I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 43


__ADS_3

Sudah sore, Yara bersiap siap untuk pulang ke rumah. Katanya suaminya akan pulang sebentar lagi.


Sesampainya di rumah Yara memandikan Cici Graya terlebih dahulu, baru setelah nya ia masak. Urusan masak memang dia yang memegang kendali, kerna Ray sangat menyukai masakan istri.


"Sayang aku pulang"


Ray melihat anak nya yang bermain dengan kucing peliharaan mereka bernama Moco.


"Anak Papa lagi main hmm? Mama mana sayang"


"Masak pah"


Usia Cici sudah dua tahun lebih, wajar saja dia sudah bisa ngomong walaupun masih melat.


"Papa mandi dulu ya sayang muah" Cium nya pada sang anak yang sangat menggemaskan.


Yara sudah selesai dengan masakan nya, saat ia masuk kamar ia lihat Ray tengah bertelanjang di depan cermin, pria itu sedang mengagumi tubuh nya sendiri.


"Kak cepat lah mandi, kau tampak menjijikkan jika seperti itu"


"Gak sayang, aku mau mandi dengan mu. Makanya aku tunggu"


"Gila! Aku sudah mandi"


"Yaudah mandi lagi"


"Gak!"


"Ayolah"


Baru saja Yara ingin kabur, sayang nya Ray lebih cepat dari nya. Langsung saja Ray membawa Yara ke kamar mandi.


Mereka mandi selama dua jam, tau lah apa yang di lakukan suami istri ketika berduaan.


Setelah selesai kini mereka berada di meja makan.


"Sayang aku dengar kau ada mukulin orang"


"Iss kaka tau dari mana sih?"


"Silvie yang mengadu dengan ku"

__ADS_1


Yara pun menceritakan dari awal, si suami akan menjadi pendengar terbaik, jika si kesayangan nya tengah berbicara.


"Ohh begitu, tapi kau hampir membunuh mereka sayang"


"Iya maaf kak, aku kira kak Delly di pukulin sama mereka"


"Hahah lucu banget istri ku"


"Kasihan kak Delly tauk, dia di hina habis habisan sama mereka. Bahkan aku melihat sosial media kak Silvie yang mengatakan hal yang tidak tidak tentang kak Delly, aku tak mengerti kenapa kak Delly bisa sesabar itu"




Akhirnya setelah seminggu Agha pulang, dia tidak terkejut saat Silvie mengadu kalau Yara memukul Meti serta teman teman nya.



Ku lihat Agha sangat kelelahan, seperti nya dia kurang tidur belakangan ini. Namun dia tetap mendengarkan cerita Silvie dan berkata dia akan memarahi Yara.



Aku pergi ke kamar kerna aku tak ingin menganggu Silvie dan Agha, ku baca novel yang sempat Yara bawak kemarin, katanya novel nya sangat bagus.




Pintu kamar ku terbuka, aku tak tau kerna sku sedang fokus membaca.



Greb~



Saat Agha memeluk ku barulah aku tersadar akan keberadaan nya.



"Bagaimana kabar anak ku hmm?"

__ADS_1



"Dia baik bang" Sahut ku masih fokus dengan bacaan ku. Ku rasakan tangan Agha yang mengelus elus perut ku kemudian dia mengangkat baju ku.



Cup



Hati ku menghangat ketika melihat nya mencium perut ku.



"Abang menyanyangi nya?"



"Sangat, dia kan anak ku"



"Bang nanti kalau kehamilan ku sudah masuk tiga bulan, aku tinggal bersama mama Reva dan papa Calvin saja ya?"



"Kau masih ingin merahasiakan ini dari Silvie?"



"Aku tidak ingin dia tau bang"



"Baiklah jika itu keinginan mu, nanti abang akan sering sering menjenguk mu"



Aku tau Agha pasti akan kesulitan jika ke dua istrinya tinggal di tempat yang berbeda, apalagi rumah orang tuanya berada di luar kota, tapi ini satu satunya cara agar Silvie tidak tau kehamilan ku, ketakutan terbesar ku adalah keinginan Silvie yang akan mengambil anak ku.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2