
Seminggu kemudian..
Satu rumah sekarang sedang dalam keadaan gempar dan panik, bagaimana tidak? di seluruh saluran TV tengah menyebut nama Agha sebagai polisi yang menggelapkan narkoba.
Ku lihat video di mana Agha di seret oleh pihak keamanan menuju penjara.
"PAHHHHH!" Teriak Reva menangis memanggil nama suami nya.
"Ada apa mah?"
"Tuh lihat Agha pah" Tunjuk Reva ke arah TV.
Di sebutkan di situ seorang polisi yang menggelapkan narkoba yang di sita oleh aparat, ya! mereka hanya menyebutkan status Agha sebagai polisi, tapi tidak dengan detective.
Aku terdiam membisu, sungguh aku masih syok dan tak percaya.
Beberapa hari kemudian diadakan sidang untuk menentukan hukuman yang setimpal, kami semua datang keprsidangan tersebut termasuk Silvie dan Meti.
Mama Reva di buat pingsan kerna putusan hakim adalah pencabutan jabatan secara tidak hormat dan juga pidana mati.
Setelah sidang selesai Agha di kembalikan ke dalam sel beberapa hari lagi eksekusi akan di lakukan, mama dan papa sudah menjenguk Agha sedangkan aku belum kerna jumlah nya yang di batasi.
__ADS_1
Aku terdiam di rumah, rencananya aku akan menjenguk besok. Aku menangis dalam diam, tak kusangka aku akan jadi janda secepat ini.
"Delly"
Aku menoleh ketika nama ku di panggil, ternyata Dario yang datang, dia duduk di samping ku, kebetulan kami sedang berada di teras.
"Tumben sendiri? Biasanya juga berdua dengan Javer" Ucap ku.
"Dia sedang sekarat di rumah sakit"
"Hah kok bisa?"
"Seandainya kami tidak ceroboh pasti posisi Agha sekarang tidak seperti ini" Dario tampak sedih dan prustasi, dia seolah melakukan kesalahan besar.
"Sebenarnya selama Agha di California dia selalu membimbing kami untuk bergerak perlahan, tapi kami bergerak secara tergesa gesa ketika melihat peluang, tadinya kami kira bisa mendapatkan flashdisk itu kembali, ternyata tidak, itu hanya pancingan Efrito untuk mengetahui siapa yang berada di pihak Agha. Javer tertembak ketika kami sedang melarikan diri dari kepungan. Sedangkan sekarang aku jadi buron yang tengah bersembunyi"
Aku terkejut, ternyata posisi Dario sama bahaya nya. Pria ini sedang melarikan diri dan mencoba mencari bukti lain agar bisa membebaskan Agha dari tuduhan.
"Terus bagaimana bisa bang Agha tertuduh?"
"Melalui aku dan Javer, rekaman kami yang mengotak atik komputer Efrito yang berisi data data rahasia menjadi pemicu utama, Agha di jadikan kambing hitam setelah mengecek HP ku dan Jever yang terdapat pesan Agha tentang obat obatan di gudang"
__ADS_1
"Ah iya aku sampai lupa" Sentak ku membuat Dario terkejut.
"Ada apa?"
"Dario, apakah kita bisa melakukan persidangan ulang?"
"Bisa sih tapi itu sepertinya sulit untuk di terima oleh pihak pengadilan"
"Tidak apa apa, kita sewa pengacara yang terkenal"
"Delly itu percuma, kita tidak punya bukti apa apa"
"Jangan khawatir, sidang selanjutnya kita pasti menang"
Setelah itu aku menyewa pengacara yang terkenal berhasil memenangkan sidang, awal nya si pengacara menolak tapi setelah melihat bukti yang ku bawa si pengacaranya pun setuju.
Beberapa kali kami mengajukan banding namun tetap di tolak, namun setelah pengacara berbicara dengan pihak pengadilan untuk sekian kali nya akhirnya pengadilan pun setuju.
"Pak ini menyangkut nyawa seseorang, jangan sampai kalian menanggung dosa atas putusan yang menimpa orang yang salah, kali ini saja berikan kesempatan pada pihak tedakwa untuk membuktikan apa yang mereka tau"
Kira kira begitulah penggalan percakapan si pengacara dengan pihak pengadilan.
__ADS_1
Tbc.