
Alarm terus berbunyi namun si pemilik tak menunjukan tanda untuk bangun. Sekalinya bangun Miko hanya mematikan alarm di hp merapatkan kembali selimut yang tidak menutupi semua tubuh kekarnya, lalu tertidur kembali, dengan jeda waktu 10 menit, sampai alarm tersebut berbunyi kembali, dimatikan kembali alarm tersebut lalu berbunyi lagi, sampai alamr benar benar senyap tak menunjukan akan berbunyi lagi.
"Woyy bangunnnnn." teriak kesal Amoy.
"Sebentar lagi, gue ngantuk banget Moy." Miko tertidur kembali.
Karena Amoy takut kesiangan, ia memaksa menarik tubuh Miko yang beratnya minta ampun. "Bangun Ko, kita ada kuliah pagi." sambil menyeret tangan Miko agar keluar dari singgasananya.
"Iya iya gue bangun." kesal Miko, lalu ia dengan berat meninggalkan kasurnya dan menuju kamar mandi.
Amoy memang keluar masuk kamar Miko seenaknya tanpa canggung. Setiap ada kuliah pagi Amoy harus mampir ke rumah Miko sebelum ke kampus untuk membangunkannya, Karena Miko memang sulit untuk bangun pagi.
Selama menunggu Miko bersiap siap, Amoy selalu memyempatkan waktu untuk membaca materi yang akan dipelajari hari ini, karena dengan begitu akan memudahkan Amoy untuk menyerap materi yang diberikan oleh Dosen.
__ADS_1
"Yu berangkat." Miko mengambil tasnya, diikuti oleh Amoy dari belakang yang masih membaca bukunya. " Cepetan dong jalannya, nanti kesiangan." Teriak Miko dengan tidak tau diri.
"Dasar gak tau diri." Sambil memukulkan bukunya ke pundak Miko. "Kalau kesiangan lu yang salah, dibangunin susah banget ." Meninggalkan Miko yang ada dibelakangnya.
Miko mengambil sandwich di meja makan yang sudah disiapkan Bibi yang bekerja di rumahnya. "Moy lu mau ngga."
"Enggak." Melewati meja makan dan berjalan keluar rumah, diikuti Miko yang masih memakan sandwich.
"Lu yang bawa mobil, gue mau makan dulu." Selain harus membangunkan Miko. Amoy juga mendadak jadi Supir, karena Miko menyempatkan memakan sarapannya di mobil, jadi mau tidak mau Amoy yang menyetir.
"Moy." Miko berbicara sambil memakan sandiwchnya.
"Apaan anjirr. Abisin dulu makanannya, jadi muncrat ke mana manakan." Kesal Amoy.
__ADS_1
"Enggak ada tugaskan." Masih berbiara dengan mulut penuh sandwich.
"Engga. Udah gue bilang abisin dulu makanannya, baru lu ngomong, jijik mata gue liatnya."
"Lu kan ngedenger pake telinga, bukan pake mata jadi jangan dilihat cukup didengar." Miko berbicara dengan tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan. Amoy yang melihatnya benar benar kesal dan ingin memukul tengkuk leher Miko, agar orang itu tersedak, sayangnya ia sedang membawa Mobil.
Untung saja jalanan tidak macet karena mereka datang kesiangan. Jika telat sepanjang jalan Amoy akan terus marah marah ke Miko, Karena Amoy tidak suka kalau ia telat harus ikut masuk ke kelas lain.
Amoy memarkirkan mobilnya di halaman depan fakultas, danIa langsung buru buru turun. Mereka masuk jam 07.30 sekarang sudah jam 07.25. 5 menit lagi masuk.
Saat sampai dikelas Amoy lalu duduk dan mengatur nafasnya karena ia harus berlari melewati 3 lantai tangga karna lifnya sedang rusak.
pas banget untungnya gak telat. Amoy.
__ADS_1
"Guys. Ibu wilda gk masuk dulu lagi sakit." Ujar salah satu teman kelas. Mereka menunujukan berbagai ekspresi. ada yang merasa Kecewa, senang dan kesal. Terutama Miko yang benar benar kecewa karena ia telah bangun pagi namun jadwal harus di rubah untuk menggantikan mata kuliah tersebut.