I Love My Friend

I Love My Friend
Maaf


__ADS_3

Saat terbangun Amoy merasa kepalanya sangat pusing serta mual. Dilihat sekeliling tempat ini dan mencoba mengingat apa yang terjadi. Amoy hanya mengingat dirinya tersedu sedu menangis di bar dan saat terbangun ia sudah ada di tempat nyaman ini.


Tunggu tempat ini kan, kamar Miko. Amoy.


Matanya mencari Miko di sekeliling ruangan ini, Amoy merasa sangat panik, Miko pasti akan memarahinya.


Amoy melihat Miko sedang duduk di sofa sambil menyeruput segelas kopi panas yang uapnya masih berhamburan di udara.


Ganteng banget si Ko. udah mirip kaya iklan di tv aja. Amoy.


Saat matanya saling bertatapan dengan Miko, Amoy memejamkan kembali matanya, mencoba menghindari Miko, tapi sialnya Miko melihat Amoy yang pura pura tidur.


"Sini, Moy." Menepuk tempat duduk yang ada disampingnya. Karena sudah ketahuan Amoy mau tidak mau menurutinya.


"Selamat pagi Koko, pagi yang cerah." Amoy bersikap dan menyapa Miko seolah tak terjadi apapun.


Miko menatap tajam pada Amoy, tangannya ia lipatkan didada.


"Semalam ngapain."


"Ngapain, hahh emang aku ngapain." Mencoba menjadi amnesia sesaat. Namun itu tidak lah lucu, Miko masih menatapnya. Amoy menundukan kepalanya, sepertinya ia memang harus jujur.

__ADS_1


"Iya, aku salah, aku minta maaf." dengan tampang semenyedihkan mungkin agar Miko mengasihaninya.


Suara ketukan pintu beberapa kali terdengar, seorang pegawai yang kemarin, membawakan senampan makanan pesanan Miko, dan meletakannya di depan Amoy.


"Cuci muka dulu sana, setelah itu makan."


Apa ini, kenapa gak marah aja Ko. kan jadi aneh. Amoy.


"Makan aja, makanannya gak gue kasih yang macem macem Kok." Miko seolah tau apa yang sedang dipikirkam Amoy.


"Iya aku makan, nanti setelah mandi." Pergi menuju kamar mandi.


"Sini, kamu makan aja." Miko mengambil handuk yang di pegang Amoy lalu mengerikannya.


Miko kenapa sih. kenapa gak marah coba, kalau kaya ginikan jadi lebih serem. Amoy.


Amoy menuruti semua perintah Miko, untuk hari ini ia akan menghindar mencari masalah dengan Miko.


Setelah Amoy selesai makan, kini giliran Miko yang akan menghujani pertanyaan pada Amoy.


"Kemarin kenapa." Walaupun tak marah, tapi dari nada bicara dan tatapan Miko pada Amoy menunujkan ketegasan dan penekanan yang harus Amoy jawab dengan sejujurnya.

__ADS_1


"Aku ada masalah sama Ibu." Amoy mengatakan yang sejujurnya tanpa sedikitpun ada niatan berbohong, karena jika Amoy berbohong pun Miko akan mengetahuinya.


"Moy." Miko memeluk Amoy. "Jangan ngelakuin kaya kemarin lagi ya." Karena semalam Miko memang sangat menghwatirkan Amoy. "Aku kan udah bilang, kalau ada masalah sini cerita sama aku, ungkapin semua padaku." Miko menggenggam tangan Amoy. " Bahaya keluar seperti itu, apalagi saat mabuk. Lagian berat kan kalau masalah di tanggung sendiri."


Amoy memeluk Miko dengan erat, kini ia telah menangis kembail. Miko membiarkan Amoy mengeluarkan semua rasa sedihnya, pundaknya akan selalu terbuka kapanan pun Amoy butuh sandaran. Setelah puas menangis, Amoy menceritakan semua kejadian kemarin.


Maaf Moy, saat kamu lagi ada masalah kemarin bahkan kamu sampai mabuk, kamu melakukan hal yang tak terduga, membahayakan diri sendiri memasuki tempat yang yang berbahaya, tapi aku malah memanfaatkan keadaan itu, memanfaatkan ketidaksadaranmu, menikmati setiap lekuk tubuhmu, menelanjangi dengan mataku, membayangkan hal yang seharusnya tak boleh ku lakukan.Miko.


"Ko pakain gue, siapa yang ganti." Amoy baru ingat pakaian yang ia gunakan semalam dan saat bangun tidur berbeda.


"Gue lah, lu muntah banyak banget."


"Lu yang ganti." Amoy menyilangkan tangannya, melindungi dadanya sendiri.


Miko yang melihat hanya tersenyum.


"Gue gak tertarik, punya lu kecil."


"Mikooooooo, nyebelin ih."


SETELAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LIKE NYA 😊

__ADS_1


__ADS_2