I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 57


__ADS_3

Dua orang wanita duduk di bangku belakang sekolah, satu menangis kehilangan harapan, satu lagi menjadi pendengar yang baik.


“Bagaimana ini Dell? Suamiku pasti bentar lagi akan menemukanku.” Harapan Herna untuk bertemu Agha semakin jauh, hal itu membuatnya takut sang suami menangkapnya terlebih dahulu.


“Sudahlah Kak, balik aja lagi ke suami kakak, buka hati kakak untuknya. Aku yakin kakak akan bahagia,” pujuk Delly sambil mengelus punggungnya.


“Tidak mau, dia tua dan jelek aku tidak suka. Aku mau Agha Dell,” isaknya tersedu-sedu.


“Bagaimana kalau ternyata Agha sudah beristri dan punya anak, Kak?”


“Aku akan merebutnya, dia pasti masih mencintaiku”


Delly menggeram dalam batin, “Sudah kuduga, wanita ini tidak tahu diri. Lebih baik kukirim dia ke prancis.”


Delly berdiri dari duduknya, ia ambil tasnya yang tergeletak di kursi, satu hal yang harus kalian tahu, Delly tidak suka dengan wanita itu walaupun dia menganggap Delly teman namun Delly tetap menganggapnya musuh.


“Dell kau mau ke mana?” tanyanya.


“Mau pulang, Kak”


“Aku harus bagaimana, Dell? Aku tak punya uang untuk pergi ke Paris, kalau ada pun tak mungkin aku bisa menemukannya.”


“Kaka menyerah aja.”

__ADS_1


“Engga bisa Dell, aku cinta banget sama dia.”


“Bagaimana ya Kak, aku juga enggak bisa bantu. Kalau mau cepat dapat uang ya jual diri, tapi aku yakin kakak tidak akan melakukan hal itu.”


“Akan kulakukan.”


“Apa!”


“Aku harus bertemu Agha, dengan cara apa pun aku harus mendapatkan uang.”


“Terserah kakak saja, aku pulang dulu ya, suamiku pasti lapar.”


Delly pun pergi, tidak perduli apa pun yang ingin wanita itu lakukan, asalkan dia menjauh dari suaminya Agha, itu saja sudah cukup bagi Delly.


Setelah menekan bel, Delly menunggu pintu dibuka.


“Kak Delly, ayo masuk Kak,” tawar Yara.


Dengan senah hati Delly masuk dan duduk menghela napas di sofa. “Anak-anakmu mana, Ra?”


“Di bawa papanya tadi ke alfamart.”


Yara memiliki dua anak, satu cewek berumur 11 tahun satunya lagi cowok berumur 6 tahun.

__ADS_1


“Ra kamu tahu enggak? Ada Herna pacarnya bang Agha di kota ini.”


“Eh benaran!?” Yara membesarkan matanya, ternyata dia tidak tahu sama sekali.


“Iya, dia jadi guru di sekolah Lewis.”


Delly pun mulai menceritakan semuanya pada Yara, mulai dari pertemuan dengan Herna hingga dia yang menjadi teman curhat Herna. Yara tampak terkejut dengan semua kebohongan Delly pada Herna namun dia bilang itu bukanlah ide buruk demi menjaga rumah tangga.


“Nah menurutmu sekarang bagaimana?”


“Kalau kita tahu siapa suaminya, enak langsung kirim saja ke suaminya,” saran Yara.


“Masalahnya aku tidak tahu, dia sendiri saja tidak punya foto suaminya.”


“Ya sudah, bentar lagi kan dia mau ke Perancis setelah jualan dia laku. Tapi cara agar dia tidak pernah kembali lagi ya dengan menyerahkan dengan suaminya.”


“Iya juga sih, nanti deh kakak korek-korek informasi darinya lagi.”


“Dasar, kakak ini musuh dalam selimut ahah,” tawa Yara.


“Aku sangat mencintai bang Agha, aku tak ingin kehilangan dia. Aku akan melakukan apa pun agar dia tetap bersama.”


“Bang Agha benar-benar buta, kenapa dia masih mencintai kak Herna sedang kan dia sudah beristri dan anak, bukankah seharusnya dia sudah hidup dengan sempurna? Memiliki kecerdasan, kekayaan, istri cantik dan anak. Kurang apa lagi coba?” rutuk Yara.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2