I Love My Friend

I Love My Friend
Liburan ke pantai (Part 3)


__ADS_3

Amoy melihat Malvin yang baru datang dan akan turun dari mobil, secepat mungkin Amoy berlari agar Malvin tidak melihat apa yang sedang di lakukan Miko dan Cessa.


"Udah ketemu saudara kamu nya." Amoy berbicara dengan nada yang terputus putus karena setelah berlari.


"Udah, kenapa lari-lari."


"Enggak papa, ayo pergi." Amoy masuk kedalam mobil.


"Kemana ?"


"Kemana pun." Amoy tidak ingin Malvin melihat kelakuan brengsek nya Miko, karena Amoy takut Malvin akan berpikir Miko orang yang tidak baik, dan Amoy juga tidak ingin malvin melihat Cessa yang berbikini yang mungkin bisa saja membuat pandangan Malvin teralihkan pada Cessa, karena Amoy yang sesama perempuan saja terpukau dengan bentuk tubuh nya Cessa.


~Sementara itu Miko dan Cessa masih berciuman, sampai Cessa melepaskan ciumannya.


"Kenapa ragu ?" Cessa melihat Miko yang hanya bermain-main dengan tali bikini saja, tanpa ada niat untuk melepaskannya.


Miko masih terdiam pandangannya masih tertuju pada Amoy yang sedang berlari.


"Miko." Ujar Cessa yang merasa diabaikan.


"Iya."


"Sudah lah, kamu memang enggak niat buat lakuin."


"Lakuin apa ?" Miko balas menatap Cessa yang seperti nya marah, kemudian Miko baru menyadari apa yang di maksud Cessa. "Kita enggak harus ngelakuin sejauh itu."


"Kenapa ? kamu enggak mau, kenapa enggak mau mencobanya ?"


"Berhubungan badan ?" jawab Miko secara terang-terangan. "Bohong jika aku bilang enggak mau mencobanya, aku juga memiliki nafsu, aku juga ingin mencobanya, tapi ini kesenangan yang bersifat sementara, Cessa ini terlalu beresiko untuk mu."


"Kamu tau kenapa aku bersikap murahan seperti ini ? karena aku mencintai mu, bahkan aku akan merelakannya untukmu."


"Itu sesuatu yang harus kamu jaga, kamu enggak harus bersikap seperti ini, kamu enggak boleh merelakannya untuk orang seperti ku, atau siapapun laki laki yang bukan suami kamu nanti."


"Apa karena dia ? kamu bukan orang yang berpikir Sex harus dilakuakan setelah menikah."


~Karena Siang hari cuaca di sekitar pantai jadi begitu terasa panas. Sudah gelas ke 3 Amoy dan Malvin memesan minuman nya,


"Aku belum mandi, jadi tambah gerah." Amoy mengibaskan topi nya agar tercipta angin buatan.

__ADS_1


"Lagian kenapa buru buru banget."


"Kamu enggak harus tau." Amoy tidak ingin Malvin yang polos menjadi ternodai karena kelakuan Miko dan Cessa.


" Kenapa memangnya ?" Malvin jadi penasaran.


"Ada adegan yang enggak boleh kamu lihat."


"Adengan apa ?"


"Sudah lah, bukan hal yang penting untuk di bahas, ayo ketempat yang lebih adem."


Sayang rasanya jika hanya duduk disini saja, karena sore mereka harus pulang, Amoy dan Malvin berjalan-jalan kemanapun mereka ingin pergi, sudah lama Amoy menginginkan moment seperti ini berjalan-jalan bersama pacar sambil menikmati hembusan angin laut, lalu melihat indahnya sunset.


"Ayo balik ke Villa, udah sore kita belum ngerapihin barang." Ajak Malvin


Setelah sampai Villa, bukannya masuk Amoy malah menarik tangan Malvin untuk mendekat pada sisi pantai dekat Villa.


"Nanti kita kemalaman loh pulangnya."


"Enggak papa, ayo lihat sunset dulu." Amoy duduk pada pasir-pasir putih itu lalu Malvin ikut duduk di samping Amoy.


Malvin mengarahkan kepala Amoy untuk bersandar di pundaknya, Malvin tidak tau apa yang dilakukannya membuat Amoy begitu senang, hanya bersandar saja rasanya begitu menjadi mendebarkan, ini memang hal yang sederhana tapi bagi Amoy perlakuan Malvin yang seperti ini lah yang membuat Amoy begitu jatuh cinta.


"Indah bukan." Amoy mendekatkan wajahnya pada wajah Malvin, ciuman singkat yang mendarat dengan pas dibibir Malvin membuat pandangan Malvin teralihkan dari indahnya matahari yang akan terbenam.


Ciuman pertama Amoy dengan Malvin dengan suasana yang mendukung membuat Amoy akan terus mengabadikan kenangan indah ini.


Sesaat Malvin juga menikmatinya sampai ia tersadar apa yang dilakukannya akan menjadi sebuah boomerang.


"Kenapa berhenti ?"


"Kamu duluan ke Villa, aku lupa meninggalkan barang di rumah saudara ku." Malvin kemudian beranjak pergi.


Sambil menunggu Malvin pulang, Amoy mengemas barangnya terlebih dahulu, dikamar sudah ada Cessa yang sepertinya akan mengememasi barang nya juga.


"Lu mau pulang hari ini juga." Amoy melihat Cessa mengeluarkan koper nya.


"Iya."

__ADS_1


"Gue kira, lu sama Miko mau lebih lama lagi di sini."


"Memang rencananya hanya dua hari."


"Ohh, Cessa ada yang mau gue katakan." Amoy sebenarnya masih ragu.


"Apa."


"Maaf."


Cessa yang sedang mengemasi barangnya kemudian ia melihat Amoy. "Permintaan Maaf lu enggak akan mengubah apapun."


Amoy hanya terdiam, walaupun dengan tulus Amoy meminta maaf, bagi Cessa itu bukanlah hal yang penting.


Amoy duduk di ruang tengah untuk menunggu Malvin, tidak lama kemudian terdengar suara suara mobil dari luar.


Miko masuk terlebih dahulu dengan wajah kesal nya, kemudian di ikuti Malvin.


"Wajah kamu kenapa ?" Amoy memegang pipi Malvin yang sedikit membengkak dengan noda darah yang masih menempel di ujung bibir. "Kalian berantem?" Amoy menghentikan Miko.


"Tanya aja sama pacar lu." Miko berkata dengan ketus.


"Enggak papa kok Moy, tadi ada salah paham sama orang asing."Ujar Malvin yang menjelaskan.


"Trus kenapa dengan ekspresi wajah Miko." Amoy tidak memahamainya.


"Nahan berak." Miko kemudian menutup pintu kamar.


"Jelaskan apa yang terjadi." sambil mengobati luka Malvin, Amoy ingin mengetahui kejadiannya.


"Tadi aku bertemu dengan orang asing, kayanya cowoknya suka sama temennya sendiri."


"Terus." Amoy bertanya lagi. "Apa hubungannya dengan kamu."


"Karena aku ada disamping cewek yang disukainya, cowok itu mengira aku merebutnya."


Miko keluar kamar lagi untuk mengambil hp nya yang tertinggal.


"Kenapa repot repot menjelaskan, Amoy terlau bodoh untuk memahami hal seperti ini." Ucapan Miko sontak membuat Amoy melayangkan bantal yang tepat mendarat di wajah Miko.

__ADS_1


"Heyy, otak gue enggak sebodoh itu." Amoy jelas saja tidak menerima dikatakan bodoh di depan orang yang dicintainya.


Jangan lupa like nya 😊


__ADS_2