I Love My Friend

I Love My Friend
Ending


__ADS_3

Kebenaran yang sesungguhnya.


~


2 tahun yang lalu.


Malvin merasa frustasi dengan kehidupannya, jangankan untuk membayar uang kuliah, untuk makan sehari-hari saja rasa nya sangat sulit, setelah Ayah nya melakukan tindakan korupsi membuat Malvin dan keluarganya harus kehilangan banyak hal.


Miko dengan segala kekuasaanya, memanfaatkan keterpurakan dari keluarga Malvin dan membuat sebuah kesepakatan.


Setelah membuat janji untuk bertemu, Miko kemudian akan menjelaskan tujuannya.


"Lu kenal dia ?" Miko memperlihat foto Amoy.


"Ya, satu fakultas, siapa pun mengenalinya lu dan teman teman lu, termasuk Amoy."Malvin.


""Gue ingin menawarkan sebuah kesepakatan." Miko.


"kesepakatan apa ?"Malvin.


"Gue bisa bayarin uang kuliah lu sampai lulus, gue juga bisa memberi keluarga lu tempat tinggal dan yang terpenting gue bisa menghapus catatan tindakan korupsi yang dilakukan bokap lu."Miko.


"Bagaimana lu bisa tau tentang keluarga gue ?" Malvin.


"Koneksi, bokap lu kerja di perusahaan bokap gue." Miko.


Malvin meneguk ludahnya sendiri, Malvin tidak tau apa yang akan dilakukan Miko. "Apa yang bisa gue lakuin ? sampai lu mau lakuin itu semua."


"Dapatkan perhatian Amoy, setelah itu pacari dia sampai kelulusan kurang lebih 2 tahun, selama 2 tahun itu jangan membuat kesalahan apapun." Miko.


"Apa maksud lu, kenapa gue harus lakuin itu ? dan kenapa gue orang yang lu pilih." Malvin.


"Gue suka sama Amoy, selama ini hubungan kita memang dekat, tapi dia enggak memiliki perasaan yang sama dengan gue, dia hanya menganggap gue sebagai teman dan keluarga. Kenapa gue milih lu, karena gue bisa memanfaatkan dan mengendalikan situasi keluarga lu sekarang, selain itu secara fisik dari badan lu gue yakin Amoy akan tertarik sama lu dan juga sebelumnya lu memiliki tipe keluarga yang Amoy inginkan." Miko.


"Gue belum paham maksud lu tentang rencana mendekati Amoy." Secara fisik dan keuangan Miko tentu sangat baik, tapi kenapa Miko tidak bisa menarik perhatian Amoy, selain itu jika Miko tidak mendapatkan Amoy, Malvin yakin Miko bisa mendapat seseorang yang lebih baik dari Amoy dan yang lebih membingungkan kenapa Miko mau mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya karena Amoy.


" Amoy sering ganti ganti pacar, hubungannya memang enggak bertahan lama, gue yakin cepat atau lambat Amoy akan meninggalkan gue dan sebelum itu terjadi gue ingin lu pacaran sama dia, turuti semua keinginan Amoy dan jadi pacar idamannya, beri dia kasih sayang dari lu dan keluarga lu terutama nyokap lu, kalian harus bekerjasama, setelah dua tahun lu tinggalin Amoy, buat kepercayaannya pada seorang laki laki menghilang." Miko.


"Jadi maksud lu, setelah gue memberikan kehidupan yang Amoy inginkan gue tinggalin dia, buat dia trauma pada laki laki lain lalu Amoy akan menganggap lu satu satunya laki laki yang baik untuknya" Malvin.


"Bisa di bilang begitu." Miko.


"Yang lu rasakan pada Amoy apa itu rasa cinta ? gue rasa itu obsesi."Malvin.


" Perasaan apapun itu, itu urasan gue, jadi lu mau ikut kesepakatannya ?" Miko.


"Bagaimana kalau gue enggak dapat perhatian Amoy dan enggak pacaran sama dia ?" Malvin.


"Gue anggap kesepakatannya gagal." Miko.


"Kalau misalkan gue udah pacaran sama Amoy, bagimana kalau gue juga cinta sama dia, apa lu enggak takut hal itu terjadi ?" Malvin.


