I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 31


__ADS_3

Silvie tak habis pikir kenapa Delly bisa berkata seperti itu padanya. Apa penilaian nya tentang Delly salah?. Delly tanpak tak perduli dengan bertahan Silvie, ia marah kerna wanita yang ia anggap kaka itu hanya diam saja saat dirinya di perlakukan seperti babu.


"Kenapa kaka membentak ku?"


"Sepertinya kau sudah mulai lupa diri Delly, ingat kau di sini cuman numpang"


"Iya itu dulu, sekarang sudah tidak lagi. Selain dirimu aku juga nyonya rumah ini, aku istri nya bang Agha kalau kaka lupa. Jadi bisa di bilang si penumpang sudah berubah jadi nyonya"


"DELLY!! Ingat ya setelah kau hamil dan melahirkan kau akan di ceraikan oleh Agha" Silvie merasa sangat panas dengan perkataan Delly, ia merasa yang sedang berhadapan dengan nya sekarang bukan lah Delly yang ia kenal.


"Kita lihat saja nanti" Tantang Delly.




Pukul 08.00 pagi, setelah memikirkan perdebatan ku dengan Silvie tadi malam, aku jadi merasa bersalah. Aku pun mencari Silvie ke dalam kamar nya untuk meminta maaf.



Tok tok tok



Cklek~



Pintu di buka oleh Silvie dengan tatapan tidak sukanya ketika menyadari aku lah orang yang mengetuk pintu kamar nya.



"Kenapa kau kemari!" Ketus nya tidak suka.



"Kak soal tadi malam aku minta maaf" Kata ku dengan menunjukkan ekpresi rasa bersalah.



"Jangan menunjukkan ekpresi sok polos begitu, aku jijik melihatnya. Untuk apa kau meminta maaf? Bukan kah kau sudah mengincar Agha sejak awal, kau sangat licik Delly"


__ADS_1


"Bukan begitu kak, aku benar benar merasa bersalah sekarang. Maafkan aku ya, kaka tenang saja bang Agha milik kaka"



"Agha memang milik ku, dia tidak akan pernah menjadi milik mu Delly. Lihat saja dia pasti akan menceraikan mu setelah kau memberikan keturunan, jadi jangan berharap lebih"



BRAK~



Silvie langsung menutup pintunya secara kasar, sepertinya dia tidak ada niatan untuk kembali berdamai dengan ku.



"Mampus lah kau Delly, sekarang kak Silvie memusuhi mu" Gumam ki merutuki diri ku sendiri kerna merasa ceroboh dan bodoh.



"Sepertinya kak Silvie benar, aku jadi lupa diri. Apa aku sudah keenakan ya? Delly bukalah mata mu" Tutur ku.




"Ini seperti suara mama Reva dan bibi Meti"



Aku berlari ke arah sumber suara, yang benar saja di sana terlihat Reva tengah berdebat dengan Meti.



"Untuk apa kau ke sini? Kau mengusik menantu ku ya?" Ujar Reva.



"Tuduhan mu itu tak berdasar, aku di sini menemani putri ku!"



"Pergi kau! Ini rumah putra ku. Bawa putri mu pulang sana"

__ADS_1



"Mama" Panggil ku, Reva pun menoleh, ekpresi nya pun langsung berubah yang awal nya judes menjadi senyum merekah.



"Delly, astaga kau makin cantik saja. Pakaian mu sudah di kemasi"



Wanita itu berujar sembari memeluk sayang ku, aku merasa aman ketika ada Reva di sini, seperti merasa di lindungi apalagi melihat ekpresi Meti yang sepertinya kalah telak ketika berhadapan dengan Reva.



"Sudah mah" Jawab ku dengan membalas pelukan Reva.



"Delly mama mau nanya"



"Iya mah, mau nanya apa?"



"Apa wanita itu memperlakukan mu dengan buruk" Tunjuk nya pada Meti.



"T-tidak kok mah"



"Syukurlah, apapun itu adukan saja pada mama ok. Sekarang ayo kita pergi. Heh Meti! Kamu balik gih jangan netap di rumah anak orang"



Muka Meti di buat merah padam oleh sindiran Reva, ia juga menatap tidak suka atas kepergian mertua dan menantu itu.



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2