I Love My Friend

I Love My Friend
7 tahun yang lalu


__ADS_3

Alan Levano Dhiamoy adalah saudara kembar dari Amoy. Lahir 20 menit setelah Amoy. Statusnya sebagai anak terakhir dan anak laki laki di keluarganya membuat Alan sangat dimanja oleh orangtunya, terutama oleh Betry.


"Ini punya Amoy." Amoy mendorong Alan yang akan mengambil buku tugasnya


"Pinjem dong Moy, pelit bangat." Mencoba mengambil paksa dari tangan Amoy.


"Nggak mau." Masih saling tarik menarik buku itu.


Betry yang melihat kedua anaknya berkelahi mendekati mereka.


"Kenapa lagi sih kalian berdua ini." Memarahi anak kembarnya yang jika bersatu pasti bertengkar.


"Ibu, Alan mau nyontek tugas punya Amoy."


"Nggak kok, Alan cuma mau liat caranya nyelesainnya gimana."


"Bohong bu, tadi mau Amoy ajarin Alan nya gak mau." Amoy merasa kesal karena Alan berbohong.


"Amoy yang bohong, dia itu pelit banget." Masih nggak mau kalah dari Amoy.


"Udah jangan berantem, pusing Ibu dengernya. Amoy kamu sama sodara sendiri jangan pelit gitu, kasih bukunya ke Alan." Betry memarahi Amoy dan mengira Amoy yang bohong.


"Nih." Amoy yang tak bisa apa- apa akhrinya dengan terpaksa memberikan buku tugasnya.


Seteh Ibu pergi. Alan yang merasa menang lalu menjulurkan lidahnya pada Amoy, Karena masih kesal Amoy melemparkan tempat pensil pada wajah Alan yang membuatnya sedikit meringis.

__ADS_1


"Ahh, sakit Moy." Betry lalu menengok ke belakang mendengar Alan yang kesakitan.


"Kenapa sayang." Betry mendekat pada Alan yang sedang memegang keningnya. " Ada yang luka." Takut anak laki lakinya tergores bahkan oleh luka kecil. "Amoy kamu ini keterlaluan ya." Menjewer telinga Amoy.


"Ibu sakit." Amoy mencoba melepaskan tangan Betry.


"Makannya kamu itu jadi anak jangan bandel."


"Ibu udah, kasian Amoy." Alan yang melihatnya merasa tak tega, karena kuping Amoy sudah sangat merah.


"Tuh lihat Alan, walaupun kamu yang salah tapi masih dibela."


"Gak usah cari perhatian deh lan." Amoy tau Alan cuma sedang caper di depan Ibu.


"Eh udah dibelain masih nggak tau terimakasih ya." Menjewer kembali kuping Amoy.


Amoy lalu pergi meningalkan Ibu dan Alan. Malas berurusan lagi dengan mereka berdua


Kenapa sih Ibu pilih kasih banget, aku juga kan anaknya. Amoy.


"Ayah." Amoy memeluk Henry yang baru saja turun dari mobil.


"Anak Ayah kenapa diluar." Melihat ke langit yang sudah mendung bahkan sekarang terdengar suara kilatan petir. "Masuk yu, bentar lagi mau hujan."


Amoy masih menempel pada Henry, takut kalau Ayahnya akan diambil oleh yang lain, karena Amoy merasa ia hanya mendapatkan kasih sayang oleh Henry.

__ADS_1


"Sayang udah pulang." Betry menghampiri suaminya yang baru saja pulang.


"Mana Alan sama Sella." Menanyakan kedua anaknya yang belum terlihat.


"Alan lagi belajar, Sella ada dikamarnya."


Belajar apa, paling lagi nyalin tugas. Amoy.


"Amoy panggil Alan sama Sella ya suruh ke bawah, Kita makan siang bareng."


Amoy dengan malas menuruti Ibunya, Ketika Alan dan Sella turun, Amoy masih tak rela harus berbagi kasih sayang dengan yang lainnya.


Semua sudah berkumpul di meja makan, Henry jarang dirumah, selalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka akan meluangkan waktu untuk kumpul, seperti makan bersama.


Betry mengambilkan nasi dan lauk untuk suami dan anak anaknya.


"Ibu, aku juga pengen paha ayam." Amoy merengek karena hanya kebagian sayap, padahal bagain paha adalah favoritnya, sedangkan Alan dan Sella di beri bagian paha.


"Makan saja, ayam cuma punya dua kaki." Betry menyuruh Amoy untuk tak protes.


"Ahh Ibu."


"Besok Ayah beli paha Ayam yang banyak, sekarang Amoy makan dulu yang ada ya." Henry mecoba menghibur Amoy yang terlihat kecewa.


"Asiikk, janji ya Yah." Amoy yang mendengar menjadi ceria kembali.

__ADS_1


"Iya, ayo semuanya kita makan dulu."


Klik tombol 👍 dong ☺


__ADS_2