"Lu enggak akan berani cinta sama Amoy, karena kalau hal itu terjadi, gue bisa lakuin hal yang lebih buruk dari pada keadaan keluarga lu yang sekarang, gue pastikan itu akan terjadi, menghilangkan keluarga lu tanpa jejak bukan hal yang sulit." Miko.


"Bisa gue pikirkan dulu ?" Malvin.


"Ok, pikirkan dulu, gue tunggu jawabannya besok." Miko.


Malvin memikirkan tawaran Miko, dengan kekuasaan dan uang yang dimiliki Miko tentu saja Miko dapat melakukan apapun yang Miko mau, Setelah pembicaraan Malvin dengan Miko, Malvin melihat sisi gelap dari Miko yang seperti iblis, ia akan menyingkirkan apapun yang menghalanginya dan dengan cara apapun itu, Miko tidak akan perduli perbuatannya itu benar atau tidak. Jika Malvin menyetujui kesepakatan itu, taruhannya adalah keluarganya sendiri, tapi kalau Malvin tidak menyetujuinya, Malvin sangat butuh bantuan dari Miko.


.....................


~


"Bagaimana keputusannya ?" Miko.


"Gue setuju, apapun yang lu mau gue turuti." Malvin.


"Lu punya pacar kan, Delis dari fakultas kedokteran." Miko.


"Ya." Miko bahkan tau hal apapun tentang Malvin.


"Lu harus putus, gue mau lu fokus sama Amoy." Miko.


"Masalah itu biar gue yang urus."Malvin.


" Ok. Gue akan memfasilitasi semuanya, ada rumah yang bisa lu tempati selama berpacaran dengan Amoy nanti gue kasih alamatnya, rumah itu berdampingan dengan rumah Salsa dia juga temannya Amoy, selama tinggal di situ jangan menimbulkan kecurigaan." Miko.


"Jika rencana itu berhasil, setelah putus apa yang harus gue lakuin ?" Malvin.


"Lu harus pindah dari sini, oh ya setelah lu berpacaran dengan Amoy lu harus laporin tentang Amoy apapun itu." Miko.


"Ok."


.....................


~


Game di mulai dari sekarang.


"Bagaiaman rencana nya ?" Miko.


"Gue ikut kepanitiaan yang sama dengan Amoy, dan gue rasa Amoy mulai tertarik, gue menawarkan dia pulang bareng, gue tau dia bawa mobil, tapi Amoy meninggalkan mobilnya dan pulang bareng gue." Malvin


.....................


~


"Kapan lu mau bilang ke Amoy kalau lu cinta sama dia ." Miko.


"Hari ini, gue akan mencobanya hari ini." Malvin.


.....................


~


" Gue udah nembak Amoy, Amoy enggak langsung nerima gue jadi pacaranya." Malvin.


"Gue tau, dia kasih kesempatan 1 bulan kan ?" Miko.


"Ya, kenapa Amoy enggak langsung nerima gue jadi pacarnya, lu bilang Amoy suka sama gue."


"Dia sengaja ngelakuin itu, selama satu bulan ini jangan buat kesalahan apapun, karena gue yakin Amoy akan nerima lu." Miko.


.....................


~


"Seharusnya hari ini jawabannya, kenapa Amoy sulit di hubungi ?" Malvin.


"Dia lagi sakit, hari ini hari yang buruk bagi keluarganya." Miko.


"Sebenarnya ada apa dengan keluarga Amoy." Malvin.

__ADS_1


"Nanti juga lu tau." Miko.


.....................


~


"Sesuai rencana, gue sama Amoy mulai pacaran." Malvin.


"Bagus lah, untuk kedepannya tetap pada rencana yang sama." Miko.


.....................


~


"Hari ini gue ajak Amoy main ke rumah, dan Nyokap gue suka sama Amoy, pertama kali gue bilang apa yang kita rencanain nyokap gue sempat marah, karena pasti itu akan sangat menyakiti Amoy." Malvin.


"Gue ngerti apa maksud nyokap lu, gue minta tolong selama 2 tahun yang akan datang tolong beri Amoy kasih sayang yang tulus dari seorang ibu, setelah Amoy tau semuanya dia pasti akan sangat sedih, tapi Amoy enggak akan menyesal kalau Amoy pernah dicintai seorang Ibu walaupun sesaat." Miko.


.....................


~


"Gue dan yang lainya mau berlibur, selama itu jangan terlalu sering menghubungi Amoy." Miko.


