I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 37


__ADS_3

Aku meminta Agha untuk merahasiakan kehamilan ku dari Silvie, itu aku lakukan kerna aku tau kak Silvie memusuhi ku, seperti yang ada di novel novel aku takut hal yang sama terjadi pada ku.


Sekarang aku tengah berada di apartemen Yara, adik ipar ku ini sudah seperti teman bagi ku.


"Kaka hamil? akhirnya kak Agha punya anak juga, aku senang mendengar nya"


"Heheh, asal kau tau ya Yara, kaka merahasiakan nya dari kak Silvie"


"Eh kenapa?"


"Kaka masih takut aja, kau tau kan kak Silvie sekarang gimana"


"Iya kak aku mengerti, pokoknya aku akan membantu mu jika dia ingin merebut anak mu. Eh tapi mama dan papa sudah tau kan?"


"Iya sudah, mereka juga sangat senang mendengar nya"



Malam nya aku bersiap untuk tidur, aku berbaring di kasur ku lalu memejamkan mata. Beberapa menit kemudian aku merasa ada yang melingkar di perut ku.



Aku terduduk kerna merasa terkejut, hal yang pertama ku lihat adalah Agha yang berbaring dengan santai nya.



"Abang? Ngapain abang di sini?"



"Salahkan?"



"Bukan gitu, nanti kak Silvie marah"



"Dia sudah tidur, biarkan saja"

__ADS_1



Rupanya suami ku datang secara diam diam, semoga kak Silvie besok kesiangan Agar dia tak sadar kalau Agha tidur di kamar ku.



"Cepat baring" Ajak Agha menarik tangan ku hingga aku kembali terbaring.



"Bang"



"Hmm"



"Aku sangat mencintai mu, apa kau tidak memiliki perasaan pada ku?"



Agha terdiam, aku melihat matanya tapi aku tak menemukan jawabannya. Kenapa dia begitu keras hati?.




Dia mencoba mengalihkan pembicaraan, aku tau itu. Kerna dia tak ingin membahas nya aku tak akan menyakan nya lagi, aku ingin menangis sekarang tapi ku tahan.



Sebenarnya apa yang membuat nya mati rasa seperti itu? sepertinya aku harus menanyakan nya pada Yara besok.



\*\*\*


__ADS_1


Apa yang kutakutkan akhirnya terjadi, Silvie terbangun lebih dulu dari Agha. Ku lihat dia berjalan kasar menghampiri ku yang duduk di meja makan sendiri, Agha sedang tidur aku tak tega membangun kan nya.



"Delly aku sudah muak dengan mu, aku akan mengurus surat cerai kalian. Lupakan soal anak, aku tidak membutuhkan nya"



"Terserah kaka, kalau gitu bicarakan lah dengan bang Agha. Aku akan menerima segala keputusan kalian"



"Ok, lihat saja akan ku pastikan kau mengangkat kaki mu dari rumah ini"



Silvie pergi, aku tersenyum sambil menggeleng geleng kan kepala. Untuk apa takut? Aku takut Agha tidak akan menceraikan ku mengingat aku sedang hamil anak nya, kau terlambat Silvie.



"Sayang bangun" Silvie menggoyangkan tubuh Agha.


Agha yang terusik pun terbangun.


"Ada apa Sil?"


"Mandi dulu, ada yang ingin ku katakan pada mu"


Agha melirik ke arah jam, ternyata masih jam enam pagi. Dan ada apa Silvie membangun kan nya sepagi ini? dia ingin tidur lagi kerna mata nya masih berat.


"Gha kok kamu pejam lagi? Ayo bangun aku ingin berbicara dengan hal yang penting"


"Nanti saja satu jam lagi"


"Please Gha, ini sangat penting. Aku ingin kau mandi dulu agar lebih fokus"


"Sangat penting?"


"Sangat sangat penting"

__ADS_1


Dengan berat Agha pergi ke kamar mandi, Silvie terus memaksa nya, dia memilih untuk menurutinya kerna Silvie bilang tadi ini sangat penting.


TBC.


__ADS_2