
Miko mengantarkan Amoy sampai ke depan gerbang kampus.
"Makasih Ko." Amoy akan membuka pintu mobil, namun tertahan melihat muka Miko terutama area sekitar bibir.
"Kenapa, ada yang ketinggalan ? ujar Miko yang melihat Amoy tidak langsung turun.
Amoy menyentuh bibir Miko dengan jari jarinya dan mengusap lembut bibir Miko
"Lu yang mancing gue duluan ya." Miko mendekatkan wajahnya pada Amoy.
"Apaan sih lu, kok jadi nafsuan gini." Amoy Mendorong tubuh Miko." Orang gue cuma mau ngapusin sisa lipstik di disekitar bibir lu, belepotan dimana mana tuh." Setelah membersihkan sisa lipstik di area bibir Miko, lalu Amoy langsung keluar dari mobil."
__ADS_1
Miko mengacak acakan rambutnya sendiri, kelakuannya hari ini memang sangat keterlaluan, ia membiarkan dirinya sendirinya melakukan hal yang bisa saja membuat Amoy membenci dirinya.
Astaga dari tadi lu mikir apa sih, baru aja gue minta maaf sama Amoy, tapi gue sendiri malah ingin mengulangi. Iman gue yang terlalu lemah baru disentuh sama jari aja udah gak bisa di tahan. MIKO.
Amoy masuk kedalam mobilnya, namun tidak langsung pergi dari area kampus, padahal hari semakin gelap.
Amoy membayangkan kejadian tadi, itu adalah ciuman terparah yang pernah mereka lakukan, Amoy belum pernah melihat Miko sebuas itu, sangat jelas Miko melewati batasannya, mengiginkan lebih dari ciuman, kalau tidak menghentikan Miko, mungkin ia dan Miko akan melakukan hal lain. Amoy merasa kesal pada dirinya sendiri, tidak bisa menghentikan Miko, tidak bisa tegas padanya, tidak bisa marah pada Miko. Amoy terlalu terbuai dengan pesona Miko yang memang sulit untuk di hindari, ketika tubuhnya di sentuh Miko, ketika bibirnya di raup dengan kasar, sekujur tubuh Amoy seperti dialiri listrik hingga membuat degup jantungnya berdetak sangat cepat. Hal yang paling gila adalah saat Amoy melihat ekspresi wajah Miko yang entah kenapa jadi kelihatan sexy dan itu juga alasan Amoy tidak cepat cepat menghentikan ciuman tadi, yang ada rasa penasaran untuk terus melanjutkan, Amoy merasa tubuhnya seperti tidak bisa menolak. Memang sangat bodoh dan murahan bukan ?
Suara getaran hp membuat lamunan Amoy menjadi buyar. Ia melihat pesan yang tertera di layar hp, hingga membuat Amoy tersenyum sendiri, dilihatnya pesan dari Malvin. Amoy belum membuka isi dari pesan itu tapi hatinya sudah berbunga bunga.
📩Amoy : 'Iya, duh kok bisa ketinggalan ya' -_-
__ADS_1
(bukan modus atau sengaja ditinggal)
📩Amoy : 'Mungkin tadi pas aku ngeluarin berkas berkas enggak sengaja aku keluarin trus lupa dimasukin lagi.'
📩Malvin : 'Oh, yaudah besok aku anterin, kamu ada jadwal kosong jam berapa ?'
📩Amoy : 'Besok aku enggak ada kuliah jam 10.30-12.00.'
📩Malvin: 'Ok, sekitar jam segitu aja ya, aku juga di jam itu lagi kosong.'
📩Amoy : 'Ok Vin.'
__ADS_1
Amoy sangat senang karena ia besok akan bertemu lagi dengan Malvin, namun senyum di bibir Amoy memudar ketika ia ingat lintasan bayangan ciuman tadi dengan Miko, yang membuat Amoy menjadi merasa jijik pada dirinya sendiri dan berpikir apakah ia masih pantas mendapat cinta yang tulus dari seseorang sedangkan kelakuannya sendiri sangat tidak baik.
DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KLIK TOMBOL LIKENYA. MOHON YANG BELUM MEMBERI PENILAIN, TOLONG KASIH BINTANGNYA YA ☺