"Ok." Malvin


~


"Saat liburan, gue sama Amoy ketaun ciuman sama yang lain." Miko.


"Serius ? trus respon yang lain gimana ?" Malvin.


" Gue rasa ini akan menjadi akhir dimana Amoy akan melepas hidupnya yang berhubungan dengan hidup gue." Miko.


"Kalau enggak ada rasa sama lu, kenapa dia mau ngelakuin ciuman, gue rasa kalau hubungan kalian cuma sekedar teman itu tentu saja berlebihan." Malvin.


"Entah lah, mungkin ini jadi suatu kebiasaan." Miko.


"Hubungan kalian memang aneh." Malvin.


"Oh ya satu hal lagi, Salsa suka sama lu, dia terang terang bilang di depan Amoy."Miko.


"Salsa yang jadi tetangga gue ?" Malvin.


"Ya, mungkin setelah kejadian ini Amoy akan memilih teman atau pacarnya, jadi lu tetap yakinin Amoy agar Amoy enggak goyah oleh perasaannya sendiri." Miko.


.....................


~


"Tadi Amoy ke rumah, dia ceritain semua kejadian yang pernah dia lakuin sama lu." Malvin.


" Dia terlalu jujur." Miko.


"Ya dia terlalu jujur, seharusnya dia sembunyikan, hal seperti ini sudah seperi aib yang harus di tutup rapat, kalau Amoy pacar beneran gue, gue enggak yakin bisa menerimanya, tapi gue hargai kejujurannya, karena tidak semua orang bisa berkata seterbuka itu." Malvin.


"Apa dia menyesal ? bagaimana menurut lu, apa Amoy terlihat menyesal dengan apa yang telah dia lakuin bersama gue." Miko.


"Dia terlihat sangat menyesal, dia ingin berhenti bergantung dengan kehidupan lu, gue rasa alasannya bukan hanya karena gue, tapi keputusannya itu karena dirinya sendiri." Malvin.


"Ternyata benar, apa yang gue khawatirkan." Miko.


.....................


~


"Apa dia bilang dulu, sebelum dia datang ke rumah gue." Miko.


" Sepertinya Amoy enggak mau kalau gue salah paham." Malvin.


"Sepertinya lu udah masuk dalam kehidupannya, Amoy bukan orang yang mau jika hidup nya ada yang membatasi, biasanya dia akan pergi kemanapun tanpa izin siapapun."Miko.


"Miko, apa lu sakit karena Amoy." Malvin.


"Gue cuma belum terbiasa tanpa Amoy, rasanya seperti kehilangan heroin." Miko.


.....................


~


"Minggu ini Amoy ngajakin ke pantai, kemungkinan kita menginap, apa harus gue tolak ?" Malvin.


"Tetap turuti maunya, gue sama Cessa akan ikut." Miko.


"Ok, nanti gue kabari tempatnya." Malvin.


.....................


~


Ciuman pertama Amoy dan Malvin.


"Udah gue bilang jangan cium Amoy." Miko memukul Malvin, satu pukulan saja membuat bekas di sudut bibir Malvin.


"Dia duluan yang cium gue." Malvin.


"Tapi lu enggak melepas nya." Miko akan memukul Malvin kembali, namun Malvin berhasil menangkas pukulan Miko.


"Gue yang salah jadi tolong berhenti, kejadian seperti ini enggak akan terulang kembali." Kalau bukan saja Malvin membutuhkan Miko, Malvin pasti akan balik menghajar Miko.


.....................


~


"Amoy menanyakan apa gue mencintainya." Miko.


"Dia baru bertanya sekarang ? apa Amoy baru sadar lu suka dia." Malvin berpikir Amoy itu memang bodoh, polos atau selama ini ia hanya pura pura tidak tau.


" Gue juga enggak tau kenapa dia tiba tiba nanya kaya gitu, mungkin Amoy mulai merasa enggak nyaman karena sikap gue." Miko.


" Gue bisa nebak ending nya, lu pasti di tolak." Malvin.


"Iya dia nolak gue secara terang terangan." Miko.


.....................


~


"Gue lagi kangen banget sama Amoy, gue cuma bisa liat dia dari jauh, tanpa bisa menyentuhnya bahkan hanya untuk mengajaknya berbicara gue harus cari topik nya dulu." Miko.


"Ada yang bisa gue bantu ?" Malvin.


