I Love My Friend

I Love My Friend
Hari yang menyenangkan


__ADS_3

Matahari sudah semakin terbenam, Amoy tidak langsung pulang ke rumahnya ia akan mampir dulu ke rumah Miko, banyak hal yang ingin Amoy ceritakan pada Miko.


"Hai Li, Miko udah pulang belum ?." Amoy menyapa Lily dengan ramah lalu tersenyum.


"Ada di kamarnya, Kak Amoy masak lagi dong, aku pengen makan masakan Kak Amoy."


"Nanti saja ya." Amoy meninggalkan Lily, lalu pergi ke kamar Miko.


Miko baru saja keluar kamar mandi, ia merasa kaget Amoy tiba tiba ada di kamarnya


"Mikoooo." Amoy berteriak memanggil Miko lalu lari ke arahnya.


"Bukk." Hantaman pelukan membuat Miko hampir terpeleset dan jatuh karena Harus menahan berat badan Amoy. Amoy melingkarkan kakinya pada pinggang Miko dengan tangan yang melingkar di leher.


"Apaan sih lu, untung aja enggak jatuh." Miko memarahi Amoy namun tidak di dengar.


"Miko gue seneng banget." Mencubit kedua pipi Miko.


"Ceritanya nanti, sekarang turun dulu." Amoy masing menggelantung di badan Miko.


"Enggak mau, mau sekarang ceritanya."


"Handuk gue mau melerot Moy, serius gue enggak pake apa apa lagi, sekarang lu turun dulu." kedua tangan Miko sibuk menahan handuknya agar tidak merosot.


"Owhh maaf." Amoy melepaskan pelukannya, saking senengnya ia tidak sadar memeluk Miko seperti itu apalagi Miko hanya memakai handuk.


"Gue mau pake baju dulu, jangan ngikutin, sana duduk dulu."

__ADS_1


"Iya." Lagi lagi Amoy tidak fokus, dan malah mengikuti Miko masuk ke ruang ganti.


Amoy menunggu Miko dan tak sabar untuk bercerita. Miko duduk di samping Amoy.


"Kenapa ?"


"Malvin nembak gue."


"Lu enggak mati."


"Ihh serius."


"Iya iya, selamat ya gue dengernya ikut seneng, terus sekarang lu pacaran sama Malvin."


"Belum, gue belum kasih jawaban."


"Gue mau tau dulu seberapa seriusnya dia suka sama gue, gue enggak mau asal terima dia gitu aja, dalam waktu satu bulan gue kasih dia kesempatan buat buktiin bahwa dia memang bener cinta atau cuma main main."


"Bagus deh, sekarang temen gue udah dewasa ya." Miko mengacak acak rambut Amoy.


"Udah ah gue mau pulang, udah sore."


"Mau pulang ? gue kira mau nginep."


"Bokap gue kayanya mau pulang, dah gue balik ya." Baru saja Amoy akan menutup pintu, namun Miko memanggilnya.


"Moy." Miko memghampiri lalu mengecup kening Amoy. "Hati hati dijalan."

__ADS_1


"Iya."


"Tuh kan kalian pacaran." Lily memperhatikan mereka berdua dan melihat Kakaknya seperti tidak ingin ditinggalkan.


"Bocil, bawel ah." Miko mengambil es krim yang di pegang Lily, lalu masuk lagi ke kamarnya, Lily yang tak terima ikut masuk ke kamar Miko dan mengambil es krimnya kembali.


"Dasaar Kakak adik ini." Melihat Miko dan Lily berantem selalu membuat Amoy merasa gemas pada tingkah laku mereka.


~Rumah Amoy.


Amoy masuk ke dalam rumahnya dan melihat Betry dan Sella sedang mengobrol. Amoy akan melewati mereka begitu saja, namun Sella memanggilnya.


" Baru pulang ? darimana kamu, sini duduk dulu." Ujar Sella


Amoy sebenarnya malas mengobrol dengan mereka, namun Amoy masih menurutinya dan duduk bersebrangan dengan Betry.


"Minggu ini Sella akan menikah." Betry berbicara dengan jutek.


"Inget, jangan malu maluin." Sambung Sella.


"Memangnya aku melakukan apa, kenapa kalian selalu bilang aku malu maluin."


"Membunuh ? memangnya itu tindakan apa? memalukan ketika kamu membunuh saudara mu sendiri."


"Ibu sudah bu." Ujar Sella.


Hari ini Amoy tidak ingin bertengkar dengan ibunya, karena hari ini hari yang menyenangkan dan Amoy tidak ingin di hari seperti ini ada yang merusaknya.

__ADS_1


setelah membaca jangan lupa like nya 😊


__ADS_2