I Love My Friend

I Love My Friend
Jawaban


__ADS_3

Hari, tanggal dan bulan ini adalah hari ketika Amoy dan Miko kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Dimna Miko kehilangan sang Ibu dan Amoy kehilangan kembarannya.


"Miko gue mau pulang."


Miko terus menghiraukan Amoy yang meronta ingin pulang, namun Miko terus melajukan mobil ke arah rumahnya.


~Rumah Miko.


"Ayo turun." Miko keluar mobil terlebih dahulu. Amoy kemudian menyusul dan menghentikan Miko.


"Gue bilang, gue mau pulang." Amoy terus memukul dada Miko sebagai perlawanan. Miko kemudian memegang tangan Amoy untuk berhenti memukulnya.


"Hari ini gue enggak bisa biarain lu pulang." Miko kemudian memeluk Amoy, suara tangisan Amoy mulai terdengar. Hari ini hari yang sangat menyedihkan bagi mereka berdua, Miko masih bisa menahannya, namun Amoy tidak bisa mengontrol kesedihannya."Jangan pulang, tetap disini." Miko mencoba menenangkan Amoy. "Lu tau sendiri kalau lu pulang." Ibu akan terus menyudutkan Amoy hingga Amoy akan menyalahkan dirinya sendiri dan Amoy akan membiarkan tubuhnya terluka.


~Miko mengambil termometer dan melihat suhu tubuh Amoy, Untung saja suhu nya turun dan tidak sepanas waktu malam.


"Selamat pagi, masih pusing enggak ?." Membenarkan rambut Amoy yang berantakan.


"Udah baikan."


"Syukur deh, ayo sarapan dulu."


"Gue enggak pengen makan."


"Dari kemarin belum makan, makan ya, sedikit aja." Menyuapai Amoy. "Moy, ayo dong, buka mulut nya, Aaa." Setelah di bujuk akhirnya Amoy mau makan juga.

__ADS_1


"Semalam malvin nelpon gue."


"Kenapa nelpon lu."


"Kayanya dia khawatir sama lu, coba lu telpon dia."


"Astaga kemarin gue harusnya ketemu sama dia." Amoy merasa bersalah pada Malvin, bagaiamana Amoy bisa melupakannya.


"Hp gue mana."


"Lu istirahat aja, biar gue yang cari hp nya." Miko sudah mecari dari sofa, tempat tidur, kamar mandi, tapi tidak menemukan hp Amoy.


"Dimana sih lu naronya." Miko menjadi emosi sendiri karena tidak menemukan hp Amoy, padahal ia mencari dengan teliti.


"Coba inget-inget lagi."


"Enggak inget gimana dong." Amoy malah ilut marah. "Sini hp lu."


"Mau ngapain ?"


"Mau telpon Malvin lah."


"Lu yakin mau telpon pake hp gue, nanti yang ada dia malah curiga."


"Trus gue harus gimana."

__ADS_1


"Siang ini ada kuliah, lu temui langsung."


~Amoy bergegas mencari malvin, hari ini jadwal kuliah nya sama dengan Malvin, Amoy menunggun di luar ruangan yang mungkin saja akan di pakai kelas Malvin.


"Heii." Amoy akhirnya bertemu dengan Malvin. "Ayo bicara sebentar." Ajak Amoy. Malvin mengikuti Amoy ke tempat yang lebih sepi.


"Kamu baik baik aja kan." Ujar Malvin yang merasa lega karena telah melihat Amoy.


"Sekang udah lebih baik, Malvin maaf." Menundukan kepalanya lalu menatap Malvin . "Aku benar benar minta maaf, kemarin ada sesuatu yang terjadi, aku juga lupa naro hp, jadi enggak bisa mengabarimu." Dengan serius Amoy menatap Malvin agar ia percaya padanya.


"Iya nggak papa, aku merasa lega, aku kira kamu sedang ada masalah, bahkan aku berpikir kamu tidak serius dengan semua ini."


"Tentu saja aku serius, aku akan jawab sekarang, 1 bulan lewat 1 hari semoga enggak telat." Amoy tersenyum pada Malvin. " Aku juga mencintaimu."


"Beneran ? seriuskan ?" Malvin sangat senang dan tidak percaya Amoy juga mencintainya.


"Ya." Ucap Amoy dengan malu-malu.


"Hmm, jadi kita pacaran ?"


"Iya." Rasanya sangat lega, setelah Amoy berbicara dengan Malvin. " Ayo aku antar kamu ke kelas."


"Ayo." Malvin tidak bisa menyembunyikan senyum nya, hari ini begitu spesial baginya.


Like ya 😊

__ADS_1


__ADS_2