
Seperti apa yang di katakan Silvie, malam ini Agha berada di dalam kamar nya sibuk dengan leptop untuk melihat email yang di kirim Javer.
"Sayang"
"Hmm?"
"Kamu harus sering tidur di kamar aku ya, sama Delly seminggu sekali saja"
"Kalau soal itu kau bicarakan saja sama Delly, aku ikut saja apa keputusan kalian"
"Delly pasti mau, dia kan gadis penurut"
Agha tak merespon, sebenarnya ia juga tidak perduli mau tidur dengan siapapun itu asal tidak menganggu pekerjaan nya saja, dasar hati batu!.
Mau bagaimana lagi? Emang pada dasar nya Agha seperti itu, mungkin kerna pekerjaan nya yang menguras otak pria itu jadi tidak memikirkan apapun selain kasus yang harus ia selesai kan, sungguh kehidupan yang tidak mengenal arti kesenangan, tidak! Maksud ku dia akan senang jika kasus sulit dapat ia pecahkan, ingat dia adalah seorang detektif yang sangat berambisius.
Tiba tiba Agha berdiri dan berganti pakaian.
"Kau mau kemana?" Tanya Silvie
"Ada urusan sebentar, mungkin besok baru balik"
"Tapi ini sudah malam, padahal aku sangat merindukan mu"
"Aku pergi" Kata Agha yang berlalu keluar kamar.
Silvie hanya bisa menurut saja kalau sudah begini, tidak ada yang bisa melarang Agha untuk urusan pekerjaan.
Di dalam kamar yang lain aku sibuk mengemas pakaian ku, aku baru saja pindah kamar ke lantai dua tak jauh dari kamar Silvie dan Agha.
Tok tok tok
"Masuk" Jawab ku.
Ternyata yang datang adalah Silvie "Sedang sibuk?"
__ADS_1
"Iya kak, nih lagi lipatin baju. Ada apa kak?" Tanya ku sesekali melirik kerna tangan ku tengah sibuk bekerja.
"Enggg gini kaka cuman mau kasih tau, kalau Agha akan tidur sama kaka setiap hari sedangkan dengan Delly seminggu sekali, kau setuju kan?"
"Iya gak apa apa" Jawab ku cepat.
Senyum terukir di bibir Silvie, keyakinan nya berubah seratus persen setelah melihat respon cepat ku, ia yakin aku tak akan merebut suami nya.
"Terimakasih atas pengertian nya Dell"
"Iya kak"
"Yaudah kaka balik ke kamar dulu ya bye"
Setelah Silvie pergi aku pun mendengus lega "Hah syukurlah, setidaknya aku tidak merasa canggung setiap hari kerna bang Agha"
\*\*\*
Agha baru sampai di depan rumah Dario, rumah ini memang menjadi tempat bagi tiga sekawan (Agha, Javer dan Dario) untuk berkumpul.
Agha masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu, terlihat lah di sofa Javer dan Dario tengah bermain game online, mereka sangat berisik dan berkata kasar.
"Woi!" Panggil Agha sambil mendaratkan pantat nya di sofa.
__ADS_1
Mereka sempat melirik Agha sebentar lalu kembali sibuk dengan ponsel masing masing.
"Baru nyampe lu" Kata Dario.
"Hmm"
"Itu dokumen nya di atas meja, tadi kami sempat baca tapi nunggu kau aja biar gak menyimpang"
"Oh"
Agha mengambil dokumen yang di maksud, ia baca dengan sangat teliti tak terusik dengan kebisingan teman nya. Setelah nya Agha berfikir kerna kasus kali ini sangat ganjal dan tak masuk akal.
"Emm ini akan menjadi kasus yang rumit" Kata Agha hingga kedua teman nya berhenti bermain dan menatap Agha dengan raut penasaran, jika Agha sudah berkata begitu maka akan begitulah kebenarannya.
"Seseulit itu? Ku pikir dalam beberapa hari akan selesai" Ucap Dario
"Itu mustahil, dari data data yang tertera saja sudah dapat di lihat kalau pelaku nya berbentuk kelompok dan jejak nya yang terencana, kalian bersiap siaplah mungkin diantara kita ada yang mati" Kekeh Agha ringan membuat kedua teman nya merinding.
"Gha istri lo dua jangan sampe jadi janda, gw dan Javer juga belum kawin"
"Hahah aku hanya bercanda" Tawa Agha.
Tbc.
__ADS_1