
Setelah seharian tidak saling berbicara, akhirnya Miko dan Amoy berbaikan kembali. Walaupun Miko sangat kesal pada kelakuan Amoy tadi, tapi Miko memang tidak bisa marah pada Amoy. Memang sangat memalukan ketika bekas ciuman itu terpampang jelas di wajahnya. Miko tidak tahu jika yang ditemuinya tadi bukan pak Wahyu bagaimanan jika Dosen lain, membayangkannya saja membuat Miko bingung mau buat alasan apa ketika ia ditanya.
"Ko." Amoy menundukan kepalanya.
"Apa. " Menjawab tanpa melihat Amoy. fokus melihat ke depan, karena sedang menyetir.
"Gue gak mau pulang, gue nginep ya dirumah lu "
"Kenapa emang ?"
"Ada nyokap dirumah."
"Oh. Mau ngambil baju dulu nggak."
"Baju lu kan ada." Amoy memang sering pakai baju Miko ketika menginap.
__ADS_1
"pakain dalem lu nggak ada di gue." Karena memang sudah diambil Amoy.
"Beli aja. Males balik."
"Yaudah nanti ke Mall dulu, sekalian ada yang mau gue beli."
"Ok."
~ Keramaian Ibu kota yang semakin padat oleh gedung pencakar langit membuat suasananya menjadi begitu ramai, Banyak orang yang masih berlalu lalang di berbagai macam penjuru. Baik karena yang pulang kerja atau hanya sekedar anak muda yang sedang kumpul. Miko berhenti di sebuah gedung mewah, gedung itu adalah mall terbesar di negeri ini.
"Ok, nanti telpon aja kalau udah selesai."
Miko membeli apa yang ia beli, dan Amoy pergi menuju tempat penjualan pakaian, memilih satu setel baju untuk ia pakai besok dan tak lupa membeli pakain dalam yang memang itu tujuannya. Amoy membelinya lumayan banyak, sengaja untuk stok persedian di rumah Miko. Setelah selesai Amoy menelpon Miko untuk mengabarinya bahwa ia sudah berada di parkiran. Karena Miko yang membawa kunci mobil, membuat Amoy harus menunggu di luar.
"Lama banget, beli apa emang ?"
__ADS_1
"Maaf tadi pilih pilih dulu."
"Duhh pengen kencing lagi." Amoy memberikan belanjaanya pada Miko, lalu pergi lagi kedalam untuk mencari toilet.
Miko masuk kedalam mobil, lalu menaruh barang yang Amoy beli tadi disamping tempat duduknya. tanpa sengaja Miko menjatukan Bra berwarna merah muda itu, diambilnya oleh Miko namun tidak langsung Miko masukan kedalam kantung belanjaan, tanpa sadar ia menaruh telapak tangannya pada gundukan Bra tersebut, tangan Miko menyesuaikan bentuk dari Bra itu seolah ia sedang memegangnya langsung.
"Besar." Jiwa laki lakinya tanpa di perintah berpikir sendiri mengira ngira seberapa besarnya itu.
Amoy membuka pintu mobil, Miko yang medengarnya langsung menaruh barang itu pada tempatnya lagi dan mencoba untuk kembali pada pikiran normalnya.
Perjalanan menuju rumah Miko menjadi hening, Amoy terlelap dalam tidurnya, hari ini memang melelahkan. Saat sampai, Miko membangunkan Amoy, namun terlihat penolakan bahwa ia tidak ingin dibangunkan. Akhirnya Miko menggendong Amoy sampai ke kamarnya, tubuh Amoy tidaklah begitu berat karena memang sedikit kurus, tapi bagian atas dan bokongnya cukup berisi, Sehingga tubuh kurusnya terlihat bagus.
Dengan perlahan Miko menjatukan tubuh Amoy pada tempat tidur, membenarkan posisi tidurnya agar badan Amoy tidak merasa sakit. Amoy hanya menggeliat namun masih terlelap karena saking ngantuk dan capeknya.
**Yu klik tombol 👍. Biar authornya semangat.
__ADS_1
kalau bisa vote juga ya hehe 😅**