
"Ngantukkk." Amoy ingin segera pulang dan membaringkan badannya, Dosen yang sedang berbicara bagi Amoy terdengar seperti orang yang sedang membacakan cerita sebelum tidur.
Tahan, 10 menit lagi mk nya selesai. Amoy.
Suara getaran hp membuat Amoy mengalihkan pandangannya.
📩Malvin : 'Hari ini ada kuliah enggak ?'
Seketika mata yang sedang mengantuk terasa segar kembali hanya karena melihat pesan dari Malvin.
📩 Amoy : 'Ada, ini lagi Mk.' Amoy membalasnya sambil melihat ke arah dosen tersebut, karena ia paling tidak suka jika ada mahasiswa yang bermain hp saat ada kelasnya .
📩 Malvin : 'Selesai jam berapa.'
📩Amoy : 'jam 9.'
📩Malvin : 'Mau ketemu sebentar, bisa enggk ?'
📩Amoy : 'Bisa.'
📩Malvin : 'Ok, aku tunggu di taman belakang.'
Setelah Mk selesai, Amoy segera menuju taman belakang. ia menjinjitkan kakinya dan akan mengagetkan Malvin namun kakinya malah tersandung hingga membuat Amoy terjatuh.
"Aww." Amoy melihat lututnya yang berdarah, bahkan celana yang dipakainya sampai robek.
Siall, kenapa harus jatuh, dan kenapa harus jatuh ketanah yang banyak bebatuannya, tidak bisakah jatuh kepelukan Malvin. Ishh berhenti memikirkan kejadian yang ada di drama, ini hanya realita. Amoy.
Malvin mellihat kearah belakang dan menghampiri Amoy yang masih duduk di tanah. "Kamu enggak papa ?" Malvin melihat Amoy menutupi lututnya dengan kedua tangan. "Biar aku lihat."
"Aku enggak papa kok." Lagi lagi Amoy bertindak bodoh didepan Malvin.
Malvin memegang tangan Amoy agar bisa melihat lukanya.
__ADS_1
"Kamu bisa jalan ? mau aku gendong." Berjongkok membelakangi Amoy, agar ia naik kepunggungnya.
"Aku masih bisa jalan." Andai ini bukan di kampus, Amoy mungkin akan berpura-pura kesakitan dan naik ke punggung Malvin.
"Aku ada temen dia kuliah di kedokterakan, ayo kesana, dia bisa membantumu."
Amoy sebenarnya tidak ingin pergi ke sana, namun Malvin terus memaksanya.
Malvin melambaikan tangannya pada perempuan itu, Amoy mencoba mengingat siapa dia, karena merasa pernah melihatnya.
"Delis, tolong bantuin temen gue."
Ahh dia sepupu Malvin. Amoy.
"Ok, gue yang urus, udah sana pergi lu ada Mk kan ?"
"Iya, Moy aku pergi dulu ya, nanti Delis yang obatin lukanya." Malvin ingin menemani Amoy namun dia baru ingat beberapa menit lagi masuk.
"Ayo." Ajak Delis pada Amoy.
"Duduk disana." Delis menunjuk pada tempat tidur itu, Amoy menurutinya dan duduk disana.
"Lu punya hubungan apa sama Malvin." Tanya Delis dengan sedikit jutek, Amoy menyadari Delis tidak menyukainya.
"Apapun itu bukan urusan lu." Amoy secara tidak langsung menunjukan sikap angkuhnya.
"Mungkin dia suka lu hanya karena wajah." Delis sedikit meremehkan Amoy, ia mengatakan itu seolah tidak ada yang spesial lagi dari Amoy selain wajah cantiknya itu.
"Bukan hal yang aneh ketika menyukai seseorang karena wajahnya." Amoy menjawabnya dengan enteng.
Delis berdecak sebal pada Amoy, tidak habis pikir Malvin menyukai wanita seperti ini, Amoy terlihat sangat sombong dengan wajahnya itu.
"Lu suka sama Malvin ?" Walapun mereka sepupu, Amoy yakin Delis tidak menganggap Malvin hanya sebatas saudara.
__ADS_1
"Iya." Jawab Delis secara terang terangan.
"Kalau gitu lu harus berhenti, karena Malvin hanya menganggap lu sepupu, enggak lebih." Amoy beranjak dari duduknya. "Terimaksih," Ucap Amoy walaupun sebenarnya ia tidak menyukai. "Oh ya, sebagai calon dokter lu harus kontrol emosi saat mengobati." Amoy menutup pintunya sebelum pergi.
Dia gila ya, bagaimana bisa dia ngobatin orang kaya gitu, Ahhh lutut gue jadi makin sakit. Amoy.
"Salsa." Amoy berteriak memanggil Salsa.
"Lu ngapain." Melihat Amoy yang muncul dari gedung itu.
"Habis ngobatin lutut."
Salsa melihat lutut Amoy. "Lutut lu kenapa."
"Gue kesandung terus jatuh."
"Ishhh, emang ada yang ngobatin Moy ?"
"Sepupunya Malvin."
"Ohh, lu habis ketemu Malvin."
"Iya, lu dari mana kok belum pulang."
"Tadi gue ada rapat himpunan."
"Oh, sekarang mau kemana ?"
"Mau balik, tapi gue mau nyari Alex dulu."
"Naik mobil gue aja, sekalian gue mau numpang tidur di rumah lu." Amoy tadinya akan ke rumah Miko namun baru inget ia sedang marahan.
"Ngapain numpang tidur di rumah gue."
__ADS_1
"Rumah gue lagi enggak aman, ayo pergi."
Jangan lupa setelah membaca klik tombol like nya 😊