I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 47


__ADS_3

"Dell apa dia sudah bangun?"


Silvie tiba tiba muncul dari balik pintu kamar ku, dia begitu bersemangat.


"Nih lagi nyusu kak"


"Cepatlah Dell aku ingin mengajak nya berjemur"


"Sabar kak, biarkan dia kenyang dulu"


Setelah Lewis kenyang Silvie pun membawanya kabur, ku intip dari jendela apa yang mereka lakukan. Ternyata ada Agha juga yang ikut bermain dengan Lewis.


Aku sangat senang melihat kehadiran anak ku membuat semua orang bahagia, terutama kak Silvie dan bang Agha, mereka berdua sudah lama menantikan buah hati.


Agha tidak sesibuk dulu lagi, dia tidak menyiksa dirinya lagi dengan terus bekerja. Ada malaikat kecil yang selalu membuat nya tak sabar untuk pulang, sebagai gantinya, dua rekan terpercaya nya bernama Javer dan Dario bekerja bak kuda. Aku jadi kasihan dengan mereka berdua, tapi setidaknya mereka jadi lebih mandiri tanpa selalu bergantung pada Agha.


"Non Delly"


Lamunan ku buyar ketika nama ku di panggil, buk sarah nyengir sambil menadah tangan.


"Ada apa buk?"


"Uang belanja Non, kami mau ke pasar ehehe" Katanya.


"Ibu pergi ke pasar sama siapa?"

__ADS_1


"Sama Arin Non"


"Tunggu di sini ya buk, aku ambilkan uang nya dulu"


"Iya Non"


Jika ada aku di rumah para maid memang meminta uang belanja ataupun pinjaman kepada ku, bisa saja sama kak Silvie tapi mereka lebih berani jika dengan ku. Bahkan jika salah satu keluarga mereka yang butuh biaya medis, aku akan mempertanggung jawabkan nya.


Aku kembali setelah mengambil uang "Nih buk" Aku memberikan tumpukan lembaran uang pada buk sarah.


"Aduh non, ini ma kebanyakan"


"Iya, itu nanti jangan lupa beli kan aku kepiting raja, jamur enoki, jamur tiram, lobster, cumi-cumi dan juga abalon ya buk"


"Astaga Non anda kebanyakan nonton video mukbang Korea ya?"


"Perginya berempat buk jangan berdua saja, aku yakin belanjaan nya pasti banyak kan? apalagi dengan titipan aku tadi"


"Iya deh Non nantik ibu bawa pak penjaga gerbang juga untuk ngangkatin belanjaan"


"Oh itu lebih bagus"


"Sisa uang nya mau beli apa non?"


"Ada sisa?"

__ADS_1


"Kayaknya ada deh Non"


"Kalau memang ada, untuk kalian saja"


Setelah ibu sarah pergi aku pun menyusul kak Silvie dan bang Agha yang sudah berada di bawah pohon mangga duduk beralaskan tikar.


"Kak Silvie, bang Agha" Panggil ku berlarian.


"Woi jangan lari, udah jadi ibu ibu juga" Tegur Silvie.


"Hehe kalian bersenang senang tanpa ku, itu tidak adil"


Agha tersenyum menatap intraksi ku dan kak Silvie, mungkin dalam hati nya sedang bernyanyi 'senang nya dalam hati bila beristri dua, dunia seakan.. Ana yang punya~'  ahahaha


Itu hanya tebakan ku, tidak mungkin Agha bernyanyi seperti itu. Tapi tak di pungkiri Agha memang merasa senang. Ke dua istrinya saling melengkapi kekurangan masing masing, dan Agha merasa menjadi penengah yang sempurna.


"Semoga kedepan nya akan tetap berjalan seperti ini" Ucap ku dalam hati sambil melihat kak Silvie dan bang Agha secara bergantian.


TBC.


Gais kerna sudah baca sejauh ini, tinggalkan jejak kalian. Tolong berikan aspirasi kalian untuk kemajuan novel ini, jadilah pembaca yang tau cara berterima kasih.


Vote, like, coment saja author sudah sangat berterima kasih..


Kasih gift juga gak apa apa. 👻

__ADS_1


Next chapter...


__ADS_2