
"Aku pulang dulu." Pamit Miko pada Amoy.
"Iya hati hati dijalan." Amoy mengantarkan Miko sampai ke luar ruangan, setelah itu masuk kembali.
~ Miko baru saja akan menyalakan mobilnya, namun Cessa menelponnya.
📞Miko : 'Halo, kenapa yang.'
📞Cessa : 'Lagi ngapain.'
📞Miko : 'Lagi di luar, baru aja mau pulang.'
📞Cessa : 'Bisa ke rumah sebentar saja.'
📞Miko : ' Sekarang ? kenapa, udah malem yang.'
📞Cessa : 'Bisa enggak, aku tunggu di luar.'
📞Miko : 'Jangan tunggu dulu diluar, bahaya udah malem, keluarnya nanti saja kalau aku udah nyampe.'
📞Cessa : 'Ok, hati hati dijalannya.'
Jarak dari gedung ini dan rumah Cessa tidak terlalu jauh, jadi Miko bisa cepat sampai.
📩 Miko : 'Aku udah di depan gerbang rumahmu.'
Setelah mendapat pesan dari Miko, tak lama Cessa keluar dan masuk ke dalam mobil.
"Kenapa ?"
__ADS_1
Cessa memeluk Miko. "Hanya rindu, maaf menyuruhmu malam malam dateng kesini."
"Baru kemarin bertemu." Miko mengelus rambut Cessa. "Aku juga merindukanmu."
"Miko." Cessa menatap Miko kemudian mencium bibirnya.
Miko hanya terdiam ketika Cessa menciumnya, perasaan Miko sungguh tidak enak, baru saja ia berciuman dengan Amoy namun sekarang ia melukannya dengan Cessa.
"Kenapa ?" Cessa menghentikan ciumannya karena Miko tak merespon. "kenapa diam saja."
"Eh enggak papa kok."
Cessa kembali mencium Miko, namun kali ini Miko merespon ciumannya, cukup lama mereka berciuman.
"Kamu ada masalah ?" Ujar Miko yang melihat kelakuan Cessa, karena biasanya jika mood Cessa tidak baik, ia akan bersikap sangat manja pada Miko.
"Semangat sayang." Miko memeluk Cessa.
Hujan turun sangat deras kilatan cahaya yang berujung dengan gemuruh petir membuat suasan sungguh mencekam.
"Padahal siang tadi sangat panas." Miko menatap lurus pada kaca mobil yang sudah di aliri air hujan.
"Sekarang sudah memasuki musim hujan, perkiraan cuaca sunggu tak terduga."
Mereka berdua masih saling terdiam, menunggu hujan yang tak kunjung reda.
"Mampir dulu ke rumah ku, bahaya jika harus menyetir saat hujan seperti ini."
"Ini sudah malam, aku enggak enak sama orang tua mu."
__ADS_1
"Mereka lagi di luar negeri, ayo ke rumah ku dulu, kamu pulang nya nanti aja setelah hujannya reda." Setelah memaksa Miko akhirnya Miko menuruti Cessa.
"Ayo." Cessa menarik tangan Miko untuk masuk ke kamarnya. "Aku belum mengunci pintu depan, sebentar ya kamu duduk dulu aja."
Miko melepas jas nya yang terkena air hujan, karena saking derasnya hujan bahkan kemejanya pun ikut basah.
Laptop yang sedang menyala itu menyita perhatian Miko, Miko kemudian duduk di hadapan laptop tersebut dan teringat pacarnya yang akhri akhri ini menjadi depresi karena skripsi.
"Aku sangat pusing mengerjakannya." Cessa menghampiri Miko kemudian duduk di pangkuannya. "Baju mu basah." Cessa membuka satu persatu kancing kemeja Miko.
Miko sangat keget dengan kelakuan Cessa hingga tidak bisa berkata apapun,baju Cessa yang basah membuat bra yang membungkus dada Cessa terlihat sangat jelas, sungguh sulit bagi Miko untuk berhenti menatap pemandangan yang berada tepat di wajahnya itu.
"Baju mu juga basah, sana ganti dulu nanti sakit." Miko memalingkan tatapannya dari Cessa.
"Bisa tolong bantu bukakan." Cessa memegang tangan Miko kemudian mengarahkan pada punggunya untuk membantu membukakan resleting baju Cessa.
Miko menarik ujung resleting tersebut, Cessa kemudian membuka bajunya tepat di hadapan Miko. Kini semakin jelas terlihat, Miko yang susah payah memalingkan pandangannya kini tak bisa melakukan apapun.
"Sepertinya hujan enggak akan cepat berhenti, menginap saja disini." Cessa melingkarkan tangannya pada leher Miko.
"Iya, aku akan tidur di kamar lain." Baru saja Miko akan menyuruh Cessa untuk turun dari pangkuannya, namun Cessa kembali mencium Miko.
Ini sungguh membuat gila. Miko.
"Kamu bisa tidur bersamaku."
Matahari kini telah menyelinap masuk kedalam celah celah jendel Miko terbangun dari tidurnya dan melihat Cessa masih memeluknya.
BERI SEMANGAT PADA AUTHOR DENGAN CARA KLIK TOMBOL LIKE NYA. 😊
__ADS_1