I Love My Friend

I Love My Friend
Rumit


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian yang tidak terduga. Karena sedang libur kuliah untuk sementara Amoy bisa menghindari Salsa dan Miko, Amoy tidak tau kedepan nya ia masih bisa berteman dengan mereka atau semuanya memang akan berakhir. Miko yang biasanya sering menelpon Amoy sekarang tidak ada kabar sedikitpun, Amoy sebenarnya ingin menghubungi Miko tapi ia sudah janji pada dirinya sendiri untuk tidak bersikap berlebihan.


"Hey, kenapa melamun ?" Malvin duduk di samping Amoy.


"Semuanya hanya terasa aneh, mungkin karena aku belum terbiasa dengan situasi ini." Jujur saja Amoy sangat sedih karena belum terbiasa dengan sikap Miko yang seperti ini, Miko yang biasanya hampir setiap hari menelpon Amoy walapun hanya sekedar menanyakan sesuatu yang tidak penting.


"Apa ini berhubungan dengan Miko ?" Tanya Malvin dengan hati-hati.


"Ya, maaf Malvin, aku rasa aku membutuhkan waktu lebih lama untuk membiasakan diri."


"Apa kamu menyesal dengan keputusanmu ?"


"Enggak, cepat atau lambat aku memang sudah merencanakan semua ini, karena aku tidak bisa terus menerus bergantung pada Miko, hanya saja ini lebih sulit dari dugaanku."


"Amoy, ada yang ingin aku tanyakan, tolong jawab dengan jujur, apa kamu pernah mencintai Miko."


Amoy terdiam sebentar, mencoba mencerna pertanyaan Malvin dan memikirkan bagaimana perasaannya sendiri pada Miko.


"Aku bukan tidak memepercayaimu, aku hanya ingin kamu jujur padaku, agar aku bisa memahamimu dan bagaimana aku bersikap padamu." Malvin melihat Amoy dengan serius.

__ADS_1


"Aku sangat menyayanginya, dia seperti bagian dari hidup ku, semenjak aku mengenalnya aku enggak pernah jauh dari Miko, 1 minggu waktu terlama aku dengan nya bertengkar tapi aku masih bisa melihatnya karena kami satu kelas, tapi sekarang hampir 2 minggu aku sama sekali enggak berbicara dengan Miko dan enggak bertemu dengannya karena enggak ada alasan untuk bertemu, aku hanya merindukannya karena, kami selalu bersama."


"Apa boleh aku menyimpulkan kalian saling mencintai."


"Aku juga memikirkan perasaanku yang sebenarnya pada Miko, tapi aku rasa aku tidak mencintainya selayaknya laki laki dan perempuan."


"Kamu yakin ? apa kamu pernah cemburu saat Miko bersama perempuan lain."


"Aku enggak bisa menyimpulkan itu rasa cemburu, itu hanya rasa takut, karena saat itu hanya Miko yang memberi kasih sayang padaku. Saat awal Miko berpacaran dengan Cessa yang aku pikirkan aku hanya takut Miko meninggalkan ku dan mengabaikanku, tapi semuanya baik baik saja, Miko masih memperhatikanku, dan aku merasa enggak masalah jika Miko mempunyai pacar, selama ia masih meperdulikanku."


"Bagaimana dengan Miko, apa kamu tau perasaan dia yang sesungguhnya."


"Aku rasa Miko juga enggak mengganggapku seperti itu."


"Itu enggak mungkin, Miko sangat mencintai Cessa. Malvin tolong percaya padaku, aku enggak cinta sama Miko, kamu mungkin berpikir aku berlebihan karena aku masih memikirkan Miko, berpisah dengan Miko bukan hal yang mudah, rasanya sama persis ketika aku kehilangan kembaranku, karena selalu bersama saat berpisah seperti ada bagian yang hilang dari hidupku, karena Miko sudah seperti keluargaku.


"Ok aku percaya karena Miko sangat berpengaruh pada kehidupanmu, tapi ada satu hal yang membuatku bingung, jika kalian enggak saling menyukai, kenapa berciuman, aku rasa itu hal yang berlebihan."


Amoy sedikit malu menjawab pertanyaan Malvin.

__ADS_1


" Awalnya aku dan Miko melakukannya karena enggak sengaja, tapi karena saling penasaran kami melanjutkan dan merasa ketagihan untuk terus melakukannya." Amoy berbicara sedikit gugup dan malu-malu.


Malvin menatap Amoy, Amoy tidak bisa menebak arti dari tatapan Malvin, semoga saja itu bukan rasa jijik.


"Aku rasa aku memang aneh." Ujar Amoy yang melihat Malvin hanya terdiam.


"Maaf Amoy aku hanya belum bisa memahaminya, jujur saja bagiku ini sesuatu yang rumit."


"Memang rumit, aku harap kamu enggak menyerah." Amoy jadi sedikit menyesal berkata sangat jujur pada Malvin, karena bisa saja Malvin mengganggapnya benar benar aneh.


"Jangan khawatir, sama seperti mu aku juga membutuhkan waktu agar aku bisa memahamimu."


Amoy tersenyum pada Malvin kemudian memeluknya. Bagaimana bisa ada laki laki seperti Malvin yang begitu bersabar menghadapinya, Amoy yakin kalau laki laki lain pasti akan kabur duluan sebelum Amoy menjelaskan bagaimana perasaannya.


"Malvin, ada yang ingin aku tanyakan juga,ngomongin tentang ciuman, kenapa kamu selalu menghindarinya, aku tau itu hal yang aneh ketika dilakukan dengan teman, tapi kita kan pacaran." Amoy sekarang mengutuk mulutnya sendiri yang suka tidak bisa di kontrol, bagaimana bisa ia berbicara masalah ciuman, dengan tidak tau malunya setelah bercerita ciumannya dengan Miko.


"Aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya."


"Kenapa, bukannya ini sesuatu yang wajar buat di lakukan."

__ADS_1


"Nanti juga kamu tau."


Likenya jangan lupa ya 😊


__ADS_2