
Perlahan cahaya masuk ke netra ku, aku merasakan ada seseorang yang sedang memegang tangan ku serta mengelus nya lembut. Hangat, aku suka perasaan ini.
"Bang" Panggil ku.
Melihat aku bangun Agha langsung mengecup kening ku.
"Akhirnya bangun juga, kau membuat abang khawatir semalaman ini"
"Apa yang terjadi? Kenapa aku terbaring di sini"
Aku masih linglung, bahkan aku sampai lupa dengan bayi ku sendiri.
Agha terkekeh kemudian ia menunjuk box bayi yang sedang di kerumuni oleh keluarga nya.
"Apa yang mereka lakukan di sana?"
Bukan nya menjawab Agha malah bergabung dengan keluarga nya.
"Ray dan papa, kalian keluar Delly ingin menyusui anak ku, kalian jangan mengintip" Usir nya pada ke dua laki laki itu.
"Huuu~ posesif banget sih bang, yok pah kita keluar" Ajak Ray menyeret papa mertuanya untuk pergi keluar bersama.
Agha pun membawa anak nya ke hadapan Delly.
"Ini Dell, kamu kasih dia Asi dulu"
__ADS_1
"DIA SUDAH KELUAR!!" Jerit ku sambil mengecek perut ku yang sudah sedikit kempes, aku baru mengingat tujuan ku berada di ruang putih ini.
Yara dan Reva tertawa melihat reaksi ku yang lupa dengan anak ku sendiri, ini konyol.
Sanking terharunya aku bahkan menangis, ku buka kancing baju ku.
"Aw" Jerit ku ketika bibir mungil itu menyesap tonjolan yang ada di dada ku.
"Ada apa?" Tanya Agha.
"Sakit bang"
Dada ku membengkak, tonjolan kecil itu seakan terluka. Agha jadi kasihan melihat ku yang menangis sambil menyusui.
"Jangan! kalau untuk pertama kali rasanya memang sakit, tapi lama lama tidak lagi kok. Kamu yang sabar ya Dell"
"Iya mah, gak apa apa bang yang penting dia sehat. Namanya sudah ada belum bang?" Tanya ku, aku tau anak ku laki laki saat USG umur 4 bulan lalu, aku penasaran apakah Agha sudah menyiapkan nama setelah itu.
"Belum"
"Abang tak menyiapkan nya?"
"Tunggu ya, Abang cari di google dulu" Agha mengambil HP dalam saku nya, tapi HP nya malah di ambil oleh Reva.
"Nama nya sesuai keinginan mu aja Gha, kau ayah nya"
__ADS_1
Agha kemudian berkedip beberapa kali, otak pintar nya sedang bekerja untuk merangkai huruf.
"Sharlock Holmes"
"Astaga kak, itu kan nama detective hebat di masa lalu itu. Yang benar kak, mentang mentang nama idola nya" Kata Yara.
Perlu kalian ketahui buku yang menceritakan tentang Sherlock Holmes, sudah habis di baca Agha. Dia sangat mengidolakan sosok hebat itu.
"Kalau gitu.. Lewis Dellgha?"
"Oww itu nama yang bagus, mama suka itu, bagaimana dengan mu Dell?"
"Iya ma, aku juga ma. Itu artinya apa bang?" Tanya ku.
"Lewis artinya kuat berani dan gagah, sedang kan Dellgha adalah gabungan nama ku dan juga Delly" Agha menggaruk belakang leher nya, sepertinya pria itu malu.
"Ahaha kaka kuno sekali pakai gabungan nama, tapi tidak buruk juga" Ujar Yara.
Akhirnya sudah di temukan, perkenalkan anak laki laki ku, nama nya Lewis Dellgha. Aku harap dia menjadi sosok pribadi yang sama dengan arti namanya.
Lewis Dellgha, putra ku. Kau sumber kebahagiaan ku yang baru, tumbuhlah dengan baik dan sehat, mama akan berusaha agar kau tidak kekurangan perhatian.
Welcome to Lewis Dellgha.
TBC.
__ADS_1