I Love My Friend

I Love My Friend
Makan siang (Part 3)


__ADS_3

Dion yang melihat Amoy tidak menunjukan reaksi apapun bahkan seperti orang yang saling tidak mengenal. Amoy menjadi kesal karena Dion benar benar tidak menganggap Amoy yang sempat 1 tahun menghabiskan waktu bersamanya. Semua kenangan seperti hilang begitu saja terhapus tanpa ada jejak sedikit pun.


"Makanan ini enak, coba deh." Amoy menyendokan makanan tersebut dan akan menyuapi Malvin. Ia berharap semoga Malvin tidak jijik dan mau makan bekas sendok yang telah masuk ke mulut Amoy.


Malvin melihat Amoy yang sedang menatap dan tersenyum getir kepadanya seolah tatapan itu mengatakan 'Aku mohon makan saja'.


Malvin memegang tangan Amoy untuk mengarahkan sendok itu masuk kemulutnya. Lagi lagi Amoy menjadi baper atas kelakuannya sendiri.


"Iya enak, lain kali kita makan disini lagi ya." Malvin tersenyum pada Amoy. Entahlah senyum itu memang tulus atau Malvin tersenyum karena mengikuti cerita buatan yang sedang Amoy lakukan.


"Kayanya film itu seru." Amoy menatap televisi yang di tempel di dinding yang tak jauh dari tempat ia duduk.


Malvin mengikuti arah pandangan Amoy. " Kamu mau nonton ?"


"Mau."


"Besok aku jemput ya."


"Iya." Amoy melingkarkan tangannya pada tangan Malvin dan menyandarkan kepalanya.


"Abisin dulu makanannya." Sekarang Malvin yang gantian menyuapi Amoy.


Walaupun ini hanya sandiwara tapi Amoy tetap menyukai dan berharap hal ini akan terjadi didunia nyata.


Dion dan pacarnya selesai makan duluan. Setelah keluar dari restoran, Amoy melepas tangannya yang masih melingkar di tangan Malvin.


"Malvin maaf ya, jadi malu." Amoy menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Amoy merasa malu, walaupun ia memang senang, tapi tetap saja Amoy takut Malvin menganggapnya aneh.

__ADS_1


"Udahan ceritanya ?" Malvin menyadari setelah laki laki yang duduk tak jauh dari tempatnya pergi lalu sikap Amoy kembali seperti biasa lagi.


"Iya."


"Enggak papa kok, enggak usah malu." Malvin melihat Amoy yang masih menutupi wajahnya.


Amoy menatap Malvin. "Makasih ya Vin."


"Iya."


"Ayo pulang, makananya biar aku yang bayar."


"Aku aja yang bayar."Ujar Malvin yang merasa tak enak.


"Enggak usah, aku emang mau traktir kamu, karena mau nemenin aku makan."


"Aku senang kamu mau ajakin aku, jadi biar aku yang bayar."


Dasar ceroboh, kenapa dompetnya sampai enggak kebawa. Amoy.


"Kenapa ?"


"Kamu aja yang bayar ya." Amoy tersenyum pada Malvin "Aku enggak bawa dompet lagi."


"Iya." Malvin hanya tersenyum pada kelakuan Amoy.


"Aku beneran enggak sengaja, dompetnya enggak kebawa." Takut Malvin tidak mempercainya.

__ADS_1


"Aku percaya kok."


Setelah membayar lalu Malvin mengantar Amoy pulang.


Saat dijalan ada yang ingin Malvin katakan, karena memang penasaran.


"Hmm, Moy. Yang tadi emang siapa ?" Ujar Malvin dengan hati hati, takut menyindir Amoy.


Amoy menyadari arah pembicaraan ini "Mantanku."


"Oh, ceritanya aku dijadikan perantara buat balas dendam ya haha."


"Eh bukan gitu." Walaupun memang niatnya itu. "Maaf ya Vin, aku cuma kesel aja liat dia, aku cuma pengen nunjukin tanpa dia aku baik baik aja."


"Iya aku ngerti kok." Malvin memberhentikan mobilnya didepan gerbang rumah Amoy.


"Makasih buat hari ini, lain kali aku yang traktir, janji enggak akan lupa lagi bawa dompet."


"Haha, iya."


Ketika Amoy akan turun dari mobil.


"Amoy."


"Iya ?"


"Yang tadi, aku serius mau ajakin kamu nonton, kamu mau enggak ?"

__ADS_1


"Iya, aku mau." Amoy tersenyum dengan lebar tak bisa menyembunyikan rasa senangnya begitu pula dengan Malvin.


jangan lupa like nya ☺


__ADS_2