka pintu kamarnya. "Ayo masuk." Melihat Miko yang masih berdiri di ambang pintu.
Miko melihat ke sekeliling ruangan, ini pertama kalinya Miko memasuki kamar Cessa. Miko sedikit merasa gugup karena ini bukan kamar Amoy tapi kamar pacarnya, dan lebih kahawtirnya lagi karena di rumah ini sekarang hanya ada dirinya dan Cessa.
Kamar yang bernuansa pink dan abu memadukan satu kesatuan warna yang sangat manis. Di tempat tidur terdapat banyak boneka boneka lucu. Di dinding banyak hiasan foto, seperto foto keluarganya dan beberapa foto masa kecil Cessa , Miko yang melihatnya merasa sangat gemas, sejak kecil kecantikan Cessa memang sudah terpancar. Selain foto Cessa dan keluarga tentu saja ada fotonya yang sedang berdua dengan Cessa.
"Ko sini." Cessa memanggil Miko untuk duduk disampinganya. Miko duduk di sofa yang letaknya tak jauh dari tempat tidur.
"Tumben gak main di luar." Tanya Miko pada Cessa yang sedang bergelayut manja pada tangannya.
__ADS_1
"Pengen berduaan aja." Ucapan sederhana namun membuat Miko sangat senang.
"Huhhh dasar." Mencubit hidung Cessa.
"Emang kamu gak mau ? gak kangen gitu yang."
"Kangen lah, kalau nggak kangen ngapain aku kemari."
Cessa tersenyum pada Miko, sungguh hari ini ia sangat senang bisa menghabiskan waktu bersamanya.
"Aku mau ke mobil dulu yang, ada yang mau aku ambil."
"Ngambil apa ?" Walaupun sebentar, Cessa tak rela melepaskan tangannya dari rangkulan Miko.
"Sebentar." Melepaskan tangan Cessa.
"Sayang." Miko memeluk Cessa dari belakang.
"Iya." Memegang tangan Miko yang melingkar di perutnya.
"I love you Cessa."Miko menyibakan rambut Cessa kesamping lalu memasangkan kaluang pada leher putih Cessa.
Cessa berbalik menghadap Miko, ini bukan pernyataan cinta pertama Miko namun tetap saja bagi Cessa ini sangat berarti, karena Miko memang jarang mengatakan hal seperti itu.
"You look beautiful." Menatap Cessa lalu memegangi kalung yang ia pasangkan tadi, apapun yang Cessa kenakan memang akan selalu terlihat bagus.
"I love you too, terimakasih Miko, aku benar benar sangat menyayangimu." Cessa memeluk Miko, menyandarkan kepalanya pada dada Miko, Saat seperti ini ingin rasanya ia menghentikan waktu sesaat untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama Miko.
__ADS_1
"Enggak pegel." Canda Miko, yang melihat Cessa masih memeluknya dengan erat.
"Eh, kelamaan ya meluknya." Cessa melepaskan pelukannya dan merasa malu.
"Hahaha, Enggak papa kok, kalau kamu masih ingin meluk." Merangkulkan tangannya pada pinggang ramping Cessa.
Mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat, dan saling berharap semoga detak jantung mereka berdua tidak terdengar begitu kencang, sebab ada rasa gugup yang saling mereka sembunyikan.
Miko mendekatkan wajahnya pada wajah Cessa, kini Cessa telah memejamkan matanya. Lalu membukanya kembali karena yang diharapkannya tidak terjadi.
"Kenapa." Sebenarnya Miko tau apa yang sedang di pikirkan Cessa.
"Enggak." Cessa kembali duduk di sofa, ia merasa sangat malu. Miko mengikutinya dan duduk di samping Cessa.
"Sekarang terlalu berbahaya." Berbisik pada telinga Cessa, yang sudah terlihat seperti kepiting rebus.
"Apa, orang aku nggak mikirian apa apa." Ujar Cessa yang terlihat sangat gugup dan salah tingkah.
"Nanti aja ya."
"Ih Miko, orang aku enggak mikirin ciuman."
Miko tertawa, dengan jelas Cessa memang tidak bisa memyembunyikan kegugupannya.
Sudah beberapa jam mereka mengobrol. Cessa masih sangat menempel pada Miko, berharap untuk sekarng ia bisa menghentikna waktu.
LIKE DONG 😅
__ADS_1