I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 10


__ADS_3

Tepat pukul lima sore, Agha tampak mengemasi barang barang nya, ini waktu nya ia pulang.


"Del.. Del bangun ayo pulang"


"Engg" Lenguh nya meregangkan tubuh.


Ya, sejak jam lima belas tadi dia tertidur, Delly cukup bosan hingga membuat nya ngantuk dan berakhir terlelap di sofa. "Sudah jam berapa?"


"Jam lima"


"Hah!?"


Tuk~


Agha menjentik jidat Delly hingga tangan nya itu mengelus kening dia sendiri sekarang.


"Sakit!"


"Makanya cepat, ini sudah sangat sore"


"Iya iya"


Saat sampai di mobil Delly membuka pintu belakang dan duduk memposisikan diri dengan nyaman membiarkan Agha yang menyetir di depan sana.


Seperti Biasa, Delly selalu menelusuri netra nya untuk menganggumi hal yang baru ia lihat. Mata nya bahkan berbinar hanya kerna melihat pengamen yang bernyanyi di lampu merah.


Namun hal itu tak lepas dari pandangan Agha yang mengintip nya dari cermin, ya sesekali pria itu melirik apa yang di lakukan Delly kerna rasa penasaran nya.


Beberapa menit kemudian mobil pun berhenti, Agha turun seorang diri meninggalkan Delly yang masih berada di dalam mobil, padahal belum sampai di rumah.


"Kemana dia?" Gumam Delly mencari penampakan sosok Agha di luar sana.


Brak~


Pintu mobil tertutup dan Agha sudah berada di samping nya di bangku belakang dengan memegang paper bag.


"Ini untuk mu?" Kata Agha, menyerahkan paper bag ke Delly.


"Apa itu?"


"HP"

__ADS_1


Delly menerimanya dengan rasa sedikit ragu sembari membuka paper bag untuk membawa isinya keluar.


"Ini benaran untuk ku?"


"Hmm"


"Ini kemahalan, kembalikan saja pada penjual nya. Bisa tinggal dan makan di rumah mu secara geratis saja aku sudah bersyukur"


"Delly jangan menolak! kau ingat aku siapa?"


Delly terdiam, tak perlu di ingatkan Delly juga tidak lupa kalau pria ini adalah yang membeli nya, dengan kata lain Delly harus menurut dengan Agha.


"M-maaf"


Agha diam, dia mengambil HP yang di tangan Delly sembari mengotak atik nya.


Beberapa menit kemudian..


"Ok selesai, di dalam sini sudah ada kontak HP abang sama Silvie, kalau ada apa apa kau bisa menghubungi kami"


"Terimakasih bang" Ucap Delly





Delly pergi ke kamar untuk langsung mandi lalu setelah nya dia ke dapur untuk melihat apa yang di masak oleh para maid.



"Kalian masak apa?"



"Nona mau apa?"



"Apa saja yang penting bisa di makan ehehe"

__ADS_1



"Haha baiklah kalau gitu nona tunggu di meja makan saja ya"



Sesuatu membuat Delly penasaran, jadi dia berniat untuk menanyakan nya pada para maid, di lihat situasi yang ternyata aman terkendali.



"Hei hei aku mau bertanya" Ucap nya dengan suara pelan takut ada kuping lain yang mendengar.



Melihat logat Delly yang seakan ngajak ngegibah para maid juga ikut penasaran hingga kini mereka membentuk lingkaran kecil.



"Ada apa nona?"



"Kak Silvie emang sering seperti ini ya?"



"Seperti apa nona?"



"Itu loh masa belum pulang juga padahal suami udah pulang, terus tu kan seharusnya dia yang ngantar bekal untuk bang Agha tapi dia malah pergi sama teman teman nya"



"Iya tuh non dulu pas awal awal nikah dia perhatian banget sama tuan Agha, tapi lama lama terlihat juga tebiat aslinya, padahal mandul seharusnya dia bersyukur tuan Agha masih mempertahankan pernikahan mereka" Adu satu maid yang mulai terpancing dalam obrolan.



"Mandul?"


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2