
Delly tampak fokus dengan tontonan nya di TV ruang keluarga dengan sedikit cemilan tentunya, gadis itu tampak menikmati fasilitas yang di bebaskan untuk nya di rumah mewah ini.
Tak
Tak
Suara langkah sepatu heels membuat atensi nya teralihkan oleh sosok wanita yang sudah rapi dengan aroma parfum yang menyengat.
“Eh kak ini kan baru jam sepuluh, gak kecepatan ngantar makanannya sekarang? Nantik dingin loh”
“Aku mau bertemu dengan teman teman, mau ikut?”
“Terus makan siang bang Agha kayak mana?”
“Pelayan saja nanti yang antar”
“Oh gitu, yaudah deh kak aku mau di rumah aja lagi seru film nya”
Silvie mengangguk lalu kemudian ia melanjutkan langkah nya.
Pukul 12.30
“Nona Delly.. nona Delly” Beberapa pelayan berlarian memanggil nama Delly dengan raut yang panik, Delly penasaran apa yang membuat mereka seperti itu.
“Ada apa buk?” Tanya nya. Dia masih di posisi yang sama yaitu di depan TV.
“Nona bisa saya minta tolong?”
“Tolong apa?”
“Ini antarkan makan siang tuan, dia udah marah marah tadi di telpon, kami takut non tapi kalau nona yang antar pasti dia tidak marah” Ujar nya panik dengan beberapa pelayan juga di belakang menatap dengan tatapan memohon.
__ADS_1
“Tapi aku tak tau tempat kerjanya”
“Ini catatan alamat nya non”
Delly makin di buat bingung, untuk apa catatan alamat itu? bahkan dia tidak tau nama jalan di daerah sini, tapi kerna kasihan Delly pun berniat mencobanya.
“Terus aku perginya pake apa?”
“Ada motor matic di garasi non, kalau mobil di rumah ini cuman ada dua, satu di bawa tuan Agha satu nya lagi di bawa nyonya Silvie“
”Mau mobil atau motor pun aku tidak bisa bawa kedua duanya, aku cuman bisa bawa sepeda”
Para maid pun saling bersitatap ikut kebingungan, pasalnya pakai motor saja butuh waktu 20 menit untuk sampai di kantor Agha, terus bagaimana dengan sepeda? Lagian kasihan dengan Delly nya nanti kepanasan.
“Maaf non, kalau gitu kami aja yang antar makanan nya“
“Apa kalian akan di marahi nanti?”
“Tidak apa apa, di marahi juga paling sebentar“ Ujar Delly tersenyum tipis, niatnya ingin menyemangati tapi sang maid malah semakin takut. Sebentar katanya? bagaimana kalau mereka di pecat?.
Baru saja para maid ingin pergi langkah kaki mereka di hentikan oleh suara Delly.
“Eh tunggu”
“Iya nona ada apa?”
“Gini saja, kau bawa motor aku yang di belakang. Nanti biar aku saja yang antar kotak bekal nya ke dalam”
“Oh iya juga, kenapa tidak kepikiran ke situ tadi” Balas nya kembali semangat.
__ADS_1
Kini Delly berada di boncengan motor dengan sebuah helm bulat di kepala.
“Ramai banget ya”
“Iya nona, ibu kota emang selalu ramai”
Kegiatan orang orang terlihat sangat menarik untuk di lihat. Ada yang pakai mobil, bus ataupun motor. Sedangkan pengguna sepeda ada di tepi dan pejalan kaki tampak bercanda gurau dengan temannya.
“Lain kali aku akan bersepeda seperti mereka juga, bagaimana menurut mu? Keren kan?”
“Iya keren”
Maid di buat tertawa kecil oleh tingkah Delly yang seperti orang yang baru keluar dari gua. Apalagi dengan logat bicara Delly yang kechina chinaan, wajar saja kerna Delly emang berdarah china.
Tbc.
__ADS_1