I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 29


__ADS_3

Di tempat yang jauh dari pemungkiman masyarakat, ada segerombolan orang yang duduk melingkar membahas sesuatu. Mereka tampak tegang dan keringat yang mengkilap di dahi.


"Flashdisk nya hilang, bagaimana ini?" Kata pria rambut botak.


"Akan sangat berbahaya jika sampai di temukan oleh detective sialan itu"


"Hei kumis! bukan kah sudah ku bilang untuk mengawasi Agha, dia sangat berbahaya"


"Kalian tenang saja dia pergi ke California untuk mengunjungi adik nya, sisa dua bocah tolol yang selalu bergantung dengan Agha itu lagi" Kata Si kumis.


"Apa mereka berdua perlu di khwatir kan?"


"Tidak perlu, mereka berdua tolol"


"Apa kah tidak curiga? Kenapa dia tiba tiba ke California, padahal sebelum nya kan dia sempat menyudutkan kita"


"Kau si botak bodoh, emangnya ada apa di California. Bukan kah semuanya berada di negara ini? Sudahlah jangan pikirkan hal yang tidak penting. Lebih baik kita cari lagi flashdisk nya. Moran kau sudah mendatangi wanita yang di tabrak paman mu?"


"Belum paman" Jujur Moran.


"Kenapa?"


"Masalahnya, wanita itu istrinya Agha. Apa yang terjadi kalau aku datang ke rumah itu dan menanyai tentang flashdisk. Bagaimana kalau wanita itu mengadu tentang orang yang asing datang ke rumah?"


"Istri Agha? Gawat juga ya. Tanyakan lah besok selagi Agha tidak ada di rumah itu, paman yakin istrinya tidak mengerti apa apa"


"Baik paman"




Siang nya seperti yang di katakan paman nya, Moran kini sudah berada di pemukiman rumah Agha.



Tok Tok Tok



Dia mengetuk pintu, beberapa saat kemudian pelayan pun membuka pintu.



"Cari siapa dek?"



"D-delly nya ada mbak?" Ujar Moran


__ADS_1


"Nona Delly, ah ada. Masuk dulu biar saya panggil kan"



"Iya mbak"



Mbak pelayab pun baik ke atas tepat nya ke atap kerna Delly sedang menjemur pakaian Meti di sana.



"Nona"



"Hmm, ada apa bu?"



"Ada yang nyariin di bawah"



"Siapa? Perasaan aku gak kenal siapa siapa deh buk"



"Tapi nama anda yang di sebut non, saya juga gak tau siapa. Masih muda loh non, mungkin seumur dengan nona"




"Pria itu? Duh mampus aku" Ucap ku dalam hati, dengan sekuat tenaga ia mencoba bersikap biasa seolah tidak kenal.



"Emm maaf anda siapa ya?" Tanya ku.



Pemuda itu seketika terdiam, terpana bak melihat bidadari. "Cantik banget!" Ucap nya tanpa sadar.



"Terimakasih, jadi kamu siapa?"



"Ah iya a-aku Moran"

__ADS_1



"Jadi Moran, kenapa kau mencari ku?"



"Emm gini, beberapa hari yang lalu paman ku menabrak mu, apa kau ingat?"



"Ohh jadi dia paman mu, kebetulan sekali aku sedang mencari nya"



"Kau mencari nya?" Tanya Moran tidak percaya.



Aku tersenyum lalu dia berdiri "tunggu dulu di sini ya" Aku pun berlari menaiki tangga.



Beberapa menit kemudian aku datang kembali dengan menggenggam sesuatu di tangan ku.



"Ini, paman mu menjatuhkan ini. Kau mencari ini kan?" Tanpa ragu aku pun menyerahkan flashdisk yang di cari moran.



"I-iya, apa kau ada membuka nya?"



"Aku bahkan tidak tau fungsi benda itu, emang bagaimana cara membukanya? Aku sangat penasaran"



"Wanita ini sekolah apa enggak sih? Kok gak tau? Orang awam kali ya?" Benak Moran.



"Lain kali aku kasih tau"



Setelah nya Moran pergi, aku bernapas lega kerna nya. Ternyata acting capek juga.



"Untung dah ku simpan salinan nya" Ucap ku sambil melihat punggung Moran yang menjauh.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2