I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 86. Pesan teks terakhir


__ADS_3

[Halo Dell, ini aku Silvie, bagaimana kabar mu? oh iya aku belum berkenalan dengan putra bungsu mu ya. Dell tumor ku semakin parah dan keadaan Lewis sekarang sangat membutuhkan donor jantung, pas sekali jantung ku cocok untuk nya jadi aku berinisiatif mendonorkan jantung ku untuk nya. Dan ya, ini adalah pesan terakhir ku setelah ini kita tak mungkin berjumpa lagi di dunia ini, jadi ku mohon kembali lah pada Agha, asal kau tau dia belum menceraikan mu loh, kurang ajar emang! hahah tapi itu membuktikan kalau dia mencintai mu, mengenai Herna dia sudah lama pisah dengan wanita itu. Mungkin ini permintaan yang bodoh padahal dulu aku sendiri yang menyarankan mu untuk pergi dari Agha, tapi setelah ku pikir pikir anak kalian butuh keluarga yang lengkap, didik lah mereka sama sama. Tapi jika kau tetap tidak mau tidak apa apa sih, aku tidak maksa, waktu ku tidak banyak intinya aku ingin mengucapkan terimakasih, maaf, dan selamat tinggal.]


Membaca pesan itu membuat HP ku di basahi oleh air mata, aku tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi yang jelas ini adalah pesan yang memilukan bagi ku. Donor jantung katanya? emang apa yang terjadi dengan Lewis? keadaan ini sangat sulit untuk ku cerna dalam waktu singkat. Ini adalah pesan yang baru ku baca pagi setelah lewat 10 jam, tangan ku bahkan sampai gemetaran.


"Nak kenapa kau menangis?" Tanya Ayah ku yang ternyata berada di ruangan yang sama dengan ku.


"Yah, aku titip Theo ya"


"Emang nya kau mau kemana?"


"Ke Amerika yah, kak Silvie meninggal"


"Emang sempat datang ke pemakaman nya?"

__ADS_1


"Enggak tau sih yah, aku sendiri tidak tau di mana rumah sakit tempat nya berada. Ini membingungkan aku harus pergi sekarang juga" Aku bergegas pergi ke kamar dan berganti baju, setelah nya aku keluar dengan tas berukuran sedang yang berisi beberapa pakaian. Sebenarnya aku masih berharap kalau pesan itu hanyalah prank dari orang yang mengenal aku dan kak Silvie, ya itu harapan ku.


Di dalam Taxi aku terus menghubungi nomor itu, tapi tak ada respon, hal ini membuat ku tambah cemas saja bahkan aku sampai mmeninggalkanTheo.


"Bang Agha! apa bang Agha tau?" Aku pun kepikiran dengan bang Agha, mungkin dia bisa memberiku jawaban, tapi aku tak mungkin menghubungi nya, rasanya seperti wanita yang tidak tahu malu setelah kabur lalu tiba tiba menghubungi.


Sibuk dengan rasa kecemasan sendiri, dering ponsel ku membuat ku terlonjak kaget, ku lihat nomor penghubung ternyata no barusan yang coba ku telpon, langsung saja ku angkat.


"Hei ini bukan kak Silvie kan? Siapa kau! kau sedang mengerjai ku ya!" Sahut ku langsung memarahinya.


"Agha?"


"Kau yang mengerjai ku?"

__ADS_1


"Apanya?"


"Pesan semalam! jangan bercanda ini tidak lucu"


"Oh ternyata Silvie mengirimi mu pesan, aku tidak tau sepertinya dia langsung menghapus jejak pesan nya"


"Bohong, lagian kenapa kau yang megang HP kak Silvie" Tanya ku, ya kan Agha punya HP sendiri jadi mengapa dia memakai HP Silvie? tentu saja itu membuat ku semakin bingung.


"Aku takut kau tak mengangkat telpon dari ku, aku di Amerika menunggu Lewis sadar, Silvie meninggal mayat nya di kirim ke Indonesia tadi malam"


Tut~


Aku langsung memutus sambungan, sungguh ternyata pesan itu benaran pesan terakhir kak Silvie, tapi syukurlah bang Agha menelpon setidaknya aku bisa mengubah tujuan ku sebelum terlanjur naik ke pesawat ke Amerika. Kepala ku benar benar pening, setelah ini aku akan meminta semua penjelasan tak perduli itu walaupun dengan Agha, aku harus menurunkan sedikit ego ku demi mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2