I Love My Friend

I Love My Friend
Pulang


__ADS_3

Sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela. Amoy dan Miko masih terlelap dalam tidur. Suara alarm hp berbunyi menunjukan pukul 07.00. Amoy meraba raba meja yang ada dipinggir tempat tidur untuk mematikan alarm tersebut. Sebenarnya ia masih ngantuk, tapi Amoy harus pulang karena ada kuliah di jam 09.00.


Amoy melirik Miko yang masih tidur disampingnya.


Lagi tidur juga lu masih keliatan ganteng aja Ko. coba aja kalau lu bukan temen gue. Mungkin gue udah jatuh cinta sama lu. Hubungan kita serumit ini ya? Walaupun gue disamping lu hanya sebagai sahabat , tapi gue tetep bersyukur karena gue masih bisa bertemu dengan orang sebaik lu. Amoy.


Setelah cukup puas memandang wajah Miko yang sedang tidur. Amoy memaksa Miko untuk bangun.


"Miko bangun". Amoy menggoyangkan tubuh Miko agar dia bangun.


"Masih pagi Moy". Dengan suara serak Miko menolak untuk bangun.


"Bangun ko, nanti telat masuk. Lu anterin gue pulang dulu, gue mau ambil buku".


"Lu naik taxi aja".


"Nggak mau, nanti lu susah bangunnya lagi".


"Ya udah sebentar lagi ya bangunnya". Miko menarik tubuh Amoy yang sudah duduk, hingga Amoy kembali terlentang di samping Miko. Miko memeluk Amoy dengan erat. Amoy mencoba melepaskan pelukan Miko.

__ADS_1


"Bangun anjirr. susah banget sih lu dibanguninnnya".


"Cium dulu, baru gue bangun". Miko menunjukan pipi kirinya untuk meminta Amoy menciumnya.


"Plakkk". bukannya mencium Amoy malah memukul pipi Miko.


"Ahhhh, tega banget sih lu". Sekarang Miko benar benar terbangun dari tidurnya.


"Makanya jangan males, cepet mandi, nanti telat".


"Iya bawel".Miko mengkuti Amoy sampai masuk ke kamar mandi


"Mandi lah, emang mau apa lagi?".


"Gue dulu mandinya".


"Tadi katanya suruh mandi".


"Lu mandi di kamar mandi lain aja, gue mau pake kamar mandi yang ini".

__ADS_1


"gak mau! Gue punya ide Moy, biar gue gak lama nunggu lu mandi. Kita mandi bareng aja biar gak telat".


Miko berada diluar pintu kamar mandi. Ide bodohnya membuat pipi sebelah kanannya terkena pukul Amoy . Miko mengelus kedua pipinya, pagi hari ini ia telah terkena dua pukulan sekaligus.


"Itu kan kamar mandi gue, masa gue yang harus mandi di tempat lain". Teriak Miko sambil menggedor pintu yang telah Amoy kunci.


"Bodo Amatttt".


Akhirnya Miko mengalah, ia mandi di kamar mandi lain. Amoy benar benar melakukan apa yang ia mau dengan seenaknya. Hanya Amoy yang membuat Miko mengalah dengan sikap bodo amatnya.


Setelah siap dan rapih, Miko mengantarkan Amoy sampai ke rumahnya.


"Nanti lu jemput gue lagi ya". Amoy menutup pintu mobil. tanpa mendengar dulu jawaban dari Miko.


Miko membuka kaca Mobilnya berteriak memanggil Amoy. " Moy lu aja yang nyamper kerumah gue, nanti kalau gue balik lagi kesini lama lagi dong". Teriakan Miko hanya menjadi angin berlalu. Amoy tidak memdengarkannya, "Kebiasaan deh lu suka seenaknya". Miko berteriak lagi, namun sekarang punggung Amoy sudah tak terlihat. Miko menjalankan mobilnya dan pergi dari rumah Amoy .


Amoy menarik nafasnya, ia sekarang berada di depan pintu rumahnya. Kalau tidak ada kuliah hari ini ia tak akan pulang dulu.


Amoy membuka pintu dengan pelan. Menghela nafasnya lagi merasa lega karena rumahnya tidak ada siapa siapa.

__ADS_1


"Dari mana ? ". Suara berat Ayah yang entah muncul dari mana membuat Amoy seketika lemas. Amoy kira Ayahnya tak pulang.


__ADS_2