
Theo Dellgha, itu adalah nama putra ke dua ku. Sengaja ku beri nama belakang nya sama seperti nama abang nya, kini usia nya sudah empat tahun. Dia mirip sekali dengan papa nya, bahkan hobinya juga sama.
Theo adalah anak yang cerdas dan tidak banyak omong, sikap nya jentle dan pemberani. Berkulit pucat persurai hitam lurus serta tatapan menusuk, persis sekali seperti Agha.
Hobi nya menonton film Detective, dan menghayal kalau dia adalah detective.
"Theo, sandal mama hilang sebelah, tolong cariin dong" Pinta ku pada pria kecil yang tengah mencoba menulis huruf yang ia lihat di buku.
"Ok mah"
Anak itu super aktif, kalau ada benda yang hilang aku akan meminta bantuan nya, dia pasti akan menemukan nya. Aku hanya perlu duduk sambil menunggu nya datang.
"Theo mana Dell?" Tanya ayah ku.
"Lagi cari sandal ku yah"
"Astaga kau ini kebiasaan sekali menyuruh anak mu mencari benda hilang"
"Tidak apa apa, lagian dia suka kok yah"
"Kalau dia tau siapa papa nya pasti dia melompat kegirangan"
Memiliki papa seorang Detective merupakan salah satu hayalan Theo, maka dari itu aku tidak pernah memberitahu siapa ayah nya, bisa bisa aku di paksa untuk mempertemukan nya dengan Agha.
"Mah ini mah, aku menemukan sepatu mu" Jerit nya sambil menjinjing sandal ku.
"Astaga pintar sekali, di mana kau menemukan nya Theo?"
__ADS_1
"Di rumah tetangga sebelah mah"
"Kok bisa?"
"Di depan pintu tadi ada sendal orang lain tapi hanya sebelah, setelah ku ingat bibi Lee tadi pagi datang ke sini, pasti dia salah memakai sandal, makanya akuĀ priksa ke sana"
"Ahha jadi bibi Lee pakai sandal lain sebalah?"
"Ya begitulah"
"Astaga pintar sekali anak ku, sini mama cium"
Perlu kalian ketahui, sebenarnya aku sendiri lah yang menukar sandal itu, aku hanya ingin menguji cepat tanggap Theo dengan bermain seperti ini.
"Tapi ada yang aneh mah?" Ucap nya tiba tiba.
"Sandal mama dan sandal bibi Lee sama sama kiri, Bibi Lee tidak terasa apa? Ini seperti sebuah kesengajaan"
Puk~
Aku menepuk jidat ku sendiri, seharusnya aku membawa sandal yang kanan tadi, lihat lah bahkan anak itu pergi keluar lagi untuk mencari siapa pelaku yang menukar sandal ku dan bibi Lee.
"Theo sudah tengah hari, jangan kemana mana lagi" Panggil ku pada anak yang sudah berlari.
"Aku harus menemukan pelakunya mah, atau dunia ini tidak akan pernah dapat keadilan"
"Anak itu berlebihan sekali"
__ADS_1
Tidak boleh di biarkan, aku harus mengejar anak itu, cuaca hari ini sangat panas, aku takut dia demam walaupun dia hanya bermain di sekitar halaman saja.
"Hap! Dapat kau"
"Mama lepaskan aku, aku harus mencari bukti lain nya"
"Nanti sore saja, sekarang makan dan tidur siang ok"
"Aku bukan anak kecil! Aku tidak butuh tidur siang"
"Kau masih 4 tahun sayang"
"Ini tidak adil"
"Tentu saja adil"
"Mah aku harus cepat menemukan siapa pelakunya, atau penjahat itu akan tertawa bebas. Tidak ada yang lebih menipu ketimbang sebuah fakta yang sangat jelas terlihat."
"Oh, kau meniru perkataan sherlock holmes lagi?"
"Diamlah mah, aku berbicara tentang keadilan. Banyak orang yang dihukum gantung dengan alasan yang salah."
"Baiklah, tapi setidaknya Theo harus makan dulu. Nanti mama temani mencari siapa pelakunya"
"Promise?"
"Of course" Ku kait kan jari kelingking ku dengan jari mungil itu, akhirnya pria kecil ini tidak memberontak lagi.
__ADS_1
Tbc.