I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Kecanggungan Delly


__ADS_3

Di sisi lain seorang wanita menangis sendiri dalam kamar nya, sungguh sulit sekali mengikhlaskan untuk berbagi suami. Ia merutuki takdir nya yang begitu sial, mandul! Satu kata yang selalu membuat nya merasa menjadi wanita gagal.


Malam semakin larut, tapi Silvie tak kunjung juga tertidur. Bagaimana bisa ia tidur sementara ia tau suaminya tengah bersama istri baru?.


"Sabarlah Silvie, setelah Delly memberikan keturunan Agha akan langsung menceraikannya. Yah itu pasti, aku tau Agha bukan lah pria penggila wanita, dia pasti akan melepaskan Delly demi aku yang sudah bersamanya lebih lama" Ucap nya dalam hati.


Bermacam macam kalimat penyemangat ia lontarkan dalam benak nya guna meyakinkan rasa gundah yang entah kapan akan hilang.




"Engg~"



Aku menggeliat merasakan tubuh ku yang seakan remuk, mata ku berusaha terbuka menerima cahaya yang perlahan masuk di penglihatan ku.



Ku lirik pria yang masih enggan untuk bangun, melihat wajah yang tenang dengan napas halus membuat sudut bibir ku sedikit terangkat.



15 menit melamun akhirnya aku merasakan pergerakan dari orang yang ada di sebelah ku, Yap! Agha terbangun.



"Sil?" Panggil nya yang berusaha mengumpulkan nyawa



"D-delly bang bukan kak Silvie"



"Ah iya Delly, maaf abang lupa"



"Iya gak apa apa"



Rona di wajah ku langsung muncul ketika melihat Agha berdiri dengan tubuh polos nya.


__ADS_1


"Ayok mandi" Ajak Agha yang tanpa malu menghadap ku.



"Abang duluan aja aku nanti saja"



"Emang nya bisa jalan?"



"Bisa" Jawab ku asal, padahal aku sendiri merasa perih walaupun tidak bergerak, hanya saja aku merasa malu bahkan selimut masih menggulung sempurna di tubuh ku.



Agha yang merasa tidak yakin langsung saja mengangkat tubuh ku tanpa meminta persetujuan lagi, perlu di ingat selimut tebal itu masih melekat di tubuh istri muda nya.



Kini aku duduk di depan cermin sambil mengeringkan rambut panjang ku, sedangkan Agha ia sudah siap dan bahkan tengah bersantai di kasur nya sambil memainkan HP, aku dapat melihat nya dari pantulan cermin.



"Bang"




"Adik abang ada berapa?"



"Dua, semua cewek"



"Kok semalam yang datang cuman satu? Satunya lagi kemana?"



"Di rumah papa mertuanya dia, paling bentar lagi dia balik"



"Ooh"

__ADS_1



Sebenarnya aku hanya basa basi saja, aku juga tidak begitu penasaran dengan silsilah keluarga Agha, namun untuk mencari topik apa saja boleh untuk di jadikan perantara, maklum pengantin baru.



Aku menyadari di sini hanya aku saja yang merasa canggung, sementara Agha? Pria itu tampak biasa saja.



\*\*\*



Dua hari kemudian kami kembali ke rumah dan di sambut Silvie, wanita itu berusaha tampak tegar kerna ini juga keputusan nya.



"Selamat datang" Sambut nya dengan menabur bunga mawar ke atas, ia kelihatan ceria ya hanya kelihatan nya saja.



"Kak Silvie, makasih kak btw kaka sudah makan?" Tanya ku.



"Belum, aku menunggu kalian berdua untuk makan siang bersama, ayok ke maja makan"



Silvie menarik tangan ku dan Agha bersamaan, menggiring nya ke meja makan. Para pelayan di sini bahkan di buat takjub, baru kali ini mereka melihat istri tua dan istri muda tampak akur di bawah atap yang sama, sangat langka bukan?



"Sayang malam ini kau tidur dengan ku ya" Pinta Silvie di sela sela kegiatan makan mereka



"Hmm" Jawab Agha, sepertinya pria ini memang memiliki kebiasaan menjawab hanya dengan deheman



"Kau tidak apa apa kan Dell?"



"Iya kak tak apa apa" Balas ku tersenyum.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2