"Ajak dia makan malam, tempat nya harus tertutup, nanti gue kasih tau rencananya." Miko.

__ADS_1


Malvin mengikuti rencana Miko, mengajak Amoy makan malam berdua lalu setelah itu Malvin menyaksikan hal gila. Dengan mata Amoy yang ditutup, Miko kemudian mencium Amoy, puas melakukannya kemudian Malvin yang menggantikan posisi Miko tadi, Malvin berjongkok di depan Amoy seolah Malvin yang telah mencium Amoy.


.....................


~


Setelah 2 tahun


"Hampir 2 tahun, bagaimana hubungan lu sama Amoy." Miko.


"Amoy semakin menjengkelkan, dia kadang terlalu cemburu dan gue enggak tahan dengan sikap nya yang semaunya." Malvin.


"Sebentar lagi selesai, lu harus masih bersabar." Miko.


.....................


~


"Ada yang mau gue tanyakan dan lu harus jawab dengan jujur, apa lu suka sama Amoy." Miko.


"Dia bukan tipe gue, gue juga udah punya orang yang gue suka, seperti lu suka sama Amoy, gue suka sama Delis, kenapa ? lu khawatir gue suka beneran sama Amoy." Malvin


" Tetap pada rencana, suka atau enggak nya lu sama Amoy." Miko.


.....................


~


"Akhiri game nya sekarang, kirim foto lu yang tidur dengan perempuan lain." Miko.


"Ok, gue kirim sekarang, setelah itu apa yang harus gue lakuin ?" Malvin.


"Tinggalin tempat ini, lu harus segera pindah." Miko.


"Apa gue harus ucapin salam perpisahan dulu, atau seenggaknya gue mutusin dia dulu." Malvin


"Enggak usah, setelah ini menghilang saja dari kehidupan Amoy." Miko.


"Miko, setelah apa yang udah kita lakuin sama Amoy, dan setelah kejadian ini kalau Amoy belum bisa nerima lu, lu lebih baik melepasnya, gue ngomong kaya gini bukan maksud gue suka sama Amoy, gue cuma kasihan, selama 2 tahun ini, yang gue liat dari Amoy, dia kadang emang menjengkelkan tapi dia perempuan yang baik dan jujur, dia emang terlihat butuh kasih sayang, tapi dia juga butuh kebebasan, dan gue tau lu pasti ngerti Amoy orang yang seperti apa." Malvin.


Game selesai.


......................


10 tahun kemudian.


Semua rencana yang telah Miko lakukan sampai saat ini Amoy belum mengetahuinya, Miko menutupi dengan baik, hingga tidak menimbulkan kecurigaan sedikit pun. Rencana Miko juga sangat berpengaruh pada kehidupan Amoy sekarang, setelah putus dengan Malvin, hingga sampai saat ini Amoy tidak berpacaran dengan siapapun karena putusnya dengan Malvin membuat sebuah luka baru yang sulit dihilangkan. Lalu bagaiamana hungannya dengan Miko ? Amoy memang kembali pada Miko tapi status hubungan mereka hanya sebatas teman, bukan teman seperti dulu, mereka berdua berteman dengan normal, tidak ada tidur bareng, tidak ada ciuman atau apapun itu yang dikatakan tidak normal.


๐Ÿ“ž Miko : 'Halo, hari ini pulang jam berapa ?'


๐Ÿ“žAmoy : 'Jam 8'


๐Ÿ“žMiko : 'Mau makan malam bareng.'


๐Ÿ“žAmoy : ' Boleh, nanti jemput aja.'


๐Ÿ“žMiko : 'OK.'


Miko menjemput Amoy ke tempat kerjanya, Amoy juga sudah menunggu Miko.


"Miko pokonya kamu harus traktir makan yang enak, hari ini aku capek banget, apa karena faktor umur ?"


" Haha bisa jadi."


Miko memarkirkan mobilnya pada restoran mewah yang terkenal karena keromantisannya.


"Kenapa kita kesini." Ujar Amoy yang tetap mengikuti Miko masuk.


Amoy hanya tau tempat ini dari internet, memang sangat terkenal di kalangan orang tertentu karena harga yang di tawarkan tidak masuk akal, tapi setelah memasukinya tempat ini memang sebanding dari uang yang harus dikeluarkan, dari suasan tempat, rasa masakan hingga pelayanannya memang luar biasa.


