
Amoy berjalan dengan lemas menuju parkiran, hatinya sungguh belum siap untuk sakit hati lagi, memang beginilah resiko orang jatuh cinta, jika berani melangkah maka akan ada dua kemungkinan menuju ke arah yang membahagiakan atau malah terjerumus pada kobaran api yang mebuat luka.
"Brukk." Amoy menghantamkan tubuhnya dengan cukup keras hingga membuat orang yang di tabraknya memegang kedua tangan amoy agar tidak terjatuh.
"Lu kenapa." Miko menempelkan telapak tangannya pada kening Amoy, wajah Amoy memang terlihat pucat seperti orang yang sedang sakit.
"Enggak papa kok." Kaget melihat Miko berada tepat di depannya.
"Apanya yang enggak papa, orang badan lu panas gini." Kesal Miko
"Gue baik baik aja, hmm gue balik duluan ya." Saat akan pergi Miko menghentikan Amoy dengan cara memegang tangannya.
"Gue antar pulang."
"Enggak usah, gu bawa mobil Ko." Melepaskan tangan Miko.
__ADS_1
"Cukup." Memegang tangan Amoy kembali. "Gue yang salah, bisa kita lupakan kejadian kemarin (Ciuman), memang terdengar menyepelekan setelah melakukan gue seenaknya suruh lu lupain gitu aja, tapi seenggaknya untuk sekarang lupain dulu." Miko menatap Amoy untuk meyakinkannya. "Aku antar pulang ya, bahaya kalau kamu bawa mobil sendiri."
"Yang kemarin, gue kan udah jelasin, bukan salah lu sepenuhnya, jadi enggak usah di ungkit, gue balik sendiri aja, serius gue baik baik aja."
"Trus lu kenapa ngehindarin gue."
"Lu juga ngehindarin gue kan ?"
Miko terdiam, ia memang menghindari Amoy juga.
"Lu berdua ceritanya lagi main drama apa ?" Ujar Salsa yang merasa sebal karena ia, Kevin dan Alex dianggap kacang. Amoy dan Miko terlalu sibuk dengan masalahnya.
" Enggak ada apa apa." Sekarang Amoy dan Miko menjadi salah tingkah.
"Moy lu sakit, kalo gak mau Miko yang antar gue aja ya yang antar lu pulang." Seperti biasa Alex memanfaatkan kesempatan.
__ADS_1
"Lu bukannya harus bertemu Bu Riek (salah satu dosen) sana masuk nanti dia marah." Salsa mengingatkan Alex.
"Eh iya, maaf ya Moy, lain kali aja gue antar lu pulang, gue cabut dulu ya guys." Alex meninggalkan mereka berempat.
"Gini Moy, gue gak tau masalah lu sama Miko apa, lebih baik lu balik bareng Miko daripada membahayakan diri sendiri, mana sini kunci mobil lu." Salsa mengambil kunci mobil dari genggaman Amoy, lalu pergi dan diikuti Kevin. "Mobilnya gue pinjem dulu, nunggu si Alex lama."
Kini hanya tersisa Miko dan Amoy yang masih terlihat canggung.
"Ayo gue antar lu pulang."
Amoy akhirnya pulang bareng dengan Miko. Di perjalan mereka berdua tak mengobrol apapun hingga sampai di rumah Amoy.
Miko menggenggam tangan Amoy dan menuntunnya sampai masuk kedalam kamar, menyuruh Amoy untuk berbaring saja di tempat tidur. Amoy hanya menurutinya karena Miko memang selalu seperti ini ketika Amoy sedang sakit, Miko memang tidak menawari Amoy untuk pergi ke rumah sakit karena Miko dan Amoy sangat tidak menyukai tempat itu karena tempat itu adalah tempat mereka kehilangan seseorang yang disayang, sebagai gantinya ketika salah satu dari mereka ada yang sakit maka harus saling menjaga.
Belum lama keluar kamar, Miko telah kembali membawa air untuk mengompres kening Amoy. kemudian menempelkannya dengan hati hati.
__ADS_1
"Lu istirahat aja dulu, gue mau beli obat sama makan."
DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KLIK TOMBOL LIKENYA 👍