I Love My Friend

I Love My Friend
Hubungan


__ADS_3

"Kak Amoy jangan di sini, pindah aja yu ada pengganggu." Lily menarik tangan kanan Amoy untuk pergi menghindari Miko, karena masih banyak yang ingin Lily ceritakan pada Amoy.


Saat akan pergi tangan Kiri Amoy di tarik Miko, hingga merkea berdua menjadi saling tarik menarik memperebutkan Amoy.


"Ih kalian tuh apaan sih." Ujar Amoy yang memarahi Miko dan Lily.


"Tau nih Kak Miko, baru dateng udah jadi pengacau."


"Cihh, anak kecil sana pergi." Miko menarik paksa Amoy hingga Amoy berada di pelukannya.


"Hmm Lily, ngobrolnya nati lagi aja ya." Sekarang giliran Amoy yang menarik Miko untuk pergi.


"Apaan sih mereka berdua katanya enggak pacaran tapi lengket banget." Lily.


Amoy menarik Miko sampai masuk kedalam kamar.


"Miko."


"Apa ?"


"Kita kayanya harus lebih hati hati deh."


"Maksudnya ?"


"Lily bukan anak kecil lagi, dia udah ngerti masalah cinta cintaan."


"Ya terus ?"


"Kita harus jaga sikap, takutnya dia jadi salah paham, Lily juga tau kita pernah ciuman."


Miko mengerti maksud yang di dibicarakan Amoy, ia selalu mengganggap Lily hanya seorang adik kecilnya, hingga Lily beranjak remaja pun Miko masih menggapnya bocah kecil yang selalu minta dibelikan es krim. Miko bahkan selalu bermanja manja pada Amoy di depan Lily, tanpa curiga apa yang di pikirkan adik kecilnya itu.

__ADS_1


"Gue mau nginep disini, ya lu tau lah alasannya apa, tapi kayanya gue mau tidur di kamar lain aja."


"Kenapa, biasanya juga tidur bareng."


"Ihh, gue tadi ngomong di denger enggak sih."


"Iya gue paham maksud lu, tapi kan kalau enggak ngelakuin apa-apa didepan Lily dia nya juga enggak bakalan curiga."


"Ya tetep aja gue enggak enak, pokoknya siapin kamar buat gue."


"Iya, nanti gue suruh pegawai buat siapan kamar."


Amoy duduk di samping Miko, ia ingin meceritakan perkembangan hubungannya dengan Malvin.


"Miko gue mau curhat."


"Gue enggak mau denger."


"Ya terus, gue harus ngapain ?"


"Cukup dengerin aja. " Kesal Amoy karena Miko tidak menanggapinya dengan baik. "Miko, tumben lu enggak marah."


Miko mengangkat sebelah alisnya, yang mewakili perkataannya 'Kenapa harus marah ?'


"Biasanyakan lu suka marah kalau gue deket cowok baru."


"Untuk sejauh ini Malvin aman."


"Maksudnya ?"


"Sebelum lu jadi lebih deket sama Malvin, gue udah periksa latar belakangnya, kehidupannya, termasuk dia lagi deket sama siapa."

__ADS_1


"Serius ? lu nyari infonya dimana ?"


" Bukan hal yang sulit buat cari informasi orang lain."


"Berarti lu tau, mantan atau cewek yang malvin deketin."


"Iya."


"Kasih tau gue dong Ko, Malvin suka sama cewek yang kaya gimna ?"


"Yang pasti bukan cewek kaya lu."


"Ihh Miko, gue serius nih nanyanya"


"Pokonya untuk sekarang kalau lu mau deketin Malvin deketin aja, tapi inget, selama hubungan lu sama Malvin baik baik aja gue enggak akan ikut campur, tapi kalau Malvin berani macam macam, lu tau sendiri gue enggak akan tinggal diam."


"Iya Koko, Makasih, Unchh makin sayang deh." Amoy memeluk Miko, Amoy merasa sangat beruntung memiliki Miko sebagai temannya.


"Sana kedapur." Ujar Miko.


"Ngapain ?"


"Siapain makan malam."


"Males masak, suruh pegawai aja ya." Amoy memasang wajah semenggemaskan mungkin agar Miko mau menurutinya.


"Yaudah kalau enggak mau masak, sana pergi jangan nginep, jaman sekarang mana ada yang gratis."


"Jahat banget sih, iya gue masak."


Jangan lupa like ya ☺

__ADS_1


__ADS_2