"Kamu mau ngajakin aku pacaran ? kenapa makan di sini." Amoy yang sudah perhitungan dengan uang tentu saja makan di sini hanya menghamburkan uang saja. " Tapi karena ini traktiran gue jadi ngerasain makan di sini, makasih."


"Siap yang mau ngajak pacaran."


"Iya sih, kamu tau sendiri aku udah enggak minat pacaran."


"Kita nikah aja." Miko membuka sebuah kotak yang berisi cincin.


Mendengar kata nikah, membuat Amoy harus menelan makanannya dengan susah.


"Kenapa tiba tiba ?"


"Kita udah cukup umur dan udah lama saling mengenal, memang apa rencana kamu kalau enggak mau nikah, mau hidup tua sendiri ?"


Selain mengumpulkan uang yang banyak, Amoy memang sudah tidak memikirkan percintaannya.


"Amoy, menikah tanpa rasa cinta memang bukan hal yang mudah dan bukan hal yang dapat di coba-coba, tapi kalau kita enggak nikah apa kita mau kaya gini terus ? apa kamu enggak bosan dengan kehidupan kita sekarang ? kita terus menerus bekerja tapi itu semua seperti menjadi hal yang enggak berarti, kita memamg mendapat uang banyak dan tentu itu hal yang menyenangkan, tapi rasanya ada yang kurang, aku ingin memiliki sebuah keluarga, bagaimana dengan mu ?"


" Aku ingin memilik anak, karena sering melihat anak teman ku, tapi aku enggak berpikir akan menikah, bahkan aku sempat memiliki rencana aku akan mengadopsi anak."


" Adopsi anak memang bukan hal yang buruk, tapi itu akan berpengaruh pada pandangan masyarakat, misalnya tempat lingkungan kerja, mungkin kamu kamu akan disangka hamil duluan, lalu mulai beredar gosip setelah hamil kamu di tinggalkan kekasihmu, setelah itu pikirkan anak yang kamu adopsi, apa dia enggak akan bertanya mana Ayahnya ? Amoy kita pernah merasakan tidak mendapat kasih sayang orang tua secara lengkap, kamu tau sendiri rasanya seperti apa. Kenapa kamu masih bodoh dan berpikiran sempit begitu. Kita menikah saja dan memiliki anak"


Amoy terdiam sebentar, lalu mengambil cincin itu.


"Ayo kita nikah, punya anak dari keturan kita sendiri, menyayangi mereka dengan tulus dan membangun sebuah keluarga yang harmonis." Amoy memakai cincin itu sendiri. Untuk kedepannya Amoy tidak tau keputusannya ini benar ata tidak. Amoy tertarik hanya karena mendengar sebuah kata 'anak.'


"Hey, lepasin cincinnya, kenapa di pakai sendiri." Miko meraih tangan Amoy dan melepas paksa cincin yang sudah terpasang di jari manis itu.


"Kenapa ? nikah nya enggak jadi."


"Coba pake cara yang lebih berkesan." Miko meraih kembali tangan Amoy, namun sekarang dengan cara yang lebih halus.


"Amoy, will you marry me "


"Ya."


Miko memakaikan cincin itu pada jari manis Amoy, setelah bertahun tahun akhirnya Miko sepenuhnya akan memiliki Amoy.


~**TAMAT~


Ucapan Terimakasih**.


Haiii semua nya aku Ski


Terimakasih banyak pada kalian semua yang telah membaca cerita ini dari awal hingga selesai. Terutama pada kalian yang udah like, komen dan Vote.๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Enggak nyangka akhrinya aku bisa nyelesain cerita ini, walau sempet mau berhenti๐Ÿ˜ฅ, tapi berkat kalian yang mau tau kelanjutan dari ceritanya, buat aku jadi semangat buat nyelesain cerita ini.


Mungkin beberapa dari kalian ada yang kecewa sama endingnya, tapi itu memang udah rencana di buat kaya gini,๐Ÿ˜Š maaf ya kalau enggak sesuai dengan ekspetasi kalian ๐Ÿ˜ณ


Sekali lagi, Ayo dong bagi kalian yang belum like, komen dan vote bisa kalian lakukan sekarang, anggap aja ini sebagai hadiah buat author ๐Ÿ˜œ


yang belum kasih penilaian jangan lupa bintang 5 nya ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2