I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 64


__ADS_3

Sudah tak terdengar suara Agha lagi di depan pintu, mungkin pria itu sudah pergi, jadi Delly berjanjak untuk memastikannya mengingat ini sudah hening selama lima belas menit.


Kreek~ Saat pintu dibukan, Delly ditangkap oleh Agha yang ternyata menunggu di depan pintu. "Kena kau!"


Brak!


Pintu kembali tertutup bersamaan dengan Agha yang berhasil membawa Delly kembali masuk. Ia menyudutkan Delly di dinding sambil berkata,


"istri nakal harus diberi hukuman." Agha mulai melepas paksa piyama Delly.


"Enggak! Aku enggak mau!" teriak Delly berusaha mendorong Agha agar memberi jarak di antara mereka, namun apalah daya, tenaganya tidak cukup menggerakkan Agha dari himpitannya.


"Berhenti memberontak!"


Dia menel4njangi Delly hingga gadis itu tidak berkutik di buatnya. Agha memeperko*a Delly malam ini. Melakukannya dengan kasar tidak perduli dengan isakan Delly yang meminta berhenti, tidak ada kata berhenti sebelum Agha puas membalaskan dendam kesal yang ia tahan seminggu ini.


"Ahk! berhenti sialan kau menyakitiku!"


Selanjutnya dia mengeluarkan alat-alat yang biasa digunakan untuk BDSM dari tas yang ia bawa tadi.


"B-bang apa itu?" tubuh Delly gemetaran hanya dengan melihat benda-benda tidak menusiawi yang di bawa Agha.


"Hukumanmu sayang, aku akan istirahat sebentar untuk melanjutkan aktifkan kita kembali, sebagai gantinya aku akan melayangkan benda-benda ini ke tubuhmu."


"Bang aku minta maaf, aku mohon jangan begini" tangisnya memohon pada Agha.


Semuanya sia-sia, ternyata sebelum Delly pulang pun dia sudah merencanakan hal ini jika Delly lagi-lagi mencuekinya. Dan benar saja, itu pun terjadi pada Delly karena sikapnya yang terus mengabaikan seolah orang asing.


Delly tidak tahan dengan semua ini, pada akhirnya wanita itu pingsan. Image Agha yang selama ini dikira lembut di pikiran Delly kini hancur berantakan dalam waktu semalam. Apakah ini wajah asli Agha?




Pagi menjelang siang Delly terbangun dari lelapnya yang menyimpan rasalelah dan sakit, seluruh tubuhnya terasa remuk, bekas cambukan terlukis jelas di kulitnya yang putih, goresan bekas borgol di tangan Delly pun mengalirkan darah, kalung yang seperti kalung anjing masih melekat d lehernya. Sedangkan pelaku yang membuatnya seperti itu entah hilang kemana.



"Apakah \*\*\*\*\*\* di luar sana menerima perlakuan seperti ini ya?" gumamnya.


__ADS_1


Ingin ke kamar mandi tapi kaki Delly benar-benar lemas bagaikan jelly, ia termenung sambil menunggu sakitnya mereda.



"Dell kau sudah bangun?"



Agha muncul dari ambang pintu dengan membawa manpan berisi sarapan di tangannya. Delly acuh seolah tidak ingin melihat pria itu.



"Jangan mencuekiku lagi, kau mau hukumanmu berlanjut?"



Seketika Delly langsung menatap


nya kerna takut dengan ancaman Agha.



"Sakit?" tanya Agha.




"Maafkan abang, nih makan dulu baru abang gendong ke kamar mandi kalau udah selesai."



Saat Delly makan, ia tak luput dari mata Agha yang mengawasinya.



"Aku sudah selesai, bawa aku ke kamar mandi."



"Baiklah, ayo mandi."

__ADS_1



Delly diangkat olehnya untuk masuk ke dalam bathup, ia pun ikut masuk setelah melepas bathrobe dongker miliknya.



"Kau semalam ke mana?" tanya Agha lembut sambil mengelus surai Delly.



"Club malam."



"Ngapain?"



"Minum, aku stress kerna ada Herna di sini"



"Sama siapa kau minum?"



"Sama pemuda baru puber."



"Selain minum apa yang kalian lakukan?" Cara bicara Agha sudah mulai lain, ada kemarahan di dalamnya.



"Abang pikir aku Herna? Aku tidak akan menyerahkan tubuhku pada siapapun seperti kekasihmu itu."



Agha menghela napas nya berat mendengar perkataan Delly yang terlihat jelas membenci keberadaan Herna.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2