I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 77


__ADS_3

Sepulang sekolah anak laki laki yang bernama Lewis Dellgha ini langsung pergi nongkrong bareng teman teman dan pacar nya. Hal seperti ini sudah biasa dia lakukan.


Lewis begitu bebas dalam bergaul, sebut saja dia salah pergaulan namun tembok yang membatasi nya sangatlah lemah.


"Baby kau jadi kan membeli laptop couple untuk kita"


"Jadi dong, besok pasti ibu ku sudah belikan, dia mana mampu nolak permintaan ku"


"Ouuuh pacar ku cantik banget, prety boy" Colek nya di dagu Lewis lalu kemudian mereka berciuman.


Teman teman di sekitar nya bersorak riah menyaksikan pemandangan mesum di hadapan mereka. LGBT, sebut saja mereka pasangan Gay, Lewis ternyata memiliki kelainan, dia tidak tertarik pada lawan jenis. Keluarga satu pun tidak ada yang tau tentang hal ini.


Wajah cantik Lewis yang mirip dengan Delly, membuat para kaum homo menargetkan nya, tubuh kurus kaki jenjang dengan mata bulat nya menjadi daya tarik Lewis.

__ADS_1


"Sayang, kenalkan aku dengan ibu mu dong" Pinta pacar nya lewis bernama Frank , LGBT adalah sesuatu hal yang biasa di Amerika, maka nya dia tidak takut atau pun merasa tidak bersalah, bahkan Lewis sering ke rumah pacar nya untuk bertemu orang yang ia anggap calon mertua.


"Tidak bisa, ibu ku bisa marah kalau tau aku ini gay"


"Kata mu ibu mu selalu menurut"


"Iya sih, tapi bagaimana jika dia mengadu pada papa ku atau mama ku?"


"Untuk apa takut ibu mu mengadu? Bukan kah mama mu berusaha lari dari papa dan mama mu ya?" Frank sudah mengetahui silsila keluarga Lewis kerna Lewis perna menceritakan nya. Frank adalah sosok yang tampan berusia 15 tahun, tubuh nya tinggi serta gaya yang modis.


Agha lepas landas kembali ke tanah air, dia sudah selesai dengan urusan nya di China, beberapa mobil hitam menjemput nya dengan beberapa orang yang di bawa Agha dengan tangan yang ber borgol masuk satu persatu ke dalam mobil.


"Selamat pak Agha, anda berhasil lagi"

__ADS_1


"Hmm"


Jangan heran dengan jawaban singkat Agha, dia sudah terbiasa seperti itu, apalagi dengan bawahan nya sendiri.


Sedangkan Dario berjalan di bopong Jever kerna pria itu masih lemas, satu tim dengan Agha bukan lah hal yang mudah bagi Dario, kerna Agha selalu mendapatkan kasus rumit yang paling berbahaya di antara tim lainnya, jika Agha yang turun tangan untuk introgasi itu berarti orang yang di introgasi akan mati setelah nya. Maka dari itu Agha jarang turun tangan kecuali memang si target tidak takut mati perlahan lahan.


Padahal sudah bertahun tahun tapi Dario masih belum terbiasa, ingatan nya tentang semua hal keji Agha adalah ingatan terburuk yang ada di otak nya, sangat mengerikan dan sadis, orang lain mungkin tidak tau kerna yang tau hanya Dario dan Javer saja.


"Aku bisa pindah tim gak sih? Gak kuat lagi aku dengan Agha" Ucap Dario.


"Setim dengan Agha gaji nya yang paling gede, mau bagaimana lagi? kita bekerja untuk uang bodoh, kau mau gaji mu dikit?"


"Sialan! Kenapa harus kita berdua terus sih yang ikut dia, padahal kan masih ada orang lain"

__ADS_1


Dario dan Jever adalah saksi bisu yang selalu mengikuti perintah Agha, mereka sempat trauma bergerak sendiri. Dulu mereka sempat salah langkah dan mengakibatkan Agha hampir di hukum mati.


Tbc.


__ADS_2