I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 93. Permintaan Theo


__ADS_3

Sepanjang penerbangan aku menjadi tidak tenang kerna Agha dan juga masalah anak sulung ku Lewis. Kini aku berada di depan pintu rumah, suara tangisan Theo membuat ku langsung membuka pintu tanpa mengetuk.


"Theo!" Jerit ku panik.


"Mamaa~"


Theo berlari memeluk ku, dia menangis tersedu sedu dalam dekapan ku. "Ada apa sayang?"


"Mama dari mana? lama sekali pergi nya"


"Maaf ya, ini mama bawakan buku untuk Theo" Buku yang ku berikan adalah buku dari Agha, biarkan aku egois untuk tidak menyebut siapa pemberi buku itu.


"Teori berpikir detektif? wah mah terimakasih! aku akan rajin membacanya"


"Iya sama sama. Ayah maaf ya merepotkan mu"


"Apa yang kau katakan Dell? Theo itu cucu ku kenapa kau minta maaf seolah aku ini orang asing"


"Bukan begitu maksud ku yah"


"Iya iya ayah paham, hahaha ayah cuman bercanda"


"Oh iya tadi Theo kenapa menangis?" Tanya ku teringat tadi mendengar suara Theo.


"Dia terus menanyakan mu, sudahlah jangan di pikirkan ayah pergi ke toko dulu"


Ayah pergi begitu saja, labih baik aku mandi saja sekarang setelah itu baru istirahat. Ku lirik sebentar Theo, anak itu sudah diam tengkurap sambil membolak balik setiap lembaran buku, jadi ku biarkan saja.




Theo melihat sepucuk foto dan juga selembar kertas yang ia temukan terselip di tengah tengah buku.


__ADS_1


\[*Hai Theo, ini papa. Kita pernah bertemu sebelum nya, papa yakin kau sudah bisa membaca kerna kau adalah anak yang pintar. Kau sudah melihat fotonya? itu adalah papa mama dan juga abang mu Lewis, papa sangat ingin bertemu dengan mu tapi sayang sekali mama mu tidak boleh, jangan di pikirkan yang penting kau bahagia, sehat sehat ya nak*.\]



"Papa~ paman kemarin papa ku? Yeayy aku punya papa" Girang nya bukan main hingga dia melompat lompat memeluk foto itu.



Aku mendengar suara kegirangan Theo, aku penasaran apa yang membuat anak itu begitu bahagia. "Theo kau kenapa?"



"Mama lihat ini" Dia memberikan foto yang tadi dia peluk, lagi lagi aku terkejut oleh kelakuan Agha, licik sekali pria itu.



"Theo i-ini~"




"Lain kali saja Theo"



"Bohong! papa bilang mama tidak memperbolehkan nya bertemu dengan ku, kenapa mah? aku kan juga pingin dekat papa"



"Kapan dia bilang begitu?"



"Ini surat nya"

__ADS_1



Sekarang aku menyesal mengajari Theo membaca terlalu dini, Agha benar benar cerdik dia pasti tau kepintaran Theo maka dari itu dia menyelinap kan surat dan foto di sela sela buku, ku pikir kemarin adalah pertemuan terakhir kami tapi lihat lah sekarang, Theo ingin bertemu papa nya bagaimana ini?



"Mah?" Tegur Theo melihat ku yang hanya bengong.



"Theo jangan bertemu papa ya kan ada mama" Pujuk ku halus.



"Kenapa?"



"Papa mu itu orang jahat"



"Papa tidak jahat, dia itu seorang Detektif yang bekerja untuk mengungkap kebenaran"



"Theo dengar kan mama"



"Baiklah jika dia memang orang jahat, tapi aku tetap ingin bertemu dengan nya. Dia pernah bilang kalau aku anak nya dia akan membawa ku pergi ikut bersama nya dalam tugas penyelidikan, aku akan belajar banyak mah, tolonglah ma~" Theo menangis dia bahkan beraujud di kaki ku. Sudah ku duga, anak ini pasti sudah tau apa pekerjaan Agha, maka dari itu dia sangat keukeuh ingin bertemu papanya, kerna dia punya mimpi menjadi Detektif sama seperti Agha.



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2