
Aku sedang bersantai sambil membaca novel Novel di balkon lantai dua, cuaca hari ini mendung berangin membuat ku makin betah berada di sini.
Drap Drap Drap
"Mamaaaa"
Suara langkah kaki dan suara panggilan bocah terdengar tak asing di kuping ku.
"Astaga Lewis, kenapa berlari lari seperti itu?"
Umur Lewis sudah delapan tahun ia sudah duduk di bangku dua SD, hari ini dia libur kerna katanya guru sedang rapat. Putra ku ini wajah nya mirip dengan ku, di bandingkan tampan dia lebih ke cantik dan ceria.
"Mah aku pingin sepeda baru"
"Sepeda mu sudah ada tiga, untuk apa banyak banyak sepeda?"
"Pokoknya aku mau sepeda!"
"Tidak boleh!"
"Mama pelit!"
Lewis berlari sambil menangis, anak itu memang kebiasaan, jika keinginan nya tidak di turuti pasti dia akan menangis, Entah nurun siapa sifat nya itu.
Setelah cukup siang, aku pun pergi ke dapur untuk memasak makan siang bang Agha.
"Lewis di mana buk?" Tanya ku pada sarah yang sedang membersihkan ikan.
"Di depan non sama nyonya Silvie"
__ADS_1
"Ohh dia tidak menangis lagi?"
"Tidak non, sepeda baru nya sudah datang jadi dia tidak menangis lagi"
"APA?"
Aku menggeram kesal lalu pergi ke luar, yang benar saja ternyata dia sedang naik sepeda baru tapi sepeda perempuan. Ku lihat juga Silvie sedang duduk menontoninya.
"Kak!" Kesal ku.
"Apa Dell?"
"Lagi lagi kau menuruti keinginan nya, ayolah kak jika seperti ini terus dia akan tumbuh menjadi orang yang tak ingin berusaha"
"Kau terlalu berlebihan Dell, dia masih kecil jangan terlalu menekan nya"
"Ck! Kaka ini!" Aku menghentak kaki ku kesal lalu berjalan masuk ke dalam untuk kembali ke dapur, ini lah yang akan terjadi jika aku menolak keinginan Lewis, dia pasti akan langsung mengadu ke Silvie.
Selesai masak aku memasukan kotak taperwer nya ke dalam jok motor, motor ku motor scoopy jadi jok nya besar.
Bremm~
Ku hidupkan mesin nya.
"Mama ikuuut" Jerit Lewis menggayuh sepeda nya dengan cepat, menumbangkan nya lalu langsung naik ke jok belakang ku.
"Yok mah jalan" Katanya dengan sangat santai.
Astaga anak ini, apa dia tidak tau kalau aku sedang kesal dengan nya.
__ADS_1
"Turun!"
"Ikut mah"
Ku buang napas ku kasar, lalu ku tunjuk sepeda yang tumbang itu. "Masukan sepeda mu ke garasi"
"Paaaak masukan sepeda ku" Jerit nya pada penjaga gerbang kami.
"Enggak usah pak, biarin dia saja"
"Ihh mama"
"Jangan merengek! cepat urus sepeda mu itu"
Lewis turun, dia kembali menaiki sepeda nya menuju garasi, aku suruh dia memasukan semua sepeda nya yang terparkir sembarangan di luar. Setelah selesai barulah dia ku bolehlan untuk naik di motor.
"Yok mah aku sudah siap"
Ngengggg~
Aku dan Lewis pun berangkat menuju kantor bang Agha, sesekali aku mencubit paha anak ini kerna dia terus bergerak.
"Mah ada tente tante yang di kejar pria berbadan besar" Tunjuk Lewis.
"Mana Lew? Mama gak lihat pun"
"Masuk ke gang sana tadi"
"Udah ah, mama lagi nyetir jangan ganggu fokus mama"
__ADS_1
Tbc.